Dear smart parents.. Monggo di baca .... he.he,..
Thank's and Best Regards Yayuk Triwahyuni Refleksi: Ini gara gara Seks bebas dan Kemerosotan moral, Dan Pornografi :( Setujuuuuuu bangett.... Gara-gara Suami, 10 Ibu Tertular HIV di Banten Selasa, 14 April 2009 | 21:08 WIB SERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 10 ibu rumah tangga di Provinsi Banten teridentifikasi tertular positif penyakit HIV/AIDS setelah dilakukan pemeriksaan khusus di Klinik Teratai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang. "Ke-10 ibu rumah tangga itu saat ini mendapat perhatian serius agar tidak menularkan virus kepada keluarga maupun orang lain," kata dr Edi Santoso dari RSUD Serang, Minggu. Edi mengatakan, ke-10 ibu rumah tangga itu tertular dari suaminya yang terlebih dahulu tertular HIV/AIDS. Penularan HIV/AIDS terbukti dengan menyerang siapa saja dan tidak pandang bulu, termasuk ibu rumah tangga yang baik-baik dan rajin ibadah juga tertular HIV/AIDS. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada berbagai elemen masyarakat agar melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS dengan tidak mengonsumsi narkoba, menggunakan jarum suntik bekas, dan hubungan seks yang gonta-ganti pasangan. Sebagian besar penularan HIV/AIDS disebabkan jarum suntik, narkoba, hubungan seks yang sudah terkena HIV/AIDS, dan transfusi darah. Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada laki-laki untuk menggunakan kondom karena kondom bisa mencegah risiko penularan HIV/AIDS. "Selama ini, penyakit HIV/AIDS di Banten tahun ke tahun di Banten mengalami peningkatan," katanya. Dia menjelaskan, sejak 1996, penderita HIV/AIDS di Banten hanya dua orang terkena positif HIV. Akan tetapi, saat ini penularan HIV/AIDS di Banten tercatat sebanyak 1.413 kasus dan 51 dilaporkan meninggal dunia. Dari 1.413 kasus itu di antaranya sebanyak 1.181 kasus menderita HIV dan 232 kasus teridentifikasi AIDS. Artinya, lanjut dia, penularan penyakit HIV/AIDS sudah tahap mengerikan. "Saya kira penularan HIV/AIDS akan terus meningkat apabila masyarakat sendiri tidak membangun paradigma hidup sehat," katanya. Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Arief Mulyawan, mengatakan, pihaknya saat ini terus memonitor 10 ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS. Penyakit HIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular dan mematikan sehingga perlu adanya pencegahan agar tidak menularkan kepada orang lain. "Selama ini kami dan Klinik Teratai bekerja sama untuk melayani penderita HIV/AIDS," katanya. http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/14/21081215/gara-gara.suami.10.ibu.tertular.hiv.di.banten 51 Warga Banten Meninggal akibat HIV Selasa, 14 April 2009 | 20:45 WIB SERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 51 warga Provinsi Banten dilaporkan meninggal dunia akibat tertular virus HIV/AIDS sehingga perlu adanya pencegahan agar penyakit itu tidak lagi menular kepada keluarga atau orang lain. Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten Ariep Mulyawan, Selasa, mengatakan, pasien penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia itu terakhir adalah tiga anak usia di bawah lima tahun (balita) yang menjalani perawatan di RSUD Serang dan Cilegon. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, hingga saat ini penderita HIV/AIDS mencapai 1.413 kasus, di antaranya sebanyak 1.181 kasus HIV dan 232 kasus teridentifikasi AIDS. Adapun pasien HIV/AIDS yang meninggal dunia tercatat sebanyak 51 orang. Oleh karena itu, pihaknya meminta upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat menuju paradigma sehat. "Jika sudah terkena penyakit itu, dipastikan akan menelan biaya cukup besar, dan karena itu lebih baik mencegah," katanya. Menurut dia, saat ini penemuan kasus penderita HIV/AIDS di Banten belum diketahui secara pasti karena secara estimasi angkanya mencapai 6.000 kasus. Sementara itu, pasien positif yang terkena HIV/AIDS dan kini menjadi obyek pengawasan Klinik Voluntary Counseling Treatmen (VCT) dan Care Support and Treatment (CST) RSUD Serang sebanyak 1.413 orang. Bahkan, epidemi HIV/AIDS sudah mengancam ibu rumah tangga dan anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang tertular HIV/AIDS. Sejauh ini, penularan HIV/AIDS menjadikan ancaman bagi masyarakat dan kemungkinan wanita tunasusila atau wanita pria (waria) tertular virus HIV/AIDS. Sebab, mereka belum menjalani pemeriksaan di Klinik Teratai Voluntary Counseling Treatmen (VCT) dan Care Support and Treatment (CST) RSUD Serang. "Untuk itu, pencegahan HIV/AIDS diwajibkan menggunakan kondom karena risikonya sangat kecil," katanya. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan narkoba, jarum suntik bekas, dan melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan karena bisa menimbulkan sumber penularan HIV/AIDS. "Bila kita tertular HIV/AIDS, tentu yang rugi keluarga sendiri," ujarnya. ************************************ ------------------------------------
<<image/gif>>
<<image/gif>>
