dari milis sebelah....

From: kehamilan Moderator
<[email protected]<kehamilan-owner%40yahoogroups.com>
>
Subject: File - ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia
To: [email protected] <christie_harjanto%40yahoo.com>
Date: Monday, April 21, 2008, 6:40 AM

ASI Eksklusif Tekan Angka Kematian Bayi Indonesia

Jakarta, 9 Agustus 2006 10:08
UNICEF menyatakan, sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta
kematian anak Balita di dunia pada tiap tahunnya, bisa dicegah melalui
pemberian
ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif selama enam bulan sejak tanggal
kelahirannya, tanpa harus memberikan makanan serta minuman tambahan kepada
bayi.

"Meskipun manfaat memeberikan ASI Eksklusif dapat membantu pertumbuhan dan
perkembangan anak telah diketahui secara luas, namun kesadaran Ibu untuk
memberikan ASI Ekslusif di Indonesia, baru sebesar 14 persen saja, itu pun
diberikan hanya sampai bayi berusia empat bulan," demikian siaran pers
UNICEF yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

UNICEF menyebutkan bukti ilmiah terbaru yang dikeluarkan oleh jurnal
Paediatrics pada tahun 2006 ini, terungkap data bahwa bayi yang diberi susu
formula, memiliki kemungkinan untuk meninggal dunia pada bulan pertama
kelahirannya. Dan peluang itu 25 kali lebih tinggi dari bayi yang disusui
oleh
ibunya secara eksklusif.

Banyaknya kasus kurang gizi pada anak-anak berusia di bawah dua tahun yang
sempat melanda beberapa wilayah Indonesia dapat diminimalisir melalui
pemberian
ASI secara eksklusif. Oleh sebab itu sudah sewajarnya ASI eksklusif
dijadikan
sebagai prioritas program di negara berkembang ini.

UNICEF menyebutkan bahwa ketidaktahuan ibu tentang pentingnya ASI, cara
menyusui dengan benar, serta pemasaran yang dilancarkan secara agresif oleh
para
produsen susu formula, merupakan faktor penghambat bagi terbentuknya
kesadaran
orang tua didalam memberikan ASI eksklusif.

Meskipun aturan pemasaran produk pengganti ASI terdapat dalam kode etik
internasional yang juga telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dalam
SK
Menteri Kesehatan, namun tetap saja para produsen susu bayi melakukan
promosi
secara gencar, bahkan sampai menyediakan susu formula itu di rumah sakit
ataupun
klinik-klinik bersalin.

Dalam upaya meredam maraknya promosi dan pemasaran susu pengganti ASI, serta
menumbuhkan semangat dan kesadaran ibu dalam memberikan ASI eksklusif untuk
anak-anaknya, maka UNICEF akan menggelar diskusi yang bertemakan "Menggugat
Promosi Gencar Susu Bayi" di Jakarta, Rabu (9/8).

Tujuan dari diskusi tersebut yakni, guna menumbuhkan peraturan baru untuk
meredam gencarnya pemasaran produk susu formula serta mendorong
terselenggaranya
program Agustus ini sebagai bulan ASI di Indonesia. [TMA, Ant]

sourced : http://www.gatra.com/2006-08-09/artikel.php?id=96911

[Non-text portions of this message have been removed]

 

Kirim email ke