Dear Moms,

Ini ada artikel yang mudah2an cukup bermanfaat mengenai ceker ayam. 
My Nat mulai makan ceker waktu umur 9 bulan. Menurut aku sih, ga ada 
salahnya kasih ceker karena selain menambah rasa gurih pada bubur/ 
nasi tim, juga ternyata bermanfaat juga lho bu :)

Vonni - Nathan's Mom (15 months)

MANFAAT KOLAGEN PADA KAKI AYAM

Orang Indonesia boleh dibilang kenyang makan ceker ayam atau kaki 
ayam. Bayangkan, sejak kita boleh mencicipi nasi tim, kaki ayam 
sudah jadi hidangan favorit kita sehari-hari. 

Setelah kita belajar jalan, makin rajin orangtua kita memasok kaki 
ayam pada sajian nasi timnya. Konon, kaki bayi bisa bertambah kuat 
kalau anak sering diberi kaki ayam. Sebagian pakar sering protes 
dengan pendapat ini. Alasannya, bagian ayam yang bergizi tentulah 
dagingnya. Sementara kaki ayam, jelas-jelas tanpa daging. Kalaupun 
ada bagian kulitnya yang agak tebal, pasti tidak ikut dimakan si 
bayi. 

Menanggapi pendapat mereka, para orang tua tidak serta-merta mundur. 
Kaki ayam tetap saja diikut sertakan dalam membuat nasi tim bagi 
bayi-bayi mereka.

"Ya, sudahlah kalau tidak ada gizinya, paling tidak kita bisa 
memanfaatkan rasa gurihnya. Toh, dulu-dulu juga kita bisa sehat 
begini, kan, antara lain karena kaki ayam," kata para ibu yang jelas-
jelas emoh meninggalkan kebiasaan yang sudah turun-temurun itu.

Kaki ayam memang memberi rasa gurih. Hingga orang dewasa pun banyak 
yang hobi makan kaki ayam. Entah kaki ayam yang dimasak ala dimsum 
atau kaki ayam yang dijadikan keripik bergengsi yang harganya luar 
biasa melambung itu.

Sebetulnya, betulkah kaki ayam sama sekali tidak bermanfaat, atau 
betulkah kaki ayam bisa menguatkan kaki dan otot bayi hingga lebih 
cepat berdiri kokoh dan berjalan? Mari kita lihat apa saja yang 
terkandung dalam kaki ayam itu.

Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. 
Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening 
kekuning-kuningan. Kalau kena panas, kolagen akan mencair menjadi 
cairan yang agak kental seperti lem.

Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen 
dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-
prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin. Kaki ayam juga mengandung zat 
kapur dan sejumlah mineral.

Dengan begitu memang masuk akal juga kalau orang tua kita tetap 
bertahan untuk menyuguhkan kaki ayam bagi anak-anaknya. Sebab, jenis 
asam amino prolin dan hidroksiprolin serta zat kapur jelas-jelas 
dibutuhkan dalam pertumbuhan anak.

Betul memang kaki ayam tidak berdaging, tetapi seperti diuraikan 
diatas, saat kena panas, kolagen yang terkandung dalam kaki ayam 
segera mengalir dan bergabung di dalam nasi tim kita. Nah, kolagen 
inilah yang kita manfaatkan, bukan dagingnya.

Memang untuk mendapatkan gizi yang cukup anak tidak hanya perlu 
mendapat kaki ayam, tetapi juga tentu dagingnya. Tetapi kebiasaan 
memberi anak makan kaki ayam, tetap tidak perlu ditinggalkan.

TAK CUMA PERTUMBUHAN ANAK
Fungsi kolagen, tak cuma untuk pertumbuhan anak. Orang yang 
menderita rematik pun, amat dianjurkan sering-sering makan kaki 
ayam. Kenapa begitu? Karena protein kolagen ayam memiliki antigen 
yang bersifat imunogenik.

Ceritanya, di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen. Yakni 
antigen asing dan antigen diri. Setiap antigen bisa bersifat 
antigenik dan imunogenik. Antigen yang antigenik dapat berikatan 
dengan antibodi, meski tidak bisa merangsang tubuh membentuk 
antibodi terhadap antigen.

Sementara antigen yang imunogenik juga mampu berikatan dengan 
antibodi spesifik, tetapi juga mampu menghasilkan antibodi spesifik 
terhadap antigen.

Nah, antibodi terhadap antigen inilah yang perlu dirangsang bagi 
penderita rematik. Tentu hubungan sang antigen tadi dengan penyakit 
rematik punya uraian ilmiah yang panjang sekali, yang agak sulit 
kita pahami sebagai orang awam. Yang jelas, makan kaki ayam secara 
rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik

CARA MENGOLAH
Betapapun hebatnya peran si kaki ayam, tentu kalau cuma ditim atau 
direbus belaka, Anda enggan menyantapnya, kan? Apalagi kalau 
dihidangkan setiap hari. Begitu juga dengan nasi tim si kecil. 
Jangan coba-coba cuma menghadirkan nasi tim dengan kaki ayam yang 
itu-itu saja dari hari kehari.

Bisa-bisa si kecil kelak tidak doyan makanan lainnya. Atau malah 
tidak mau makan. Seperti nasi tim yang bisa kita buat variatif 
dengan menambahkan bahan lain secara berganti-ganti, kaki ayam untuk 
pengobatan ini pun bisa kita olah jadi hidangan lezat yang variatif.

Yang jelas, olahlah kaki ayam dengan cara direbus atau ditim, bukan 
digoreng. Kaki ayam yang digoreng sudah rusak struktur protein 
kolagennya akibat suhu yang tinggi. Perebusan dan pengetiman tidak 
lebih dari 100 derajat Celsius hingga dijamin tidak merusak protein 
si kaki ayam. Meski cuma boleh direbus dan ditim, sebetulnya kaki 
ayam bisa dibuat menjadi berbagai jenis hidangan.



--- In [email protected], Grace Situmeang 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Moms,
>  
> Kayla ku sekarang sudah 7mth1wk (8,6kg ; 75cm), udah aku kasih 
bubur saring pake tuna, salmon, sapi, bayam, wortel, kacang hijau. 
Tapi aku belum kasih Ceker Ayam. Menurut beberapa temen, tetangga, 
sodara katanya (kaldu) Ceker Ayam itu bagus untuk bayi tapi aku 
belum jelas Ceker Ayam itu bagus dimananya dan manfaatnya untuk apa. 
Menurutku (menurutku loh moms..) masa' kita cari duit capek-capek 
untuk anak tapi kok malah dikasih Ceker Ayam.. ;) Apa memang Ceker 
Ayam itu lebih bagus dari bagian ayam lainnya seperti dada, paha, 
dll (kayaknya kecuali kepala ya).
>  
> Sharingnya dunks moms,, soalnya kalo emang Ceker Ayam itu banyak 
manfaatnya ya kenapa aku ga coba kasih..
>  
> Thank you ya moms..
>  
>  
> Cheers,
> Grace_Kayla's mom 7mth1wk
>


Kirim email ke