Kilas Balik Darryl 1st Year
-ASI untuk Anakku-
Alhamdulillah…Kamis, 30 April 2009, tepat satu tahun semenjak
kelahiran anak laki-laki ku “Darryl Azri Utama”.
Catatan ini merupakan pengingat betapa bersyukurnya kami atas kehadiran
Darryl ke dunia. Sebagai ungkapan syukur itu, saya meng-kampanye-kan Air
Susu Ibu (ASI) bagi para ibu yang baru saja memiliki buah hati maupun
yang sedang menanti kelahirannya. Perkenankan saya berbagi kisah dan
mempersembahkan pengalaman pribadi ini.
Saya telah mengalami dua kali kehamilan dan keguguran pada kehamilan yang
pertama. Pada kehamilan kedua, di usia 41 minggu, Darryl lahir secara
sectio… walaupun demikian, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) berhasil
dilakukan. Saat itu Darryl (yang baru berusia 2 hari) mengalami kuning
karena ASI belum lancar sedangkan Darryl sangat membutuhkan cairan. Atas
rekomendasi dokter dan persetujuan kami (saya dan suami); akhirnya Darryl
dibantu dengan susu formula. Berkat segala upaya dan bantuan semua pihak,
Alhamdulillah, ASI keluar pada hari ke-3. Hari ke-4, kami pulang dari RS
dan kondisi Darryl tetap dipantau oleh dokter. Kami bertekad memberikan
full ASI tanpa campuran susu formula. Hari ke-7 kami ke dokter, ternyata
berat badan dan tes darah menunjukkan hasil yang memuaskan. Segala
kekhawatiran dan pengorbanan tergantikan dengan kebahagiaan tak terhingga.
Kelak, pengalaman ini menjadi pemicu semangat dalam memberikan ASI
Ekslusif sekaligus menyiapkan ASI perah untuk perbekalan setelah cuti
melahirkan berakhir.
Alhamdulillah, semenjak Darryl lahir, saya sudah mulai menabung sedikit
demi sedikit ASI perah dan disimpan di 3 lokasi berbeda: di rumah kami dan
di rumah kedua orang tua kami. Tak terasa, dua setengah bulan berlalu
dengan cepat dan tibalah waktunya untuk kembali bekerja. Selama ini Darryl
selalu menyusu dan saya tidak menghitung berapa banyak yang dikonsumsi
setiap harinya. Alhasil, Darryl minum ASI perah sebanyak 5 sampai 7 botol
setiap hari padahal tiap malam sepulang saya bekerja, Darryl tetap
menyusu. Persediaan ASI perah selama dua setengah bulan habis hanya dalam
hitungan minggu. Tiap hari adalah perjuangan melawan rasa malas dan letih
untuk tetap memerah sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah, Darryl berhasil
diberikan ASI Eksklusif walaupun di masa-masa awal kelahirannya sempat
merasakan susu formula. Lambat laun persediaan ASI perah yang berlimpah
disimpan tidak hanya di 3 lokasi tapi berkembang menjadi 5 lokasi.
Enam bulan berlalu dengan cepat dan tiba saatnya Darryl makan makanan
lunak. Makanan pendamping ASI pertama dan utama adalah bubur beras merah
dilengkapi bubur-bubur lainnya. Beruntung sekali kami memiliki asisten
rumah tangga yang sigap, rajin, jujur dan terpenting sangat menyayangi
anak kami. Dengan ini, kami tidak mengalami masalah berkaitan dengan
perawatan Darryl; mengingat saya dan suami berkantor dari pagi hingga sore
sehingga pengasuhan Darryl kami percayakan sepenuhnya ke beliau selama
kami tak di rumah.
Saat menginjak bulan keenam, produksi ASI saya menurun karena sudah mulai
“datang bulan”. Seiring dengan itu, Darryl mulai tumbuh giginya: gigi
pertama dan kedua tumbuh di usia 6 bulan, gigi ketiga dan keempat tumbuh
saat usianya 7 bulan, selanjutnya gigi kelima, keenam dan ketujuh tumbuh
ketika memasuki usia 9 Bulan sampai saat ini telah 8 gigi tumbuh diusianya
menginjak 1 tahun.
Dilema untuk tetap menyusui (keinginan menyusui ada tapi produksi
berkurang) turut mempengaruhi stok produksi ASI. Perlahan-lahan saya
menarik stok ASI perah yang sudah dititipkan di beberapa tempat sampai
akhirnya stok ASI perah hanya tersedia di rumah.Puncak kekhawatiran saat
Darryl 11 Bulan ”will I make it?” karena stock hanya berada di 1 tempat.
Berbagai usaha dalam penambahan jadwal memerahpun ditambah, penyimpanan
stok dikurangi (demi men-sugestikan diri stock banyak). Alhamdulillah
ternyata dengan tetap aktif menyusui; produksi ASI tetap dapat
dipertahankan. S1 & S2 pun dilalui tanpa kejar tayang, mudah-mudahan
masih terus menyusui sampai 2 tahun. Amin
Selamat Ulang Tahun, Darryl sayang.
Mohon doa’nya semoga Darryl menjadi anak yang soleh, sehat dan
pintar. Insya Allah, di setiap tegukan ASI yang mengalir di setiap aliran
darahmu bisa menjadi bekal untuk kesehatan, kecerdasan, ketangguhan untuk
Darryl. Amin. Satu rintangan telah dilampaui, Insya Allah
rintangan-rintangan dalam merawat dan mendidik Darryl dapat dilalui oleh
Kami.
Terima kasih telah menyediakan waktu untuk membacanya. Kami harap
pengalaman ini dapat bermanfaat bagi para ibu yang sedang memiliki bayi
dan Ibu menyusui bekerja. Sebagai orang tua, merupakan sebuah kebanggaan
tersendiri bila dapat mempersembahkan yang terbaik buat buah hati.
--------------------------------------------------------------------
This message contains confidential information and is intended only for
the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to
receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy
this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system