kebayang nggak, bunda, saya dulu ngajak anak umur 7 bulan liburan ke bali. okta
juga tidak pernah mau makan makanan instant. akhirnya kemana kami pergi, ada
sekeranjang besar peralatan dapur untuk membuat makanan yang ikut menyertai
kami. susah kalau naik pesawat karena takut lebih bagasi kan. kalau ke bali,
disana saya ada teman baik. jadi peralatan dapur : blender, heater, pisau, dan
sebagainya saya minta dipinjamin dulu. bahan mentah juga dibelanjain dulu.
karena kami beramai-ramai, minta kamar yang family malah ada dapurnya juga.
kalau saya siy, bunda, selama ini pergi kemana-mana memang dengan bagasi yang
buanyak. sebab okta tidak mau makan makanan instant. dan saya tidak keberatan
sebab dalam perjalanan kan energi yang dikeluarkan lebih banyak. untuk menjamin
okta tetap sehat sebelum selama dan setelah perjalanan, saya rela mebawa semua
itu. memastikan makanannya sehat. jelas repotlah. tapi lama-lama terbiasa sebab
okta kan sering juga diajak pergi menginap.
pilih yang penting saja, bunda. saya dulu selalu bawa blender yang kecil,
heater dari plastik yang dicolokin listrik, pisau, bebarapa kontainer plastik
kecil plus sendok khusus makan okta, dan gelas minumnya.
bahkan kalau menginap di hotel sekalipun. kalau sarapan pagi di hotel biasanya
ada bubur. okta mau juga bubur nasi. jadi saya masak makannanya sesudah kami
sarapan. sebab buahnya kan adanya yang dipotong. tapi penrha juga say aminta
petugas restoran hotel untuk memblender buah sedikit yang sudah saya pilih.
semoga membantu dan selamat jalan-jalan.