mbak esti, okta juga beberapa kali memukul saya. mengingat usia arya yang 
hampir sama, menurut saya bisa jadi sebabnya sama. memang kelihatannya tidak 
separah arya. tetapi intinya okta juga pernah memukul saya. jelas saya tidak 
suka dan tidak setuju. kemudian saya mencari penyebabnya. karena saya tinggal 
dirumah seharian dan semalaman dengan okta, saya lebih mudah menemukan 
sebabnya. okta memukul kalau sedang begitu marah. marah karena mainan 
kesukaannya rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. marah karena dilarang dan 
sebagainya. intinya karena sangat marah. kalau marah biasa saja dia hanya 
menjerit saking kesalnya.biasanya saya pegang tangannya dan saya peluk 
dipangku. saya berusaha mengidentifikasi apa yang dirasakan. saya bilang, 
"marah ya? kenapa? mainannya rusak? kalau mainan rusak, nggak usah marah. tanya 
papa dulu, bisa dibenerin nggak". maksud saya membantunya untuk mengerti bahwa 
saya juga memahami yang dia rasakan. bahwa saya juga bisa dan
 pernah merasakan hal yang sama. bahwa perasaan yang timbul tersebut bisa 
diatasi dengan cara lain selain memukul. apalagi secara genetis, papanya okta 
juga tergolong tidak pintar mengungkapkan perasaannya. marah atau tidak setuju 
atau apa. hanya diam saja. biasanya saya memberi penjelasan setelah okta lebih 
tenang. setelah bangun tidur siang, misalnya. tidak selalu berhasil 
memang.bagaimanapun okta memasuki usia yang disebut 'terrible two' yang katanya 
sudah mulai ingin mandiri tetapi sebenarnya dalam banyak hal masih perlu 
dibantu. merasa sudah lebih besar. sudah memiliki kemauan sendiri. tidak ingin 
diatur-atur seperti masih bayi. karena sudah kebanyakan kemauan tetapi belum 
bisa sendiri, jadi frustasi dan mudah marah. coba mbak esti dan papanya arya 
evaluasi. mungkin saja arya meminta perhatian lebih dari biasanya mengingat 
mbak esti dan suami sama-sama bekerja diluar rumah. kan menurut mbak 
pengasuhnya, arya menurut kalau mbak esti dan papanya belum
 pulang. yang jadi korban kan malah papa mamanya yah.arya kan belum pintar 
mengungkapkan keinginannya. mungkin dia pengen main lebih lama. lebih variasi 
dengan papa mamanya kalau sedang 
dirumah.  jadi sebelum khawatir, sebaiknya dipikir-pikir dulu sebab dan pemicunya apa. dengan
 memahami penyebabnya, kan lebih mudah mencari solusinya. salam untuk arya 
yah.salam,noviamamanya okta 


      

Kirim email ke