HTML clipboard           
                Hal ini terungkap pada suatu penelitian yang dilakukan 
                oleh Steven T. DeKosky, MD, dan diterbitkan oleh The Journal of 
the 
                American Medical Association kemarin. 
                 
                Dalam penelitian ini, DeKosky melibatkan sebanyak 3.069 orang 
yang 
                berusia 75 tahun atau lebih. Setengah dari peserta penelitian 
tersebut 
                diminta untuk mengkonsumsi 120 mg ginkgo biloba dua kali 
sehari, dan 
                setengah peserta sisanya hanya diberi plasebo.
                Setelah kurun waktu 6 
                tahun, ternyata sebanyak 523 peserta penelitian didiagnosis 
menderita dementia (kelainan mental kronis yang ditandai dengan gangguan daya 
                ingat dan perubahan perilaku). Dari jumlah tersebut, sebanyak 
246 orang 
                (16%) berasal dari kelompok yang mengkonsumsi plasebo dan 277 
orang 
                (18%) sisanya berasal dari kelompok yang mengkonsumsi ginkgo 
biloba.
                Tingkat kejadian 
                penyakit Alzheimer tidak menunjukkan perbedaan secara nyata 
diantara kedua 
                kelompok tersebut. Sebanyak 3,3 kasus Alzheimer terjadi setiap 
100 orang 
                yang mengkonsumsi ginkgo biloba setiap tahunnya. Pada kelompok 
yang 
                mengkonsumsi plasebo, tingkat kejadian penyakit Alzheimer hanya 
2,9 
                kasus setiap 100 orang. 
                Menanggapi hasil 
                penelitian tersebut, Mark Blumenthal, seorang pendiri dan 
sekaligus 
                direktur eksekutif American Botanical Council, 
                menyatakan bahwa masih diperlukan penelitian lain untuk 
mendukung 
                pendapat bahwa ginkgo biloba tidak manjur terhadap Alzheimer 
atau 
                penyakit lainnya.
Semoga artikelnya bermanfaat,Salam,M. Wellyan, Apoteker di www.apoteker.info

                


      

Kirim email ke