Dear Bunda,
Dari milis sebelah. Semoga bermanfaat.
Regards,
mama Bagas & Hilyah
=================================
=================================
OBAT - OBAT TRADISIONAL UNTUK SI KECIL
Untuk
penyakit ringan, obat tradisional dari bahan-bahan alami cukup
efektif, kok.
Hanya saja, kalau sampai 3 hari sakitnya masih berlanjut,
sebaiknya segera
konsultasikan ke dokter. Orang tua kita dulu membalurkan
parutan bawang merah
ke perut si kecil bila kembung, meneteskan air perasan
daun miana ke mata
bayi yang belekan, atau mengoleskan abu bakaran bunga
sidowayah untuk
mengeringkan pusar bayi. Masihkah hal ini berlangsung?
"Sayangnya, tradisi
ini sudah banyak ditinggalkan. Tak lain karena
kebanyakan orang tua, kini
tidak lagi mengetahui kegunaan dari tanaman
tersebut untuk pengobatan. Bahkan
sebagian menganggap bahwa ramuan
tradisional itu kuno, takhayul, repot,
pahit, bau, dan tidak manjur," sesal
Endah Lasmadiwati, seorang pelestari
tanaman obat dan pengembang kesehatan
alami yang memiliki dan memimpin Taman
Sringanis, Bogor. Padahal,
menurutnya, ramuan
tradisional ini cukup efektif untuk mengobati penyakit
anak, terutama yang
ringan-ringan, seperti pilek, panas, diare, masuk angin,
dan lainnya. "Namun
dengan catatan, bila dalam waktu 3 hari tak
ada gejala membaik, maka tetap
harus membawanya ke dokter."
KEBERSIHAN OBAT
Dalam meramu
obat-obatan, sudah tentu harus diperhatikan segi kebersihannya.
Tanaman obat
yang akan digunakan sebaiknya dicuci dengan air matang. Baik
bahan-bahan obat
maupun perlengkapan yang akan digunakan, hendaknya dicuci
bersih dan tidak
berkarat. Begitu juga kain yang dipakai untuk memeras atau
menyaringnya. Hal
ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kotoran cacing,
bakteri, virus, atau
kotoran tikus yang menempel dan dapat menyebabkan
penyakit leptospirosis.
Sementara takarannya, untuk anak dapat diperkirakan
sendiri. Menurut Endah,
orang tua pasti punya insting untuk itu. Misalnya,
untuk membalur badan anak
yang masih kecil, cukup gunakan satu siung bawang
merah saja. Kalau anaknya
sudah besar, sediakan dua siung bawang. Begitu pun
untuk dosis yang diminum,
untuk membuat ramuan dosis anak, cukup kira-kira
1/2 atau 1 ruas jari untuk
kunyit atau jahe. "Semakin besar usia anak, tentu
dosisnya semakin besar.
Semua harus dikira-kira sendiri dengan ukuran alami,
tak bisa seperti dosis
dokter dengan miligram atau mililiter ekstrak obat."
Memang, akunya, ramuan
yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan juga punya dampak
yang cukup berbahaya bila
dosisnya berlebihan, seperti timbulnya rasa mual,
muntah, pusing, diare, dan
lain-lain. Begitu pun bila dosisnya terlalu
sedikit, bisa tidak efektif dan
lama sembuhnya. "Jadi, bila tak yakin pada
ukuran ramuannya, lebih aman
tanyakan kepada ahlinya atau yang sudah
berpengalaman. Bisa juga berpatokan
pada buku-buku ramuan."
Aneka Obat - obatan
* Penurun panas,
batuk, dan pilek
Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu
balurkan pada punggung
sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar
dan ubun-ubun. Untuk
ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok
teh madu, aduk, lalu
kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3
sendok teh setiap 2 jam
sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke
atas. Bila usia anak di
bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya
yang minum ramuan
tersebut.
Pada anak yang agak besar, gunakan
ramuan minum berupa air kunyit dan
madu.Setengah sampai satu ruas jari kunyit
yang sudah bersih dibakar,
dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang
1/2 cangkir, peras,
kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa
endapan dengan
kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian
disuapkan
pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit
cacar air,
flu, atau
apa saja.
* Perut kembung
Parut
bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang
sudah
diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar
yang
dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan
pada
pusar si kecil.
