tks info nya bunda Dewi,.. sharing aja.. aku pernah ikutan workshopnya di 
jakarta "gedung sucofindo- jl psr minggu dua tahun yg lalu".. trainernya 
lulusan dari glend dowmen instiute USA,..  bukunya juga dah ada di jual... 
tersdia  di TB. Gramedia or kalo ga bisa dibeli di PT Tigaraksa Ekatama selaku 
lisence distributor di ndonesia.. 
kalo di terapkan dengan tekun dan sabar... hasilnya dah terbukti kok... 
slmt mencoba ya..

salam sahabat
rudd   
  ----- Original Message ----- 
  From: pravita anjalipan 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 06, 2009 11:48 AM
  Subject: [Ayahbunda-Online] Metode Glenn Doman ( melatih belajar membaca 
sejak usia bayi)



        Dear All Moms, 


        Aku dapet dari internet niy, bagus banget menurutku.

        Semoga bermanfaat.

        Ditunggu komen-nya yah, apalagi dari moms yang pernah menerapkan metode 
ini ke buah ahatinya, pengen tau gimana hasilnya...

        Coz saya baru tahu metode ini dari temen, dan belum sy terapkan ke buah 
hati saya yang umur 11months.

        Tks




        Bunda Dewi








        Mengajar Bayi Membaca Metode Glenn Doman 
       <!--[if !vml]--><!--[endif]-->
       <!--[if !vml]--><!--[endif]-->
       <!--[if !vml]--><!--[endif]-->
       

  <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

        <!--[if !vml]--><!--[endif]-->

        Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua 
makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan 
fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses 
belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata 
ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan 
sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.

        Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis 
membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian "Bagaimana otak 
anak-anak berkembang?". Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang 
mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari 
anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.

        Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun 
dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah 
bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak 
sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.

        Penelitian tentang Otak Anak
        Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia 'melihat' atau 'mendengar' 
sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara 
itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup 
besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau 
telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan 
pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan 
diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi 
kata-kata yang dapat dipahami.

        Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan 
visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke 
otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur 
penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua 
pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.

        Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:
        1. Sikap dan pendekatan orang tua
        Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada 
pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang 
bagus sekali.

        Belajar adalah:
        - Hadiah, bukan hukuman
        - Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja
        - Bersenang-senang, bukan bersusah payah
        - Suatu kehormatan, bukan kehinaan
        <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
        <!--[endif]-->

        2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul 
singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.

        Bahan yang sesuai:
        a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
        b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
        c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan 
konsisten
        Tahap-tahap mengajar:

        TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
        Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata 
saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk 
melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.

        1. Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
        2. Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf 
berjarak kira-kira 1,25 cm
        3. Huruf berwarna merah
        4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
        5. Buatlah hanya 15 kata, misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK 
(ABI/PAPA/AYAH)
        6. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling 
dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, 
binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk 
diketahui oleh sang anak.

        Hari Pertama
        Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda 
yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. 
Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
        1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
        2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
        3. Katakan dengan jelas 'ini bacaannya IBU/AYAH'
        4. Jangan jelaskan apa-apa
        5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
        6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
        7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
        8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih 
sayang dengan cara yang menyolok
        9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam

        Hari Kedua
        1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
        2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang 
hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
        3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
        4. Jangan lakukan test, belum waktunya !

        Hari Ketiga
        1. Lakukan seperti hari ke-2
        2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 
pelajaran
        Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah 
kata-kata baru.

        Hari Ketujuh
        Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
        1. Pilih kata kesukaannya
        2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas 'ini apa?'
        3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, 
pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak 
memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan 
teruskan pelajarannya.

        Ancaman
        Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi 
bosan. "Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada 
mengajarnya terlalu cepat"

        Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
        1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia 
telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang 
satu dengan yang lainnya.
        2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar 
biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi 
abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.

        TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
        Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' 
karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
        1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
        2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
        3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
        4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari 
kuku lutut mata perut
        lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir
        5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil 
masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
        6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 
kelompok kata masing-masing 5 kata
        7. Jadi sekarang anda memiliki:
        - 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
        - 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
        - total 5 kelompok kata = 25 kata
        8. Lakukan seperti tahap pertama
        9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata 
baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
        10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing 
kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 
kata baru masing-masing satu dalam setiap
        kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.

        TIPS:
        1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara 
berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'
        2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara 
yang persis sama kalau anda mengajarnya bicara
        3. Ingat, membaca bukan berbicara
        4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat 
berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.

        TAHAP KETIGA : (kata-kata 'rumah')
        Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan 
membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang 
menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan 
berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan 
penuh semangat.
        1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
        2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
        3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
        4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2 
suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,jendela, dll
        5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah 5 kata 
baru dari tahap ke tiga
        6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas, 
topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
        7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk, berdiri, 
tertawa, melompat, membaca, dll
        8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil menunjukkan 
kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana 'Ibu melompat', 'kakak 
melompat', dsb

        TAHAP KEEMPAT :
        1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
        2. Ukuran huruf 5 cm
        3. Huruf kecil, warna hitam
        4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan 
misalnya 'ini' dan kata 'bola' menjadi 'ini bola'.
        5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.

        TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
        1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :
        Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 
halaman tidak lebih dari 15-20 kata
        Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm. Sedapat mungkin teks dan gambar 
terpisah. Carilah yang mendekati persyaratan tersebut

        2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu 
kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. 
Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu 
harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai 
kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan 
dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang 
isinya sama namun ukurannya lebih besar.

        3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat 
demi kalimat.
        4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
        5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
        6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya 
diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah 
map atau dibinding deperti buku.
        7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg 
menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah 
selesai dibaca buku ini.

        TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
        Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia 
sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 
cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak 
yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan 
memperbaiki indera penglihatannya.

        Kunci Keberhasilan
        1. Jangan membosankan anak
        2. Jangan memaksa anak
        3. Jangan tegang
        4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
        5. Bergembiralah
        6. Ciptakan cara baru
        7. Jawablah semua pertanyaan anak
        8. Berilah buku bacaan yang bermutu

        Penutup
        Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada 
usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang 
utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg 
luar biasa tsb.

        Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
        1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan menjadikan 
anak mereka tangguh dan siap bersaing.
        2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun emosional 
serta rasa ingin tahu yang besar.
        3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya 
pertanyaan yg diajukannya.
        4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya suka 
membaca.
        5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana 
untuk membaca yang tidak lepas dari buku.

        Jadi, dengan buku yg merupakan "JENDELA ILMU", anak akan mampu membuka 
cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan. (Ikatan Dokter Indonesia)
        "Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !"
        Sumber: Buku "Mengajar Bayi Membaca" - Glenn Doman
       

  <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->



------------------------------------------------------------------------------
  New Email addresses available on Yahoo! 
  Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
  Hurry before someone else does!

   

Kirim email ke