Dear Pak Thomas Saya salut dengan Bpk krn benar2 memperhatikan dan menyayangi anak2 walaupun dlm keadaan sedih.
Cerita Bapak juga menimpa keluarga kawan saya. Mgkn Bapak masih beruntung krn Bpk tinggal di Indonesia. Anak2 tetap bisa bergaul dan hidup di lingkungan yg mereka kenal baik. Kawan saya bekerja di kantor yg harus berpindah2 negara bersama keluarganya. Terakhir.....malapetaka dlm keluarga nya terjadi di negara yg skrg mereka tinggal. Saat ini mrk tinggal di kota London. Di kota London ini lah istrinya tergoda oleh pria Filipina. Akhirnya si istri meninggalkan suami dan anak2 utk tinggal di apartemen sang pacar. Tentu saja kawan saya sangat repot. Tanpa PRT harus mengurus anak2, mengantarkan ke sekolah, mengurus rumah tangga dan tentu saja bekerja mencari nafkah tanpa bantuan siapapun di negara orang. Dia minta bantuan pada saya lewat adiknya utk dicarikan PRT yg mau dibawa kesana dan diakui sebagai keluarga. Tentu saja hal itu bukan sesuatu yg mudah utk saya. Saya pun memberikan beberapa saran yg bisa dia lakukan dlm hal mengambil keputusan utk keluarga nya. Celakanya........sang istri menebarkan cerita yg betolak belakang dgn kenyataan nya utk membenarkan tindakan dia tinggal satu atap dgn pacarnya dan meninggalkan keluarganya. Dan sempat rebutan anak. Tp sampai saat ini mrk blm bercerai krn proses yg sulit. Akhirnya utk membuktikan siapa yg salah, saya sarankan utk menyerahkan ke 2 anak nya utk diurus oleh sang ibu. Tapi........sang ibu hanya "bertahan" 1 minggu dalam mengurus anak2nya. Dia tidak sanggup utk mengurus anak2 yg dia keluarkan dari rahimnya sendiri. Akhirnya.....anak2 diserahkan kembali pd kawan saya (ayahnya). Dan rencanya sebelum kawan saya ditugaskan di brussel, dia akan secepatnya mengurus perceraian nya dan meminta perlindungan pada Komnas perlindungan anak2 utk membantu dlm proses perceraian utk jaga2 spy anak2 tidak "direbut" lagi oleh sang ibu sambil menebarkan cerita yg tidak benar. Dan kawan saya tidak menceritakan keadaan keluarga nya pada keluarga besar di bogor. Dia hy bercerita pada adiknya dan pada saya. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana dia melalui semua itu dengan 2 anak yg masih SD di negara orang. Dan semua harus dia lakukan sendiri. Semoga cerita saya bisa dijadikan semangat Bapak dalam melalui kehidupan selanjutnya. Salam sayang utk anak2. Regards, YUSRI email: [email protected] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: Thomas Aquino <[email protected]> Date: Mon, 2 Feb 2009 12:59:11 To: <[email protected]> Subject: Re: p.thomas:Re: [Ayahbunda-Online] PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU Thank you all.... Iya utk jadwal imunisasi saya ikutin buku kesehatannya. Ok, terima kasih utk acuan TONGGAK TONGGAK PERKEMBANGAN akan sy cari archivenya. Utk soal terakhir, sy akhirnya bawa anak saya ke psikiater utk diobservasi n akan dilakukan konseling 1 minggu sekali utk menjaga psikologisnya. Anak2 kadang ditengok mama-nya, cuma ya gitu deh nengokin cm 1-2 jam then go. Nengokin yg come n go ini yg bikin perasaan anak berubah2 n ganggu psikologis anak. Anak yg seneng begitu mamanya dateng, tp ya trus sedih n nangis begitu ditinggal lagi......( Sy gak tega aja ngeliatnya. On Jan 29, 2009, at 12:52 PM, Nika Hanidhah wrote: > > kalau soal jadual imunisasi > lihat buku kesehatannya aja > jd kelihatan imunisassi apa yg belum > sambil konsultasi ma DSAnya > > kalau perkembangan motorik, dll > bisa pk acuan TONGGAK TONGGAK PERKEMBANGAN > saya pernah posting sebelumnya > setelah lihat itu tabel, jd gampang dgn cara apa menstimulusnya > > kl soal yg terakhir: mungki mom yg psikolog kali ya ya akan > menambahkan.. > btw, anak anak masih ditengok mamanya kan? > atau p thomas yg nganter ketemu mamanya? > selama masih bs ketemu sih masi bisa "kangenkangenan" > cuma dikasi tau kl mama rumahnya beda dgn kita.. > > maaf gak banyak bantu > > mamut > > > > --- On Tue, 1/27/09, Thomas Aquino <[email protected]> > wrote: > From: Thomas Aquino <[email protected]> > Subject: Re: [Ayahbunda-Online] PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU > To: [email protected] > Date: Tuesday, January 27, 2009, 7:39 AM > > Dear Moms, > > Thank you for all the support. > Memang sepertinya ini jalan yang harus saya tempuh bersama anak2. > Yang jelas sebenarnya anak2 tidak bisa memilih orang tuanya utk tidak > bercerai, itu sebenarnya adalah pilihan orang tuanya. Kalau saja > keegoisan orang tuanya bisa dikesampingkan utk memikirkan masa depan > anak2nya pasti keutuhan keluarga akan terjaga. > Mudah2an melalui milis ini saya bisa belajar menjadi orang tua dan > mengisi fungsi ibu dengan baik. > Saat ini anak saya 2 perempuan. Yg pertama berumur 7 tahun dan yang > kedua berumur 1 tahun. > Mohon masukan2 dari ibu2 apa saja yang perlu saya persiapkan (jangka > pendek & menengah) utk anak sy yg 1 tahun. Kalau dari jadwal > vaksinasinya saya sdh sesuaikan dengan jadwal dari buku medical > recordnya. > Mungkin yang perlu masukan, apa saja yg perlu saya perhatikan utk > progress motorik kasar dan motorik halusnya plus exercise yang perlu > dilakukan. > Bagaimana caranya utk meminize traumatic psikologis anak (utk anak sy > yg berumur 7 th) yg kehilangan figur ibunya dimana dia sudah mengerti > adanya keberadaan Ibunya? > Sorry ya ibu2 kalau pertanyaan saya terdengar terlalu basic. > > Regards, > Thomas > > On Jan 27, 2009, at 9:32 AM, milis.s...@ymail. com wrote: > > > Pak Thomas, > > > > Semoga bapak diberikan kesabaran ekstra untuk mengemban tugas baru. > > Insya Allah bisa pak. Abang saya juga single parent, alhamdulillah > > lewat perjuangan panjang mereka survive dan sekarang menjadi sangat > > erat antara ayah dan anak2nya. > > > > Salam, > > Sas > > Sent from my BlackBerry® > > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > ------------ --------- --------- ------ > > > > Subscribe: ayahbunda-online- subscribe@ yahoogroups. com > > Unsubscribe: ayahbunda-online- unsubscrib@ yahoogroups. com > > > > Info Belanja si Kecil: momsmart-subscribe@ yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > >
