***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
PT. AJ Central Asia Raya
11/13/08 13:23:17
***********-***********
 [ Kamis, 13 November 2008 ]
Waspadai Rubela Kongenital

Muncul Lagi setelah 10 Tahun Menghilang

SURABAYA - Sindrom rubela kongenital, penyakit yang sudah lebih dari
sepuluh 
tahun terakhir jarang ditemui, belakangan muncul kembali. Penyebabnya, 
ditengarai banyak ibu yang tidak mau memberi anaknya vaksin infeksi
campak 
dan gondongan atau MMR (mumps, measles, rubella).

Dokter Connie Untario SpA dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, misalnya, 
menemukan tiga kasus penderita sindrom rubela dalam tiga tahun terakhir.

Padahal, dia terakhir menemui sindrom penyakit yang biasa menyerang 
anak-anak itu pada 1990-an saat masih kuliah di FK Unair. ''Saya heran,
kok 
sekarang muncul lagi ya. Ada apa?'' ujarnya.

Dia menjelaskan, sebetulnya infeksi rubela pada anak-anak merupakan
penyakit 
ringan. Gejala yang tampak dari luar adalah munculnya bercak-bercak
merah 
yang tidak permanen dan tidak tahan lama. Tapi, penyakit itu menjadi 
bermasalah jika menyerang ibu hamil. Terutama saat awal kehamilan. Bila
tak 
segera ditangani, bayi bisa meninggal atau mengalami kecacatan saat
lahir.

Efek lain, otak si anak bisa sangat kecil (mikrosevali). Lalu, timbul 
katarak kongenital (lahir sudah katarak) dan jantung bocor. Menurut
Connie, 
penyebab utama munculnya lagi sindrom itu adalah orang tua takut
memberikan 
vaksin MMR kepada anak-anaknya. Padahal, vaksin tersebut terbukti ampuh 
membendung virus rubela.

Ketakutan tersebut, kata Connie, merupakan ekses sebuah kasus yang 
menyiarkan bahwa MMR mengandung zat berbahaya (merkuri) yang bisa 
menyebabkan anak menjadi autis. ''Padahal, kasus itu hanya menimpa satu 
orang, tapi gembar-gembornya sangat keras,'' katanya tanpa menyebut
rinci 
kapan kasus itu muncul.

Menurut dia, MMR sangat penting diberikan kepada anak-anak. Sebab,
sejatinya 
vaksin tersebut merupakan kombinasi pencegahan terhadap virus rubela, 
campak, serta gondongan sekaligus. Jika pemberian pada ibu hamil tepat, 
potensi penularan sindrom rubela terhadap janin tidak akan terjadi. Jika

diberikan kepada balita, penyakit campak juga akan terbendung.

Bahaya campak, kata Connie, bisa menyebabkan anak terkena infeksi pada 
telinga, peradangan paru-paru, hingga mengalami kematian. Anak juga bisa

terkena gondong. Penyakit jenis itu akan membuat kelenjar patoris pada
anak 
membesar. Yang paling gampang dilihat, anak akan mengalami demam dan
sakit 
kepala hebat.

Menurut dia, vaksin MMR bisa diberikan kepada anak yang sistem kekebalan

tubuhnya sudah berkembang. ''Ya antara usia 12-18 bulan lah,'' katanya. 
(nur/ari) 

 

Terima kasih,

 

Yuliarti

Layanan Nasabah CAR 

CAR Life Insurance

Policy Holder Service Dept.

Blue dot Centre Blok A-C

Jl. Gelong Br. Utara Blok A-C No. 5-8

Jakarta barat 11440

Email : [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

Ph. 56968998 Ext 113

 

"think of giving not  as duty but  as a privilege"- jhon d. Rockefeller
Jr.

 

Kirim email ke