Hi ..mbak dian ..aku paham sekali akan perasaan mbak..kebetulan saya adalah seorang guru playgroup dan tk ..aku dah hampir 9 thn bergelut didunia anak-anak. memang dengan pengalaman mengajar anak-anak , guru biasanya tahu kelebihan anak didiknya, bahkan tahu kalau ada ada yang memiliki kebutuhan khusus, atau biasanya dibutuhkan guru pendamping khusus. mbak kalau aku boleh saran, mbak bisa cari sekolah yang yang memiliki konsultan psikologinya, sepengetahuan saya ada kok dijakarta , apalagi didaerah deket rumah mbak :).
Mohon maaf kalau ada salah penyampaian. Semoga berguna ya mbak. --- On Fri, 4/17/09, mariska pangaribuan <[email protected]> wrote: From: mariska pangaribuan <[email protected]> Subject: Bls: [Ayahbunda-Online] Share.....Shocking.....Trial Pre-School di Gi*a Is**mic Mon*esori To: [email protected] Date: Friday, April 17, 2009, 1:39 AM mbak dian........ .. anak dengan kebutuhan khusus itu kan macem2, tapi saya tidak mendapat informasi dari email mbak tentang apa yang membuat Keian beda, kita sebagai ibu pasti lebih tau koq tentang anak kita daripada orang lainnya, kalau ibunya saja tidak melihat ada yang beda dari anaknya biasanya mah gak ada apa2 mbak. tapi kalo mau lebih pasti bisa aja konsultasi kepada klinik tumbuh kembang. ada banyak koq, cari aja yang dekat rumahnya. di klinik tumbuh kembang biasanya anak akan ketemu dengan tim yang terdiri dari dokter anak dan psikolog. nanti darisana akan dicari apakah tumbuh kembanganak sesuai atau tidak... pemeriksaan dengan melihat anaknya dan melihat data tumbuh kembang sebelumnya. jangan cemas dulu mbak. waktu anak saya terlambat duduk, stepahanie juga dikonsulkan ke tumbuh kembang. saya konsultasi keklinik tumbuh kembang di rs harapan kita. n skarang disarankan untuk fisiotherapi disana. smoga membantu ya mbak.... mariska Dari: rdesanto <rdesa...@yahoo. com> Kepada: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com Terkirim: Selasa, 14 April, 2009 09:55:24 Topik: [Ayahbunda-Online] Share.....Shocking. ....Trial Pre-School di Gi*a Is**mic Mon*esori Halo mommies… Nama saya Dian, saya Ibu dari Keian Akbar yang usianya 3,5 thn. Sekitar seminggu yang lalu, saya mengalami kejadian yang cukup bikin shock…dan saya ingin share di sini, boleh ya, mom? Mungkin ada yang pernah ngalamin atau bisa bantu saya… Jadi begini awalnya, mengingat usia Keian yg sudah cukup untuk sekolah, saya dan suami berniat untuk menyekolahkan dia…mulailah pencarian itu. Berdasarkan rekomendasi dari teman, pilihan pertama jatuh ke Gi*a Is**mic Mon*esori School di Kemang. Ada beberapa pertimbangan, pertama sekolah tersebut sekolah Islam dengan kurikulum montesori, kedua dekat dari rumah. Kunjungan pertama kami lakukan hanya untuk observasi, lalu kami membuat janji untuk trial. Selama trial, semua berjalan lancar (sejauh pemantauan saya dan suami tentunya..). Setelah trial, seperti biasa saya mengisi semacam buku tamu dan menanyakan informasi tentang sekolah tersebut, ya seperti layaknya orang tua yang sedang mencari sekolah untuk anaknya. Dua minggu kemudian, saya menghubungi mereka. Di sinilah saya mengalami kejadian itu. Saya menghubungi mereka untuk meminta rincian biaya, dll. Setengah jam kemudian, pihak sekolah, tepatnya Ms. Den*i menghubungi saya kembali. Ms. Den*i mengatakan bahwa pada hari Keian trial, ada pemilik sekolah tersebut di sana. Saya tidak tahu siapa pemilik sekolah tersebut dan tidak diperkenalkan kepada beliau. Ms. Den*i menyampaikan kepada saya, bahwa berdasarkan `insting' pemilik sekolah tersebut, Keian berbeda, "lain", katanya. Dan karena sekolah tersebut belum bisa menangani anak dengan kebutuhan khusus, saya dianjurkan untuk meminta pendapat ahli. Shock berat, itu reaksi saya. Saya tanya `beda' seperti apa? Dia juga ga kasi jawaban yang memuaskan. Saya tanya kenapa saya tidak dihubungi sebelumnya, dia bilang, mereka sibuk. Ha?! Apa karena anak saya blm menjadi murid di sana, jadi mereka memperlakukannya seperti itu? Saya tidak bisa berkata apa-apa. Akhirnya saya minta suami yang menghubungi Sekolah Gi*a untuk menanyakan detilnya. Sekali lagi, Ms. Den*i tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. Sedih rasanya, mendengar `diagnosa' tersebut. Saya mengerti mungkin karena mereka tidak memiliki kualifikasi di bidang psikologi anak, mereka tidak bisa memberikan penjelasan terinci. Saya pun mengerti kalau pun Keian memang memiliki kebutuhan khusus, mereka belum bisa menanganinya. Tapi yang saya tidak terima, apakah pantas hal tersebut disampaikan dengan cara yang seperti itu? Saya disuruh mencari pendapat ahli, tapi tidak diberitahu harus pergi kemana? Setelah kejadian itu, saya dan suami memutuskan untuk mencari sekolah lain sambil mencari informasi ttg klinik tumbuh kembang anak di Jakarta. Apakah ibu-ibu ada yang pernah punya pengalaman seperti saya? Sejauh mana, seorang anak bisa dikatakan memiliki kebutuhan khusus? Dan juga soal konsultasi ke klinik tumbuh kembang anak, coz I have no clue kalo saya & kean kesana tuh, nanti kita musti apa? Thank u, mom… Dian Ibu-nya Keian Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!
