Mom, sayang gak sama anaknya? Kalo sayang, ga usah dikasih obat
apapun..Batuk merupakan reaksi alami tubuh..Kalo dikasih obat, ntar
kalo batuk lagi, batuknya akan lebih lama dan bahkan semakin sering
batuk, karena virusnya sdh kebal...kalo mau, Farrel diperkuat aja daya
tahan tubuhnya..dikasih jeruk dan buah2an yng banyak mengandung
vitamin C. AMOXSAN adalah antibiotik yang jelas2 ga bisa menyembuhkan
penyakit akibat virus., ini yg aku dpt dr om google :
Efek sampingnya antara lain gangguan usus (sistem pencernaan) dan
gangguan kulit berupa rash / kemerahan. Walau sepertinya efek
sampingnya tidak seberapa, tapi kami sarankan berhati-hatilah minum
obat ini, karena obat ini adalah antibiotik dan bisa saja tubuh kita
bereaksi negatif terhadapnya. Dan usahakan untuk menuntaskan minum
obatnya seperti perintah dokter yang memberi obat ini, karena jika
antibiotik tidak tuntas diminumnya, bakteri yang harus musnah tuntas
malah jadi bereaksi kebal. Kalau itu terjadi, maka dibutuhkan
antibiotik tingkat yang lebih tinggi untuk menggempur bakteri yang
sama.

sementara MUCOPECT termasuk golongan obat keras yang bisa menyebabkan
gangguan fungsi hati dan ginjal..

Maaf kalo tidak berkenan..

aku punya artikel ttg ANTIBIOTIK..dibaca ya...

ANTIBIOTIK

Bakteri
Bakteri berdasarkan sifat fisiknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu
gram positif (+) dan gram negatif (-). Infeksi dibagian atas difragma
(dada)
umumnya disebabkan oleh bakteri gram (+) sedangkan infeksi dibagian
bawah difragma disebabkan oleh bakteri gram (-). Biasanya, infeksi
yang disebabkan oleh gram (+) lebih mudah dilawan. Didalam tubuh kita
banyak sekali terdapat bakteri, bahkan salah satu kandungan ASI adalah
bakteri.
Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah "jahat". Manfaat bakteri
diusus kita adalah:
1. bakteri mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan
oleh tubuh.
2. memproduksi vitamin B & K.
3. memperbaiki sel dinding usus yang tua dan sudah rusak.
4. merangsang gerak usus sehingga kita tidak mudah muntah (konstipasi).
5. menghambat berkembang biaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung
mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.

Sekarang kita tahu manfaatnya, jadi jangan lagi minum AB tanpa alasan
yang jelas, karena hal ini akan membunuh bakteri yang baik tersebut.

Virus
Walaupun sesama mikro-organisme, virus ukurannya jauh lebih kecil
dibandingkan dengan bakteri. Mereka berkembang biak dengan mengunakan
sel tubuh kita, jadi virus akan mati bila berada diluar tubuh. Catatan
penting: virus tidak dapat dibunuh oleh obat dan AB sama sekali tidak
bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau
daya tahan tubuh kita, salah satunya adalah dengan demam. Demam
merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk
membasmi virus,
karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi. Jadi apabila
anak/anda mengalami demam, sebaiknya tidak diobati apabila suhu
tubuhnya tidak terlalu tinggi.

When AB doesn't work?
Menurut penelitian, ada 3 kondisi yang umumnya diterapi dengan AB,
yaitu 1. Demam, 2. Radang tenggorokan, 3. Diare. Padahal, sebenarnya,
penggunaan AB untuk kondisi diatas tidaklah tepat dan tidak berguna.
Dibawah ini petunjuk kapan AB tidak bekerja:
1. Colds & Flu
2. Batuk atau bronchitis
3. Radang tenggorokan
4. Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan AB.
5. Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan AB.

Penggunaan AB tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan
menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.

When do we need AB?
Dibawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi
dan membutuhkan terapi AB:
1. Infeksi saluran kemih
2. Sebagian infeksi telinga tengah atau biasa disebut otitis media
3. Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari minggu, sakit kepala,
pembengkakan di daerah wajah)
4. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya
menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4
tahun hanya 15% yang mengalami r adang tenggorokan karena kuman ini)

How do I know this is bacterial infection?
Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan
kultur yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi. Contohnya
apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, lab. mengambil sample
urin dan kemudian dikultur, setelah beberapa hari akan ketahuan bila
ada infeksi
bakteri berikut jenisnya.

