Hi Bunda, Saya sejalan dengan bunda Esti.
Berita terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Britain bahwa riset yang dikeluarkan oleh dr. Andre Wakefield (penggagas adanya hubungan antara MMR (Measles, Mumps, Rubella ) gabungan dan Autism)) adalah tidak benar, hasil riset tersebut telah dimanipulasi oleh yang bersangkutan dan tim guna memblokir penggunaan MMR gabungan dan mempopulerkan vascin MMR secara terpisah (untuk kepentingan pribadi, memperkaya diri sendiri). Adanya hubungan antara autism dan MMR dirilis tahun 1998 oleh Dr. Andre Wakefield (Lancet study), dan sejak saat itu dunia dibuat limbung, hasilnya angka kematian akibat virus campak german ini meningkat. Hasil riset Wakefield menerangkan bahwa MMR gabungan mempengaruhi sistem pencernaan bayi dan mengakibatkan rusaknya saraf otak, tetapi anehnya dia mengatakan bahwa dengan pemberian MMR secara terpisah hal itu dapat dihindari. Dia melakukan study pada beberapa anak dan membanding antara anak yang diberi vacsin gabungan, vacsin terpisah dan tidak diberi vacsin. Kelompok yang akan membawa dinas kesehatan GB ke meja hijau karena mengeluarkan vacsin MMR, melakukan riset selama 10 tahun terakhir guna mengumpulkan bukti untuk menuntut pemerintah akhirnya berkecil hati karena menemukan bahwa hasil riset Wakefiel adalah palsu, atau dimanipulasi, pernyataan tersebut disyahkan pemerintah GB dan dirilis bulan January 2009. Berita lebih lengkat dimuat di The Sunday Times atau bisa dibaca lebih lengkap di wikipedia search MMR dan dr. Andrew Wakefield. Bunda perlu diingat akibat dari virus MMR ini sangat berbahaya dan mematikan, perang melawan visus ini terus di lakukan, saat ini pemerintah GB kawatir kalau menurunnya angka orangtua yang melakukan vacsin MMR dapat mengakibatkan wabah campak german yang berbahaya secara international. Di USA semua anak yang tidak mendapat MMR vacsin tidak diperbolehkan masuk sekolah dan orang tuanya kena denda, pro kontra masih terus berlanjut sampai sekarang. Saya sendiri jujur, juga ketakutan, tapi seperti bunda Esti berbekal informasi dari buku, media dan orang orang yang berpengalaman akhirnya yakin bahwa akibat dari virus MMR lebih berbahaya. Gejala autism pada anak bisa diketahui sejak dini, bunda bisa kenali. Sebenernya sejak jaman dahulu autism sudah ada hanya saja kita belum terjemahkan atau sebut sebagai autism, kita beranggapan itu adalah kelainan jiwa atau lebih ironinya jaman dulu mungkin ada yang bilang kesambet segala. Autism sendiri memang muncul atau akan kelihatan lebih obvious pada usia usia awal tahunan (bertepatan dengan usia dimana vacsin MMR diberikan), nach ini juga salah satu trigger kenapa MMR disangkut pautkan dengan Autism. Keputusan bunda dan dsa untuk memberikan vacsin MMR setelah anak bisa bicara mungkin bisa mengurangi kekawatiran, monggo saja. Semoga bisa membantu. Sophie's mom www.sophiehynes.com www.katakoe.com www.kadokoe.com ________________________________ From: Estiningtyas W <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, February 19, 2009 9:16:44 AM Subject: RE: [Ayahbunda-Online] imunisasi MMR ? ==To: Bunda Ambun Pamenan== Bunda, Memang imunisasi di luar imunisasi wajib banyak mengundang pro kontra terutama imunisasi MMR yang katanya ditemukan kasus si anak menderita autis setelah imunisasi. Saya sendiri pernah sempet terpancing oleh pemberitaan tersebut & langsung browse sana sini, discuss dengan beberapa DSA atau dokter umum untuk membekali diri dengan berbagai informasi sehingga saya bisa yakin apa yang terbaik harus saya berikan buat putra saya. Kalau dari kasus pemberitaan di email atau di internet, ada anak kalo nda salah di imunisasi di salah satu rumah sakit besar di daerah Tanggerang dan ternyata kemudian si anak menderita autis dan si ortu mencari tahu dan di simpulkan bahwa