Dear mom Desi,

Kalau aku pilih asuransi plus unit link soalnya ga kena pajak hehehhe.Plus dpt 
proteksi jiwa dan kesehatan pula. 
Bunga Investasi lebih besar drpd bunga deposito.
Pembayaran premi ada jatuh tempo jd kita akan merasa punya kewajiban utk 
menabung alias dipaksa utk sesuatu yg bertujuan baik.AKu sih ambil yg preminya 
cuma sampai 10 thn.
Tp harus diingat bhw tabungan dgn konsep asuransi adalah dgn tujuan jangka 
panjang bukan jangka pendek. Tp pasti menguntungkan kok soalnya dah ngerasaain 
sendiri manfaatnya.Dan kalau sewaktu waktu butuh bisa diambil juga nilai 
tunainya jd account kita ga di kunci.

Cheers
Dewi A-ang
  ----- Original Message ----- 
  From: troy20destrian 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, April 28, 2009 11:41 AM
  Subject: [Ayahbunda-Online] Re: lbh menguntungkan mana? Ausransi or tabungan 
pendidikan?





  --- In [email protected], Dessi Dessi <dessi_mail...@...> 
wrote:
  >
  > Dear Moms and Dads,
  > 
  > Ada yg tau gak yah lbh mengguntungkan mana : asuransi atau tabungan 
pendidikan? Soalnya bingung nih mo buat utk anakku...
  > 
  > Thanks
  > 
  > Dessi
  >

  Dear Mb Dessi, 
  sekedar sharing aja ya, 
  kalau aku lebih memilih investasi dalam bentuk logam mulia (emas) tapi bukan 
perhiasan. Pertama pertimbanganku knp tidak melirik asuransi karena menyimpan 
aset dalam bentuk rupiah/ mata uang kertas pasti akan rugi karena tergerus 
inflasi terus.Meskipun ada skema perhitungannya untuk jangka waktu sekian tahun 
misalnya. Misal Prediksi qta biaya pendidikan anak 5 th lagi untuk TK sekian 
juta. Ketika sudah sampai masa itu, nilai yang kita simpan sekian juta itu, 
aslinya sudah tidak senilai itu, karena ada sudah tergerus inflasi (meskipun 
ada bunga dsb, tetap tidak mengejar laju inflasinya)
  kemudian aku cari info untuk emas, kalau mau menyimpan emas batangan, 
nilainya masih terlalu besar (belum terjangkau). Akhirnya aku dapat informasi 
mengenai koin dinar.Dinar ini koin emas 4, 25 gr 22 karat dengan kemurnian 
91,7% (kalo perhiasan rata2 22 karat kemurniannya hanya 70%) ada sertifikatnya 
dari PT. Aneka Tambang (ANTAM) yang mengedarkan Lembaganya namanya wakala (aku 
dapat info di http://www.wakalaalbana.co.cc) Ya udah, aku coba beli 1 dinar 
waktu tahun 2008 bulan Februari. Saat itu ratenya sekitar Rp. 1.197.000, dan 
hari ini (setahun kemudian), ratenya sudah mencapai Rp. 1,3 jt. Misalkan 
perkiraan biaya sekolah anak kita 5 th lagi 10 jt. Kenaikan rata-rata nilai 
dinar ini sekitar 25% pertahun, maka bisa dihitung kira2 kita butuh berapa 
dinar untuk mencapai nilai segitu 5 tahun lagi (lebih jelasnya bisa baca di 
website tersebut (http;//www.wakalaalbana.co.cc/blog/Asuransi_atau_dinar???)
  Lalu bila dinar masih belum terjangkau, ada pilihan lain yaitu dirham/khamsa 
(perak) nilainya relatif lebih terjangkau. 1 khamsa (setara dgn 5 
dirham)sekitar Rp. 139.00- 142.000. Bila sudah mencapai 11 khamsa dapat 
ditukarkan dengan 1 dinar.
  Akhir-akhir ini juga semakin marak kok pembahasan mengenai dinar dan dirham, 
hari Minggu kemarin saya membaca di Rubrik Islam Diggest harian Umum Republika 
juga dibahas mengenai dinar sebagai investasi menguntungkan.
  Begitu bu Dessi. Semoga bisa membantu. 

  regards

  Destri ~ bundaasma



  

Kirim email ke