Betapa kemarin menjadi hari yang menyedihkan untuk mimom, sekaligus dapat
menjadi
pembelajaran juga.....
abang baru jatuh dari boxnya, karena mimom taruh
bantal gede disitu dan dia panjat dan jatuh, mimom ada disitu, dia lagi ngga
sama mbaknya, tapi sedang berada bersama mimomnya, menyedihkan.....karena
sesaat
mimom seperti merasa tidak dapat menjadi ibu yang baik,.....sedih, karena abang
harus mengalami ini semua karena kekurang sigapan mimom terhadap situasi, dan
yang paling parahnya, sebenernya mimom tidak berada diposisi yang lengah, aku
berada tepat dihadapannya, hanya berjarak tiga ubin yang kurang lebih 90
cm....
mimom was on the phone with oma, talking about air con, dan abang
juga abis mom sodorin telpon dari oma, dan diapun berbicara dengan oma, setelah
itu mimom duduk, dengan jarak yang sudah disebutkan tadi, mimom sedang
memperhatikan abang! tapi dia bergerak cepat sekali, sampai mimompun tidak
kuasa
menangkap dia sesuai dengan kecepatan bergeraknya si abang.
dan
dugh! forehead menghantam lantai, mimom berteriak, dan seisi rumahpun
berdatangan, ayah (yang saat itu belum berangkat kerja), dan 2 mbaknya
abang (satu nanny satu ART, kami biasa menyebut mereka 2 mbaknya abang,
agar mereka merasa tidak ada diskriminasi, terutama ART), mimom,
histeris, sambil gendong abang yang sedang nangis, lantas setelah ada
sedikit drama, kita bergegas menuju IGD hermina jatinegara (untunglah
ada 3 rumah sakit yang dekat dengan rumah kami dan yang terdekat adalah
hermina).
mimom
berusaha untuk tenang.....tapi ngga bisa, setelah itu abang mulai diperiksa dan
mulai mengalir beberapa pertanyaan dari sang neurologist, dia vomit ngga,
pingsan ngga, kejang ngga, dan masih banyak pertanyaan mengerikan lainnya, dan
Thank God jawabannya untuk each question is no, nothing happend to him except
the bruises that appeared on his forehead....
katanya ini ngga papa, kalo
terjadi hal2 yang disebutkan tadi baru di foto kepalanya, but mimom insist
untuk
memfoto kepalanya, agar mimom merasa tenang, dan setelah foto, Puji Tuhan,
tidak
ada apapun yang terjadi.....dan kami disarankan untuk mengompres dengan air
dingin saja sampai lebam dan benjolnya hilang......sambil kita observe 3 hari
kedepan....
setelah itu kita pulang, dan abang udah main2 lagi,
pembelajaran untuk mimom, bahwa kita harus aware sekali, harus sigap, ayah
menguatkan hati mimom dan berkata that "you are a great mother, any of this
could happened, emang abang geraknya cepat sekali" tapi tetap, mimom merasa
sangat bersalah, kenapa harus kutaruh bantal itu? kenapa tidak berfikir bahwa
this kid is very smart and can make anything from anything? dia pengen manjat?
dia buat bantal itu disusun dan manjat, dia pengen buka pintu? ditaro tempat
duduk kecil dan kemudian dinaikinya kemudian dibukalah pintu itu.....so smart,
mom merasa I should've think of it!tapi dibalik itu semua, banyak pelajaran
yang
mimom ambil sebagai orang tua.
God is kind, Tuhan itu baik dan sayang
sama Abang, jatuhnya tinggi juga, tapi tuhan tetep lindungi, mimom mengucap
syukur atas segala anugrah yang Tuhan beri, kekuatan dan kesehatan serta
kesejahteraan serta pembelajaran, Tuhan sayang sama Abang, dari detik dia lahir
dan sakit2an sampe pernah dia under weight, tapi tetep tuhan pelihara, Tuhan
lindungi, Abang tidak pernah mengeluh, sampai tadipun dia tidak mengeluh, Tuhan
itu baik.....Tuhan itu sayang sama abang, betapa besar anugrah Tuhan yang sudah
diberikan dalam keluarga kami, dan Abang adalah salah
satunya....
when I hold his hand and look him into his eye, I said
" abang, I am so sorry, mimom loves you" he looked into my eyes and like he
understood my pain he said " iya mimom, don klai (don't cry
maksudnya)"........son......you
are my heart beat........
Veagy, mimomnya Toar yang sedihnya agak berkurang karena btuise yang gede
banget itu udah kecil banget