imunisasi yang di berikan tersebut mengandung thimerosal (berbahan campuran mercuri (Hg), yang notabene adalah logam berat yang di duga menimbulkan autis). Kalo saya search di beberapa website yang memuat apa itu autis, kenapa, bagaimana & apa yg perlu di ketahui, salah satu web menyebutkan penyakit autis itu sendiri belum di ketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab apakah keturunan, makanan, udara dll karena memang jumlah penderitanya makin tahun makin banyak (menurut research salah satu universitas di Amrik). Jaman kita kecil mungkin belum banyak penderita autis, ato mungkin kita ga tahu seorang anak menderita autis (karena di Indonesia mungkin kita bilang tuh anak cacat/keterbelakang an mental dsb), atau juga karena dulu dunia informasi (media cetak/elektronik) belum semaju sekarang…. Tapi yang pasti bisa kita rasakan efeknya bahwa makin lama tingkat pencemaran makin tinggi, dimana2 ada pencemaran…di laut tercemar logam berat, ikan kan hidup di laut bisa jadi logam berat yang tercemar di air laut terserap oleh ikan….ga menutup kemungkinan juga menyebabkan autis jika di konsumsi ibu hamil. Yang saya baca, anak menderita autis karena si anak terpapar logam berat yang tinggi dalam tubuhnya yang mempengaruhi susunan syarafnya. Atau mungkin bunda bisa search di website melalui mbak google untuk lebih jelasnya. Mengenai pendapat DSA yang berbeda2 mengenai pemberian imunisasi MMR ini, memang sebenarnya di kalangan medis masih menjadi perdebatan walo belum ada satu pun penelitian yg merujuk bahwa imunisasi MMR menyebabkan autis. Oleh sebab itu ada DSA yang menyarankan imunisasi MMR dilakukan setelah si anak bisa bicara. Dulu saya juga sempet Tanya beberapa DSA, semua DSA menyarankan saya imunisasi MMR buat Arya, mengenai timingnya, ada DSA yang bilang di atas 18 bln, ato nunggu bisa bicara dll…setelah hati saya mantap, saya putuskan nunggu Arya bisa bicara dulu. Kata info di web kan anak2 penderita autis kebanyakan anak laki2…duh walo saya dah mengamati sejak dia lahir ada ga tanda2 dia autis karena pas hamil saya doyan banget seafood. Setelah Arya bener2 bisa bicara (umur 24 bln), minggu lalu saya imun MMR buat Arya. Kalo mom sudah imun MMR si kecil di usia 15 bulan, ga pa2… kan mom sebagai ibunya juga sudah mengamati toh bahwa tidak ada tanda2 autis sejak si kecil lahir. Sebenernya tanda2 autis bisa di ketahui sejak si kecil bayi loh mom…. Kemudian mengenai perlu ato tidaknya imun MMR, yah kembali ke keyakinan mom sendiri. Saat ini penyakit banyak banget macemnya & ketahuan apa penyebabbya. Virus juga banyak banget macemnya & aneh2nya…kalo ada dana ga ada salahnya kan…ada beberapa pendapat yang mengatakan…jaman saya kecil dulu ato jaman ortu ekceil dulu ga ada imun ini itu…toh sehat2 & pinter2 aja sampe sekarang…yang perlu kita ingat bahwa jaman ortu ato kita kecil dulu tingkat pencemaran lingkunga ga sehebat sekarang…saat ini kan banyak juga oknum2 yang tidak punya hati nurani dengan menjual produk makanan yg di tambah2 oleh zat2 berbahaya……. Duh kog jadi panjang…semoga ga bosen yah mom… Salam buat si ekcil. Esti (Mama Arya 26 bln) ________________________________ From:Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com [mailto: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com ] On Behalf Of ambun pamenan Sent: Tuesday, February 17, 2009 9:35 PM To: ayahbunda-online@ yahoogroups. com Subject: [Ayahbunda-Online] imunisasi MMR ? dear mom n pap.. numpang tanya nih..mungkin ada pengalaman ato info. Sebetulnya imunisasi MMR itu perlu ndak sih? katanya ada kasus yang bisa menyebabkan autis, walaupun teorinya bukan begitu katanya. trus lagi ada DSA yang kasih saran,MMR dikasih setelah anak bisa bicara...kebetulan anakku udah terlanjur dikasih umur 15 bulan...gimana dong? apa ndak apa-apa... thanks ya...salam!
