Kurangnya asupan vitamin D ternyata dapat menjadi pemicu 
                penyakit jantung. Hal ini disimpulkan pada suatu penelitian 
yang 
                diterbitkan oleh jurnal American Journal of Cardiology, 
sedangkan 
                jurnal lainnya, yakni Journal of The American College of 
Cardiology 
                menerbitkan isu tentang kaitan antara kekurangan vitamin D 
dengan 
                penyakit jantung dan resistensi insulin.
                Pada penelitian yang 
                diterbitkan oleh American Journal of Cardiology, Dae Hyun Kim 
MD 
                dan rekan-rekannya dari Jefferson Medical College di 
                Philadelphia, menganalisis data serum 25-hidroksivitamin D dan 
penyakit 
                jantung pada 8.351 pasien. Mereka menemukan bahwa tingkat 
kejadian 
                kekurangan vitamin D (kadar kurang dari 30 ng/mL) pada kelompok 
pasien 
                tersebut adalah 74%. Semakin rendah kadar vitamin D, terdapat 
                peningkatan frekuensi penyakit kardiovaskular, termasuk 
penyakit jantung 
                koroner, gagal jantung, stroke, serta penyakit arteri perifer.
                Sedangkan pada 
                penelitian yang diterbitkan oleh Journal of The American 
College of 
                Cardiology, John H Lee MD dari 
                Mid America Heart Institute dan University of Missouri di 
                Kansas City beserta rekan-rekannya juga menemukan bahwa 
kurangnya 
                kadar serum vitamin D berkaitan erat dengan tingginya risiko 
terkena 
                penyakit jantung dan pembuluh darah. Kekurangan vitamin D 
                dapat mengaktifkan sistem renin-angiotensin-aldosteron. Juga, 
kekurangan 
                vitamin D dapat mengaktifkan hormon paratiroid, yang 
menyebabkan 
                resistensi insulin. Hal ini menjadi penyebab diabetes, 
hipertensi, dan 
                inflamasi. 

Artikel lainnya disini!



      

Kirim email ke