***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
PT. AJ Central Asia Raya
11/14/08 11:13:18
***********-***********
Dari milis sebelah semoga bermanfaat

 

Regards,

MegA

Corporate Communication and Legal

CAR Life Insurance

Wisma Asia Lt. 11

Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 79

Slipi Jakarta Barat

Telp : +6221 5637901

Fax : +6221 5637902

www.car.co.id

 

Ass wwb 
Keistimewaan dan manfaat  ASI bagi dunia kedokteran sudah tidak
diragukan lagi khasiatnya, ternyata ASI adalah cairan hidup yang
mengandung sel-sel darah putih, imunoglobulin, enzim dan hormon, serta
protein spesifik yang pasti cocok untuk bayi. ASI mengandung AA dan DHA
dengan proporsi yang sesuai kebutuhan bayi, asam lemak esensial (Omega 3
dan 6), protein, multivitamin dan mineral lengkap. 

Pokoknya komplit..plit....kandungan zat yang berguna untuk pertumbuhan
bayi, dijelaskan pula ASI juga bisa mengembalikan berat ibu seperti saat
sebelum hamil, dan juga sebagai alat kontrasepsi secara alamiah. Tepat
sekali doa yang di panjatkan oleh Nabi Ibrahim " Allah yang menjadikan
manusia, 
yang memberikan petunjuk kepada manusia, yang memberikan makan dan minum
kepada manusia, dan jikalau sakit, Allah lah  yang menyembuh 
kannya ". Manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk yang sempurna,
diberikan akal untuk berfikir mengikuti petunjuk yang telah diberikan
yaitu Agama. 
Tidak cukup hanya itu, jaminan makan dan minum diberikan supaya dapat
hidup yaitu digelarnya bumi dan seisinya, ada air, ada tanaman, sinar
matahari 
dll. Bahkan sejak si cabang bayi dalam kandungan pun sudah dijamin
asupan makanannya, lewat tali pusar ibu nya memberikan makanan untuk si
bayi. 
Setelah lahir si bayi, Allah menyediakan makanan melalui ibunya  yaitu
ASI. 

Begitu pentingnya peranan ASI ini untuk perkembangan anak, sampai di
dalam Alquran disebukan dalam suart Al Baqarah, pangkal ayat 233 
" Dan ibu-ibu itu, hendaklah menyusukan anak-anak mereka dalam dua tahun
penuh, ( yaitu ) bagi siapa yang ingin menyempurnakan penyusuan " . 

 Ayat ini memberikan petunjuk kepada seorang ibu tentang kewajiban dan
tanggung jawab nya kepada anaknya yang masih bayi, bukan manusia saja
ibu menyusukan kepada anaknya, tetapi binatangpun selalu  membesarkan
anak-anaknya dengan memberikan air susunya sendiri, tidak ada cerita
induk sapi betina menyerahkan anaknya kepada induk sapi yang lain untuk
disusukan. 
Oleh karena itu alangkah sayangnya kalau seorang ibu dalam membesarkan
anaknya tidak memberikan ASI nya, tanpa alasan yang jelas. Kalau sampai
menyusui anak disia - siakan, maka berdosalah ibu kepada Allah, karena
telah lupa mensyukuri ( dalam arti memanfaatkan sesuai dengan fungsinya
) nikmat yang telah di anugrahkan kepada bayi lewat ASI ibu. 
Begitu pentingnya ASI untuk anak sampai ada kalangan ulama yang sangat
hati-hati menjaga kesucian darah anaknya, dengan tidak mau menyerahkan
anaknya untuk disusukan kepada perempuan lain yang tidak diketahui
keutamaan budipekerti  nya. 