* Diare
Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih
dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk
daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4
sendok teh, rebus dengan api
kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam
sekali. Untuk mengusir gas, maka
pusarnya ditapeli dengan parutan bawang
merah yang sudah diberi minyak
telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh
juga dengan mengunyah halus
pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih
ditambah garam lalu ditelan.
* Muntah-muntah
Muntah bisa
disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh
ketumbar, 3 butir
kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas.
Kemudian direbus.
Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering
mungkin atau 2 jam
sekali. Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya,
cuci 1 sendok makan
beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut
sampai berwarna
kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari
kencur, 1 ruas
jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu
diseduh dengan air
panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam
jawa. Saring, lalu
diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.
* Batuk
Sediakan air
jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air
matang 2
sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak
dingin, minumkan
pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.
* Batuk seratus
hari
Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih,
parut dan
seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan
tambahkan
sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari.
Bisa
juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan
ambil
bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air
hangat
dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.
* Batuk
karena angin atau dahak susah keluar
Sediakan 1 butir bawang merah
diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas
airnya, 7 butir adas manis, 1
ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1
sendok makan air jeruk nipis,
dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di
cangkir, kemudian kukus dan
setelah itu saring. Minum 3 kali sehari
masing-masing 2 sendok teh.
*
Batuk berlendir
Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok
makan, bawang putih 1
siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1
sendok makan, dan 3
sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4
kali sehari 2
sendok teh.
* Pilek
Siapkan bawang merah yang
diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh
(bagian tengkuk) dan
ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu
putih. Beri juga
minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur.
Selain itu, jemur
anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di
bawah jam 9 pagi.
Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung
seperempat jam. Ini
bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.
* Mata bintitan
Ambil
getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon
meniran.
Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya,
sedikit
saja, jangan sampai terkena mata.
* Mata merah
Taruh 3 lembar daun
sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh
dengan air panas.
Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan
matanya dalam air
tersebut.
* Sariawan
Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air
panas dan kupas kulitnya.
Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok,
saring dan tambahkan
sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat
tersebut.
* Tak nafsu makan
Menurut Endah, hilangnya nafu makan
dapat disebabkan cacingan atau hal lain
seperti masuk angin. Cara
mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar,
setelah itu hangatkan
sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak
kelapa pada daun tersebut
dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di
atas pusar anak, yang
sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon. Bila
usia anak sudah lebih dari
setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan
daun pepaya, 1 ruas jari temu
hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok
(tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan
ditumbuk halus, lalu peras
pakai kain dan masukkan ke mulut anak. "Khasiat
temu hitam untuk
mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah
nafsu makannya,
dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan
tubuhnya. Untuk menambah nafsu
makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas
jari temulawak, gula merah, air
secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus
dan saring. Minumkan pada anak
1-2 sendok makan sehari
*
Mimisan
Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan
disumpalkan ke
hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan
ramuan: 1/2
jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh
dengan 1
cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan
ke anak
ditambah sedikit madu.
* Benjol karena benturan
Rendam
1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam.
Setelah
halus, tempelkan ke bagian yang benjol. Bisa juga diberi ramuan:
bawang putih
diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi
madu, setelah itu
dioleskan ke bagian yang benjol.
* Keringat buntet
Sesering
mungkin dibedaki tepung kanji.
* Congekan
Cuci bersih 3 lembar
daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau
lengkuas merah muda, lalu
tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan
air perasannya ke telinga.
Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.
* Panu
Dua jari
langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi
dan sore
atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.
* Koreng atau
borok kepala
Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus
dengan sedikit air,
oleskan pada bagian kepala. Bisa juga diberi ramuan: daun
brotowali, parutan
kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke
kepala. Boleh juga hanya
dengan kunyit saja.
* Sakit
gigi
Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke
gigi yang
sakit karena berlubang.
* Digigit nyamuk
Hilangkan
bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan
dioleskan ke
bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa
digunakan minyak
sereh.
* Asma
Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1
gelas, kemudian dikukus.
Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali
sehari. Bisa juga, 10
siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus
bersama 1 gelas air.
* Luka-luka berdarah
Cuci bersih daun jambu
biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas.
Tapelkan pada luka tersebut.
Darah akan berhenti segera.
* Keracunan
Minum air kelapa hijau
muda 3 kali sehari 1/4 gelas.
* Biduran atau kaligata
Balurkan
tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon.
Untuk ramuan
minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula
merah, dan garam
direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin
diminumkan 3
kali sehari 1/4 gelas.
sumber : Syifa Agency Pusatnya Obat
Herbal