Lha ini,

keluargaku adalah salah satu contoh kegagalan kb akibat tidak berhasil
dapat anak dengan jenis kelamin tertentu.

Aku dan adikku, perempuan juga, lahir dengan selisih umur 1,5 tahun.
Waktu berjalan, sampai adikku umur 5 tahun, ortuku berpikir nambah
anak lagi, dengan harapan anaknya laki-laki. Setelah berusaha, mom-ku
melahirkan lagi, anak perempuan!

Wah...padahal kalo orang jawa punya sebutan kurang baik untuk orang
yang punya anak 3 orang perempuan semua, yaitu gotong mayit (ih...syerem).

Jadilah ortuku berencana punya anak lagi. 2 tahun kemudian, lahirlah
anak ke-empat, perempuan juga. STOP.

Ortuku masih bathi (untung) 1 niy, dapet anak cowok ketemu gedhenya
(alias mantu). Semoga adikku cepat menyusul. Yang dua terakhir masih
kuliah siy.

KB ortuku gagal total
negara pasti ikut sebal, hehehe

Salam,
Grace

--- In [email protected], Nika Hanidhah
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> mamut
> aku anak perempuan satu2nya
> adikku anak laki laki satu2nya
> hihihihi, KBnya ibuku sukses
> negara gembira



Kirim email ke