Saya jadi teringat  cerita seorang ulama mazhab Syafi'i yang masyhur
yaitu Imam Alharamain. Ayahnya bernama Abu Muhammad al-Juwaini, beliau
seorang 
alim besar, pekerjaannya penyalin kitab-kitab ilmu pengetahuan. Dari
hasil kerjanya itu, Abu Muhammad mengumpulkan uang dan membelinya
seorang budak perempuan alim sholekah untuk dijadikan istrinya. Beliau
memilih istri bukan karena kecantikan lahirnya, tetapi kecantikan
jiwanya, tidak memandang golongan sebagai seorang budak. Dari pernikahan
itulah lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Abdulmalik. Setelah
anaknya lahir Abu Muhammad berpesan kepada istrinya agar anaknya jangan
disusukan kepada perempuan lain. Pesan suaminya itu sangat diperhatikan
oleh sang istri. 

Pada suatu hari istri Abu Muhammad jatuh sakit panas, sehingga air
susunya kering, maka nangislah anak itu karena kehausan. Tiba-tiba
masuklah ke rumah 
nya seorang perempuan yang kasihan mendengar anak menangis, diambilnya
anak itu kemudian disusuinya sedikit. Saat itu masuklah Abu Muhammad
kedalam rumah, dilihatnya anaknya sedang disusui oleh perempuan lain.
Abu Muhammad melihat dengan wajah tidak suka, dan perempuan itu 
segera meletakkan bayi itu, lalu pergi. Oleh Abu Muhammad diambilnya
anaknya itu, dimasukkanlah tangannya kedalam mulut bayi supaya susu yang

diminum dari perempuan itu dapat dimuntahkan keluar. 
Beliau berkata : " Bagiku tidak keberatan anak ini meninggal di waktu
kecil, dari pada rusak perangainya karena minum susu dari perempuan lain

yang tidak aku kenal perangai ketaatannya kepada Allah ". 
Anak itu kemudian tumbuh besar dan dikenal dengan nama Imamul Haramain
Abdulmalik Al Juwaini, beliau adalah guru dari Imam Ghazali, 
yang kemudian menjadi ulama besar pula. 
Suatu saat ketika sedang mengajar kepada murid-muridnya beliau pernah
marah-marah, setelah sadar beliau mengatakan bahwa mungkin 
sifat pemarah ini adalah sisa susu yang diminum dari perempuan lain,
yang dulu tidak sempat aku muntahkan. 

Sebab itulah maka susu ibulah yang utama, Ratu Elisabeth II ratu besar
besar dari kerajaan Enggris selalu munyusui anak-anaknya sendiri, 
tidak pernah memberinya susu sapi, kecuali kalau beliau sakit. 

Seorang sarjana kenamaan dalam pediatric di rumah sakit Philadelpia -
Dr.Paul Gyorgy, mengatakan bahwa "Air susu ibu manusia hanya untuk bayi 
manusia dan air susu sapi untuk sapi ". Dikatakan oleh Dr Paul,
penggunaan susu untuk bayi yang bukan dari susu ibunya mempunyai
kemungkinan 
membahayakan bagi kesehatan si anak bayi. 

Dizaman modern yang serba instan ini kebanyakan wanita enggan menyusui
dengan beberapa alasan karena takut keelokan tubuhnya akan pudar, 
karena kesibukannya, takut dikatakan nggak modern, nyatalah jalan
pikiran wanita itu tidak dalam lingkungan Agama yang benar. 
Jadi tidak lah heran kalau banyak anak-anak sekarang yang membuat pusing
orang tua, tidak nurut pada orang tua, di sekolah 
kerjanya hanya tawuran, egois dlsb, tapi janganlah disalahkan anaknya,
mungkin orang tua perlu bertanya kepada dirinya sendiri kenapa anaknya 
bisa bertingkah seperti itu, apakah sudah benar cara proses
membesarkannya, sesuai dengan petunjuk agama. Jangan-jangan  watak dan
kepribadian 
nya menurun dari susu yang di minumnya saat dia masih bayi, mungkin susu
sapi ? 
Wallahu a'lam bish-shawab   
  
 

Kirim email ke