Bundanya Mas Abid, Saya ikut prihatin dan malu deh... Karena terkadang saya gak merasakan peran ayahnya Razka. Tapi setelah dipikir2 sepertinya saya yang masih kurang bersyukur. Faktanya: 1. Razka sangat dekat dengan ayahnya 2. Suami selalu menyempatkan diri bermain dengan Razka setiap pulang kantor 3. Kalau Razka sedang kesal dia selalu meminta perlindungan dari ayahnya 4. Kalau saya terpaksa harus pulang malam, ayah lah yang ngeloni Razka 5. Razka selalu tersenyum dan terkekeh-kekeh bila bermain dengan sang ayah 6. Razka selalu minta saya membangunkan ayahnya dan mengajaknya bermain Razka memang "anak ayah...." Razka memang sepertinya punya kegemaran yang sama dengan ayahnya, senang utak-atik mobil. Tapi kalau saya perhatikan mood-nya kok seperti saya ya... tipe melankoli yaitu moody, perfeksionis, dan cepat kesal bila apa yang diinginkan tidak sesuai dengan kehendaknya. Maka dari itu ayahnya lah yang dapat meredakan bila sedang tantrum. Katanya kan kalau anak memiliki karakter setipe dengan salah satu ortunya, maka dia akan lebih dekat dengan karakter tipe ortu yang berbeda dengannya. Heheheh.... bener gak ya... [malah curhat balik nih]. Kalau saya yang complain berarti kurang berperan sebagai suami dong.... hahahaha Hush... gak boleh kufur nikmat ach. Jadi pengen telp suami dan bilang terima kasih sdh berusaha jadi ayah yang baik buat Razka. Terima kasih juga Mbak Amel, curhat-nya telah menginspirasi saya untuk lebih bersyukur. salam maniez, -bundanya Razka-
Widya D. Setyawati [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] ph.: 021-31931935 http://oui-day.blogspot.com
