Dear Ayah yang sedang bingung sama polah si 3 tahun,
kayaknya anak seumuran ini memang sering mengalami "turbulence" 
emosi, dia juga sedang mempelajari karakter-karakter dan belajar 
beragam ekspresi. Untuk si 3 tahun yang seperti ini praktis orang tua 
harus punya kesabaran ekstra. Bukan berarti tidak memberi batasan, 
tetapi beri pengertian bahwa berperilaku kasar, emosional dan marah-
marah tidak baik karena orang lain jadi tidak suka main dengannya. 
Tetapi beri juga "shock therapy" yang bikin dia akhirnya mikir dua 
kali untuk mengulang. Misalnya, yang saya lakukan ketika Keya (3,5 
tahun) menolak menyikat gigi menjelang tidur sambil merengek (padahal 
biasanya dia rajin sikat gigi) dan saya bereaksi sama, yaitu menolak 
sambil marah-marah seperti anak kecil ketika ia minta dibacakan 
cerita menjelang tidur, ia jadi terdiam (mikir). Saya terus saja 
bereaksi sebagai "cermin" dia untuk menunjukkan betapa tidak enak 
diperlakukan seperti itu, akhirnya ia berkompromi, "Sudah dong Bunda 
jangan merengek begitu. Iya deh aku mau menyikat gigi, tapi jangan 
marah-marah seperti itu lagi ya. Bunda tetap mau dongeng, kan?!". Ada 
lagi cara lain yang pernah saya baca di buku "Children Are People 
Too", tapi harus dilakukan konsisten. 
Jadi ayah dan ibu harus kompak saat bersikap terhadap anak yang 
sedang "lucu-lucu"-nya ini. Menurut buku yang sama, biasanya masa ini 
akan berlalu sejalan dengan berkembangnya rasa empati, ketrampilan 
komunikasi dan kendali diri.
Kesabaran kita memang sedang diuji di masa seperti ini, tapi tidak 
perlu terpancing ikutan emosi ya, Pak.

Salam,
Andi Maerzyda A. Th.
Produser Web Ayahbunda.co.id 

--- In [email protected], "ballegh" <ball...@...> 
wrote:
>
> mohon bantuan saran, tips dsb
> salma (3tahun), anak saya, akhir2 ini sering berontak dan jadi 
susah 
> diatur. egois dan emosinya tinggi, misalnya klo mau mandi dia minta 
> mainan dia ikutan mandi yg banyak tapi ada yg terjatuh atau tidak 
> sesuai, hingga akhirnya dia gak mau mandi n marah2.. kadang juga 
dia 
> mencakar, atau nendang. atau kadang dia tiba2 marah2 tanpa kita tau 
> sebabnya. 
> klo kami lg jengkel dan dia berbuat seperti itu, salma dicubit 
> kakinya atau dikunci pintu dibiarin sendiri..
> bagaimana solusi yg terbaiknya? reaksi kita sebaiknya bagaimana 
> padanya? dan apa kira2 penyebab salma berbuat demikian?
> fyi: saya bisa ketemu salma hanya tiap weekend atau libur panjang, 
> saya kerja di jakarta, salma dan bundanya di bandung
> makasih
>


Kirim email ke