Mbak..
Opino saya,sebagai seorang ibu,tanggung jawab kita yang utama tentulah 
keluarga..
Sah2 aja tentunya seorang ibu bekerja, namun tentunya dengan ga mengorbankan 
hal2 tadi..
Apalagi kalau sampai ada tindak kekerasan terhadap anak..
Haduuuh..saya membayangkan (karena saya juga bekerja niy), betapa sangat tidak 
nyamannya saya melangkah keluar rumah..

Mengenai prt/suster, saya ga bisa banyaknsharing,
Karena semuanya tentunya berpulang ke pekerjanya..
Antisipasinya, sebaiknya pakai pekerja dari yayasan yang TERPERCAYA
Selebihnya, kita memang hanya cuma bisa berdoa kepada yang maha kuasa..
Saya inget, dulu sebelum kembali ke kantor pada saat cuti hamil,
Saya ga putus2nya berdoa mohon agar anak saya selalu dilindungi oleh Allah SWT
Mohon dijauhi dari hal2 yang membahayakannya..

Sementara itu mbak,
Aktualisasi diri tentulah perlu,
Berusaha mencari taraf hidup yang lebih baik juga tentulah diperkenankan,
Hanya saja, seberapa pentingkah itu bila dibandingkan dengan kenyamanan anak 
dan keluarga kita..?

Hmm..ada banyak cara untuk beraktualisasi saya rasa..
Rezeki pun bukankah datangnya dari yang maha kuasa..?

Duh..
Maaf kalau sharing saya ga berkenan ya mom..
Saya berharap yang terbaik untuk mbak dan keluarga..

Oh ya,
Perihal prt yang melakukan hal2 yang kasar pada anak,
Apa ga ditindaklanjuti?

Fany - nda shali
Miris dengernya..

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: b151nk b151nk <[email protected]>

Date: Mon, 8 Dec 2008 23:34:31 
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Susahnya dpt prt dan suster yg baik


Aybun terhormat,
 
Saya bener2 porak poranda dg urusan prt dan suster. Kebetulan saya ibu pekerja, 
anak ditinggal di rumah tanpa ada ortu/mertua/saudara yg ikut mengawasi. Karena 
saya menyadari betapa bergantungnya saya dg prt dan suster, biasanya gaji saya 
berikan agak besar dengan beban kerja yg ringan. Makanya biasanya saya punya 3 
pekerja di rumah untuk 1 anak. Untuk urusan makan prt pun saya sangat royal, 
saya beri makan catering yg porsinya cukup baik, sehingga tdk ada dari mereka 
yang kerepotan masak.
Urusan rumah juga, hanya sedikit hal saja yg dikerjakan di rumah.
Sampai saat ini saya sulit sekali mendapat tim prt dan suster yang solid dan 
baik. Umumnya yg terjadi di rumah:
1. Genit. ada yg sampai hamil lah, rebut suami orang lah, sdh tdk perawan dan 
sibuk kejar2 cowo lah. Yang urusan rebonding rambut, ngecat rambut, dll.
2. Mainin hp melulu sampai pulsa jor2an. buntutnya duit habis gara2 pulsa, lalu 
sebar fitnah bilang kami ksh gaji kekecilan.
3. Ribut antar prt/suster. Ini bisa sampai fitnah2an, ancam2an, dll
4. Nah ini yg nyesak, kalo sdh ada masalah pribadi, anak saya jd korban 
kekerasan.
Pasang cctv sdh saya lakukan, kekerasan dilakukan di tempat yg tdk terjangkau 
kamera.
Saya rasa saya sendiri tdk demanding, yg penting urusan rumah beres, saya tdk 
terlalu cerewet dg prt2 kami.
Yang saya bingung, sulit sekali saya dapat orang yg benar ya???? Untuk berhenti 
kerja, suami juga tdk setuju karena kondisi ekonomi saat ini tdk memungkinkan, 
di samping saya sendiri agak takut kalo kurang aktualisasi diri saya menjadi 
rendah diri dan takutnya anak saya jd korban kestressan saya.
Ada saran aybun dari aybun terhormat?????
Mama N


      

Kirim email ke