Dear moms... boleh saya ikutan share ya... hihihi...tadinya udah gak pengen ikutan share tapi baca sharenya mom Ayu...jadi pengen ikutan juga tergelitik dg kata2nya mom Ayu yg ini "Toh usia kan bukan satu-satunya jaminan untuk menilai kecerdasan anak...."
Memang sih, usia bukan satu2 jaminan menilai kecerdasan anak. Tapi yg dibutuhkan untuk masuk disini kan untuk sekolah dasar ya, tentu yg dibutuhkan pihak sekolah bukan sekedar anak-anak yg pintar saja. Tapi juga anak-anak yg matang secara mental emosional. Itu sebabnya pemerintah mensyaratkan usia masuk SD sebenarnya 7 th, karena secara mental emosional anak seusia itu sudah cukup matang untuk menerima pelajaran SD, rentang konsentrasinya sudah cukup panjang, kemampuan menangkap perintah sudah cukup bagus, dsb, yang dibutuhkan untuk bisa belajar optimal dan tanpa banyak masalah di SD. Mom, perlu diingat, pelajaran SD itu berat sekali lho, bayangkan dari tadinya di TK anak2 cuma belajar sambil bermain, nyanyi2, nari, bikin prakarya, dsb, mendadak begitu dia masuk SD sudah dihadapkan pelajaran yg membutuhkan uraian, penjelasan, dsb. Ada ulangan, PR (jika ada), tugas, dsb. Makanya banyak SD yg bukan mempermasalahkan umur atau kecerdasannya, tapi masalah mental emosional. Saya ingat, guru di sekolah anak saya cerita, tahun lalu ketika tahun ajaran baru, hampir semua guru dibuat pusing, karena murid kelas I banyak yg mondar-mandir ketika guru menerangkan, berteriak2, main-main ketika guru sedang menerangkan, atau ada yg masih pipis di celana, pup gak ketahuan, main2 ke kelas sebelah ketika pelajaran berlangsung. Setelah ditelusuri, memang banyak yg usianya di bawah 6 th. Jadi tahun ini sekolah tdk lagi mau menerima siswa2 belum cukup umur ini, walaupun tes kecerdasannya lulus! Jadi mom, kalo kembali lagi ke anaknya. Kalo memang anaknya cukup cerdas, tapi terlihat belum siap secara mental emosional untuk masuk SD, jangan dipaksakan ya, kasihan lho...maaf jika tidak berkenan, saya memandang dari sisi psikologis si anak. Saya juga ingat, bbp tahun lalu ketika saya sedang mencari2 TK yg tepat utk anak saya, saya pernah bertemu dg seorang ibu yg sedang kebingungan mencari TK utk anaknya. Ketika saya tanya, ibu ini bercerita, bahwa anaknya sudah lulus TK B, tapi menurut guru TKnya, usianya masih terlalu muda utk langsung ke SD, selain itu secara mental emosional guru TKnya melihat anak tsb belum terlalu siap utk masuk SD tahun itu juga. Gurunya menyarankan agar si anak mengulang TK B lagi, tapi jgn di sekolah yg sama, agar si anak tdk merasa rendah diri karena teman2nya yg lama sudah tdk ada, berganti teman baru yg tdk dikenal, sementara dirinya masih di TK yg sama. Akhirnya si ibulah yg kesana kemari mencari TK yg tepat untuk anaknya ini, sampai akhirnya ketemu. Sejak itu saya jadi terinspirasi. Masalahnya mental emosional ini memang tdk sama pd tiap org, ada yg bisa matang lebih cepat, ada yg lebih lambat. Mungkin kita bisa mengusahakan agar buru2 matang, tapi kadang sesuatu yg dipaksa matang lebih cepat itu tdk selalu bagus kan? Yah...kayak buah di karbit gitu deh, tentu lebih enak makan buah yg matang secara alami kan? Maaf ya mom jika tdk berkenan, Maya Siswadi - Bunda 3F http://bunda3f.blogspot.com http://bunda3f.multiply.com ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
