Dear Ayahnya Gaizka,
Jangan parno gitu dunk sama diare, takut boleh tapi buat pembelajaran kita
semua. Yang dikatakan diare adalah jika terjadi BAB berbentuk cairan lebih dari
6X dalam 24 Jam.
Lihat feses-nya berdarah atau tidak, jika berdarah maka terjadi infeksi
bakteri, dan harus segera ditangani dan diterapi dengan AB.
Jika tidak, cairan utk tubuh yang harus diperhatikan.
Obat ???, segala yang berbentuk cairan, ASI, teh botol, aqua, air putih atau
apa saja. Tetapi yang paling efektif adalah ORS (Oral rehydration solution )
seperti oralit, pedialit. Kenapa, karena mengandung elektrolit. Pedialit
biasanya utk anak-anak karena mempunyai bermacam rasa, tetapi yang paling baik
tetap oralit. Setiap 1 sachet , dilarutkan ke dalam 2 gelas air.
Setiap muntah ataupun buang air, segera diberikan cairan ini, sedikit tidak
apa-apa asal sering. Lacto B, silahkan tetapi ini tidak cukup efektif
dibandingakan ORS. Wong perut kita banyak mengandung Lacto B koq
Jadi pada saat diare yang harus diperhatikan adlah sbb:
1. Cegah agar tidak dehidrasi.
2. Cek feses, jika berdarah segera diperiksa ke Lab utk memastikan adanya
bakteri/amuba dan jika ini terjadi harus segera dibawa ke RS
3. Jangan diberi obat anti mampet, mampet muntah, mampet BAB jangan deberikan
karena akan mengaburkan observasi.
4. Cairan
5. Cairan
6. Cairan dst tetap cairan.
7. Ini yang paling top, berdoa
8. Jangan panik
//Wassalam
Ayahnya Nadhira