dear mbak lucky....(part 2) kyk kisah (ceile....kyk jaman dulu kala aja.....) ayah-ayah yg jadi 'weekly father' di ay-bun edisi ayah, suamiku jg gt looo. nelangsa bgt, suami cm bisa ketemu kita 2 minggu sekali. dia yg sll amazing dg perkembangan anaknya, dan merasa bersalah jg krn gak bisa dampingin. jd cb cerita ke suami, betapa beruntungnya bisa sll kumpul keluarga dan melihat serta mendampingi perkembangan si kecill.... suamiku takut bgt anaknya 'jauh' secara emosional dengannya krn jrg bertemu fisik, beda bgt dg suami mbak yg punya bermilyar kesempatan untuk menciptakan harmoni yg luar bisasa antara ayah dan anak kan??? kita iri banget sama keluarga yg bisa bersama terus gt....hiks hiks hiks salam