Efek Negatif AB
Dibawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi AB;
1. Gangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efek
samping yang paling sering terjadi.
2. Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai
dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan
nafas, dll.
3. Demam (drug fever). AB yang dapat menimbulkan demam bactrim,
septrim, sefalsporoin & eritromisin.
4. Gangguan darah. Beberapa AB dapat mengganggu sumsum tulang, salah
satunya kloramfenikol.
5. Kelainan hati. AB yang paling sering menimbulkan efek ini adalah
obat TB seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).
6. Gangguan fungsi ginjal. Golongan AB yang bisa menimbulkan efek ini
adalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena),
Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit
ginjal, harus hati2 mengkonsumsi AB.

Pemakaian AB tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga
dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu
terhadap kita dan lingkungan sekitar, contohnya:
1. Irrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna
yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati
oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur.
Kondisi ini disebut juga sebagai "superinfection".

2. Pemberian AB yang berlebihan akan menyebabkan bakteri2 yang tidak
terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistance terhadap
AB, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat
diobati dengan mudah dengan AB yang ringan, apabila ABnya digunakan
dengan irrational, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal,
sehingga memerlukan jenis AB yang lebih kuat.
Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama
kelamaan, apabila pemakaian AB yang irrational ini terus berlanjut,
maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis AB
yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini
akan membuat
kita kembali ke zaman sebelum AB ditemukan, dimana infeksi yang
diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka
kematian
akan drastis melonjak naik.

Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit. The
less you consume AB, the less frequent you get sick.

Inappropriate AB Use
Berjuta2 resep ditulis yang mencantumkan AB untuk infeksi virus,
padahal kita semua tahu AB tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3
alasan mengapa apparopriate use of AB ini terjadi, yaitu:
1. Diagnostic uncertainty.
2. Time pressure.
3. Patient Demand."People don't want to miss work or they have a sick
child who kept the family up all night and they're willing to try
anyhing
that might work". It's easier for the physician to give AB than to
explain why it might be better not to use it.

Benar, seringkali kitapun sebagai pasien juga berperan didalam AB
irrational use ini. Sudah terbentuk persepsi didalam pasien Indonesia,
dimana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu
harus membawa resep. Malah akan aneh kalau kita tidak pulang dengan
membawa resep. Hal ini justru mendorong dokter untuk meresepkan AB
ketika tidak diperlukan. Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita
hilangkan.

How Can We Help?
1. Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan; Apa
penyebab penyakitnya? bukan apa obatnya.
2. Jangan sedikit2 minta dokter untuk meresepkan AB. Jangan
mengkonsumsi AB untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau
radang tenggorokan. Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tsb.
tanya dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan
AB.
3. Tidak mempergunakan Desinfektan dirumah, cukup dengan air dan
sabun. Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya
tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis,
pemakaian steroid jangka panjang, dll.).

Battle of the Bugs:
Fighting AB Resistance
Masalah bakteri yang kebal terhadap AB (AB resistance) ini telah menjadi
masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran
mencanangkan perang terhadap AB resistance ini.

Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian AB yang
rasional, yaitu:
1. Kurangi pemakaian AB, jangan menggunakan AB untuk infeksi virus.
2. Gunakan AB hanya bila benar2 diperlukan dan mulailah dengan AB yang
ringan atau narrow spectrum.
3. Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau
sinus) yang memang perlu AB, gunakan AB yang bekerja terhadap bakteri
gram (+).
4. Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi dibawah diafrgma, seperti
infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia,
meningitis
bakteri) pilih AB yang juga membunuh kuman gram (+).
5. Hindari pemakaian lebih dari satu AB, kecuali TBC atau infeksi
berat di rumah sakit.
6. Hindarkan pemakaian salep AB, kecuali untuk infeksi mata.

Rule for Thumb
Bila anda memperoleh terapi AB, pertanyakanlah hal2 berikut:
1. Why do I need AB?
2. Apa yang dilakukan AB?
3. Apa efek sampingnya?
4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?
5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau
sesudah makan?
6. Bagaimana bila AB ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?
7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau
makanan, dll.

Final Message
Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga
berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar
ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan
yang smart and critical. So, semoga tulisan ini dapat menambah
pengetahuan dasar ilmu kesehatan para pembaca.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menentang pemakaian AB. Sebaliknya kita
harus mengetahui bagaimana pemakaian AB yang benar dan tepat karena
justru AB yang irrational akan menyebabkan AB menjadi impotent atau
kehilangan manfaatnya. Antibiotics save lives, therefore we also have
to save Antibiotics.


-- 
With love,


Amalia Hasanah
Penghasilan bulanan 1, 4, 10, bahkan 20 juta perbulan?
Praktekkan ebook training yang tersedia gratis untuk member d’BC Network
dan lakukan pemasaran secara online!
http://www.dbc-network.com/daftar.php?id=amalia79

YM:lia_gonzalez79


------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke