Dear moms....

Makasihhh banyak buat bunda2 yang udah ngereply email saya. Ada bunda 
truly(cepet sembuh ya mba), dona, yusri, esti, nika, menot, novia, mayadeny, 
ayu erlina, dee, niyla, sita, maknya bejjo, dyah...(Eits, ada yg kelupaan 
ga???).  It means a lot to me. Memberikan pencerahan banget. 

Merangkum masukan dr bunda, saya menyimpulkan bahwa lebih aman anak saya 
dititip di neneknya daripada dgn BS aja walopun udah bisa saya percaya. 
Perubahan selama 4 hari ga akan terlalu berasa buat anak saya yg baru 6bln 
(skrg dah 7). Setelah saya pikir2, mmg saya paling baik mengalah sih dgn 
menitipkan di rmh neneknya daripada konflik. Buat mba tri, saya ga bisa bawa 
anak saya karena kami ber2 menghadiri workshop bersama2.  Mengenai asi, akan 
saya stock sebanyak 4 hari dan selama disana yah pake sistem pompa buang. 
 
Kemaren2 masih egois dan nyari pembenaran dr moms semua. Hehehe... Mungkin 
akibat ga rela selama ini berasa kurang dihargai pola asuh dan kebijakan yg 
saya terapkan (like mom thesia said). Selama ini jg suka "makan ati" kalo 
disindir2 terus. Bahkan pakai car seat di mobil aja saya ga boleh. Mending 
ditidurin aja katanya. huhuhu... Jadi curcol dehhh... Doain moga2 saya bisa 
jadi "anak baik" yah. :)

Thanks yah moms...
Membuka mataku bagaimana sebaiknya seorang menantu sekaligus ibu bersikap. 

Luv,

Lisa_
Sent from Lisa's BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Thesia" <[email protected]>

Date: Wed, 25 Mar 2009 16:50:08 
To: Ayahbunda milis<[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] (Ask)ninggalin anak dgn nanny


Perasaan mbak Andi kurang lebih sama dengan saya. Gini lho mbak, kalau 
pertanyaan nya lebih baik anak ditinggal dgn nenek atau BS? Yach pasti lebih 
baik dengan neneknya.

Tapi, ada 'tapi' nya nich hehe.. Kadang2 mertua kita kurang menghargai 
bagaimana cara kita mengurus anak, kayaknya kita salah melulu, atau kurang 
melulu (memakai metode org lama atau lebih tepatnya memaksakan).
Ditambah pasti jadwal yg sudah kita buat jd berantakan krn mengikuti kemauan dr 
nenek(iya khan?). Pdhal dia nggak ngerti kita buat itu setengah mati biar anak 
kita teratur dan tdk rewel.

Saran saya sih mbak, demi keamanan bersama, weleh dalah.. Lebih baik dititipkan 
dengan neneknya saja selama 4 hri ini, sudahlah tutup mata dulu, khan BS nya 
ikut (tp pasti kalah sih). Yach, walaupun hrs adaptasi lingkungan tp lebih aman 
lha, dibanding dengan org asing (takut lho mbak denger2 cerita)

Yang musti diinget mbak, kita adalah jago nya buat anak kita, krn yg paling 
mengerti anak kita adalah ibunya (kita khan sudah kenal dia luar dalem). So be 
happy..
Maaf kalau tidak membantu

Thesia
Yg jd ikutan curhat isi hati
Powered by Thesia's CurveBerry®

-----Original Message-----
From: "Andi Meilisa Damoza" <[email protected]>

Date: Tue, 17 Mar 2009 11:29:56 
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] (Ask)ninggalin anak dgn nanny


Hai aybunda...

Mohon sharingnya...
Putra saya tristan (6mo) sudah terbiasa diasuh dgn BSnya. Dia ga rewel dan saya 
sih percaya2 aja dgn BSnya. Keliatanlah dia sayang bgt dgn anak saya. Dia ibu 
40thn yg punya 3 anak. Anaknya kerja di kantor suami saya (suami saya 
pengusaha). Jd, saya kenal bgt sm dia. Krn itu, bulan april ini saya dan suami 
saya bermaksud ke luar negeri selama 4hari 3malam (urusan kantor jadi ga bs 
bawa baby). 

Nahh... Suami saya meminta spy tristan dititip saja di rumah neneknya. 
Alasannya, ada yg bantu jagain. Neneknya jg deket kok sm cucunya. Saya sih agak 
keberatan. Karena, selama ini tristan blm pernah sy tinggal seharian. Jadi, 
nginap di neneknya (rumah baru) dan ditinggal saya dan suami akan membuat dia 
dobel adaptasinya. Tapi, kalo neneknya yang nginap di rumah kami, saya gpp. 
Masalahnya, aturan di keluarga dia adalah yang muda hrs berkunjung ke yg tua. 
Jadi, tristan yang harus kesana (menurut suami saya)

Saya pinginnya rutinitasnya tetap terjaga (makan hrs di high chair, bobo 
sendiri di cot, sterilizer, waktu tidur dan makan dll). Tp, ribet jg mindahin 
barang2 tristan kalo nginap tempat lain. Hehehe (tau kan segudang peralatan 
bayi yg udah makan)...  Masalahnya jg, kalo dia dititip di neneknya, susah 
ngasih taunya bagaimana aturan2 kami. Karena, biasanya neneknya jg punya 
rutinitas sendiri dan pakem2 tersendiri. Tp, kalo BSnya dah paham sama aturan 
saya dan selama ini dia jg udah terbiasa. Mertua saya sangat baik hati dan 
sabar tapi sering ga sepaham dgn kami. Malah udah ratusan kali saya dilarang 
imunisasi tristan karena membuat autis. Jgn tiap bulan katanya. 3 bln sekali 
aja. Cara gendong sy salah, bikin tristan susah pup, dll. Daripada ribet, 
pinginnya di rumah aja.

Pertanyaan saya : 
1. menurut moms, apakah kekhawatiran saya berlebihan dgn beranggapan tristan 
bakal susah adaptasi kalo dititip di rumah neneknya selama 4 hari?
2. Kalopun dititip bagaimana cara memberitahu mertua cara kami mengasuh anak? 
Krn mertua saya agak susah diberi pengertian.
3. Lebih enak mana ya? Dititip di BS or mertua?

Thanks moms dah repot2 baca email saya yang panjang...
Mohon pencerahannya...

Regards,
-Lisa-
Sent from Lisa's BlackBerry®

------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke