Dear Bundanya Nayla,
Flex itu apa yaa ?? tidak ada kata "Flek" dalam medis tapi TB
Utk anak usia 18 bulan, utk medeteksi TB yang paling efektif adalah test
mountox, bukan dari hasil rontgen.
Coba disikusiakan dengan DSA-nya Mayla, jika mendiagnosis TB harus sesuai
dengan TB scoring.
Utk mendiagnosi TB ada beberapa macam cara yang saling menunjang,
1. Rontgen, biasanya hasil rontgent dapat terlihat bercak putih (infiltrat)
pada foto rontgentnya. Tetapai dan masih tetapi, hasil rontgent ini tidak bisa
sebagai diagnosi TB, harus diperlukan dasar penunjang yang lain
2. Tes Tuberkolin/Mountox Test, utk anak seumuran Nayla, ini yang paling
efektif dibandingkan Rontgent. Tetapi utk dewasa tidak akan efektif karena utk
orang dewasa di negara kita yang endemi TB biasanya hasilnya positif. Biasanya
utk orang dewasa dilakukan "Pemeriksaan Dahak"
3. Test darah, seperti LED (Laju Endapan Darah) ataupun PCR dan serologis (PAP
TB, Mycodot, ICT) dan lain-lain, mungkin dokter2 di sini bisah menambahkannya.
Dari ketiga test ini, utk anak seumuran Nayla, yang paling efektif tetap Test
Mountox utk mendiagnosis, apakah si anak "terifeksi TB ataupun Sakit TB"
Jadi jika positif, orang serumah juga harus juga diperiksa, jadi jangan
Mayla-nya saja, karena pengobatannya akan percuma. Dan jangan segan-segan utk
mencari second opinion dari DSA sub pulmonologi (ahli paru-paru).
Sangat disayangkan jika Malya harus minum obat-obatan karena divonis TB hanya
dari rontgen saja
//Wassalam
Ayahnya Nadhira