Cari dimana bukunya?? judul2nya apa aja?
Cheers, Puteri, Manda nya Faza-Marvell-Alishaa --- On Fri, 12/26/08, risyadholic <[email protected]> wrote: From: risyadholic <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] jangan biarkan anak miskin pengalaman visual (2gunung dan matahari) To: "aybun" <[email protected]> Date: Friday, December 26, 2008, 12:22 PM buat mbak fanny, mumpung lagi mbahas dua gunung dan matahari, aku dapat email yang ada hubungannya, tapi jangan marah ya kalo agak promosi, soalnya cuplikan ini aku dapat dari mizan dian semesta.... Berikut ini obrolan Irfan AmaLee dengan Pidi Baiq melalui handphonenya: Irfan: Pid, banyak orang yang merasa aneh dengan ilustrasi kamu ... Pidi: Karena masyarakat kita biasa cuma memamah biak gaya ilustrasi ilustrasi Disney. Jadi kita tidak biasa mengapreasisi jenis ilustrasi yang berbeda. Irfan: Mungkin itu sebabnya kalau kita diminta menggambar pemandangan, pasti gambarnya sama, gambar gunung, matahari dan sawah… Pidi: Ya, persis, itulah hasil system pendidikan kita. Anak-anak bangsa ini dari generasi ke generasi hanya diberikan pengalaman visual yang terbatas bahkan seragam. KITA MISKIN PENGALAMAN VISUAL. Anak- anak di luar negeri sudah diajak untuk mengapresiasi lukisan-lukisan dengan berbagai gaya visual. Mereka memiliki kekayaan pengalaman visual. Tapi anak-anak kita hanya diberi pengalaman visual melalui komik dan buku cerita dengan gaya visual yang miskin. Karena itu saya ingin memberikan pengalaman visual yang lebih kaya melalui buku cerita binatang dalam Al-Quran ini. Irfan: Ketika orangtua mendampingi anak, banyak anak yang bertanya, ini gambar apa, sih? Pidi: Berarti saya berhasil. Justru ketika suatu objek gambar atau ilsutrasi bisa mengundang pertanyaan anak itu bagus sekali, membuka ruang dialog. Itulah fungsinya buku, ada raung dialog antara orang dewasa dan anak. Kalau kita bacakan buku Disney dengan gaya ilustrasi yang begitu “indah”, tidak akan ada kesan khusus, dilihat dinikmati, dan lupa. Tetapi dengan ilustrasi yang “tidak biasa” akan tercipta ruang dialog. Bukankah itu yang kita inginkan? Irfan: Jadi buku seri Cerbin ILMA ini bukan sekadar dibaca ceritanya setelah itu selesai begitu? Pidi: Tentu dong, kita sering memperlakukan buku hanya sebagai teks, sih. Buku itu ruang dialog, di dalamnya ada cerita yang dibangun oleh teks, tapi da juga art, atmosfir, yang dibangun oleh visual. Manfaatkan semua itu sebagai ruang dialog dengan ank-anak, pasti akan menemukan pengalaman yang berbeda. Pokoknya buku ini layak dikoleksi lah! Dijamin, deh! hilda aku juga dah beli bukunya risyad nunjuk gambar sapi nya sambil bilang "bulat-bulat" ket: gambar sapinya terbentuk dari titik2 besar, hmmmm (mikir) Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
