Wanita hamil pada
trimester pertama yang menggunakan hairspray (semprotan rambut)
dalam jangka waktu lama berisiko dua kali lebih besar untuk
melahirkan
bayi dengan kelainan kelamin. Para peneliti telah menemukan
hubungan
erat antara penggunaan hairspray dengan hipospadias (sejenis
kelainan pada kelamin bayi laki-laki). Hasil penelitian
tersebut dimuat
di dalam jurnal Environmental Health Perspective, dan merupakan
penelitian pertama yang menunjukkan hubungan antara penggunaan
hairspray dan pengaruhnya pada kehamilan.
Penelitian tersebut
menyatakan bahwa terdapat zat kimia di dalam hairspray yang
bertanggungjawab terhadap kelainan kelamin bayi tersebut. Zat
kimia ini
mengganggu sistem homonal tubuh dan mempengaruhi perkembangan
reproduksi.
Namun ternyata diketahui
pula bahwa asupan asam folat selama masa trimester pertama
kehamilan
mampu menangkal pengaruh buruk hairspray ini hingga 36%.
Hipospadias dialami oleh
satu bayi dari 250 bayi, dan biasanya dapat dipulihkan melalui
operasi
ketika anak sudah berumur 1 tahun. Pada kondisi yang parah,
hipospadias
dapat menyebabkan berbagai permasalahan kelamin, kesukaran
buang air
kecil, serta masalah kesuburan.
Salam,M. WellyanApoteker di www.apoteker.info