Ikut nimbrung ah... Jadi inget cerita temen niy...temen saya niy orang Jerman, baru bbrp bulan tinggal di Jkt, 3 minggu pertama mereka disini, temen sekelas anaknya ultah, mereka diundang....karena di Jerman pesta ultah anak2 (6th) biasanya lebih ke family gathering, santai, yang diundang juga keluarga atau temen terdekat, maka mereka datang dengan kostum santai..alias anaknya pake celana pendek(anaknya laki2) dan kaos, bapak ibunya pakai celana panjang katun biasa plus kaos krah juga, plus sepatu sandal. Mereka pikir, diundang ultah hari minggu pagi kan mestinya santai, krn minggu kan more like family day....begitu masuk pintu gerbang sang empunya rumah, mirip banget dengan penggambaran mbak Tri...disambut tokoh karakter disana sini, makanan berlimpah, goody bag macem2...(it's bigger than wedding, kata mereka mengenai pestanya)...jelas temen saya sekeluarga salah kostum, smua parents yg ada kan paling gak pake kemeja rapi celana sepatu remi, mak-nya pada pake rok, anak2 mlipit bahkan yang ultah pake jas...
2 minggu berikutnya, ada undangan lagi, kali ini mereka nggak mau salah kostum, make kemeja dan rok, pestanya kurang lebih sama dengan sebelumnya, heboh, meriah, mewah (untuk ukuran saya ...) Minggu depan temen saya niy anaknya ultah..dia bilang: I won't celebrate his birthday...kayaknya smua orang Indonesia kalo party musti ngundang banyak orang (padahal nggak juga....kebetulan aja dia bergaul sama yang bikin partynya heboh..) and I couldn't afford it... memang lain ladang lain belalang..... buat saya pribadi, bithday it's about family matter. jadi kalo mau bikin pesta, ya terserah anaknya, mau ngundang siapa, ya suka2 dia, nggak mau lebih baik (hihihi..pengiritan..) Mbak Tri, ntar lain kali kalo dapat undangan party, ajak-ajak ya...aku blum pernah lho liat party yang seperti mbak critanin.... -- Ayu HUSODO http://www.ayuhusodo.blogspot.com/ For gifts and family products from around the globe, visit http://www.strawberrypatch.biz
