Iya moms aku jg mo tanya, berapa lama botol susu n nipel harus diganti, maklum 
anak pertama n anakku baru bs minum dari botol pake nipel kira2 5 bulanan d, 
sebelumnya asi ( ga mo sufor ampe 8 bln-an ) tp tpaksa mo krn mamanya mulai 
kerja lg pas Rafa umur 9 bln. Selama ini pake botol tp pake sedotan ( pas yg 
ngasuh plg n sempet ganti2 pengasuh n di urus ma omanya jd dpakein botol ma 
nipelnya, kt omanya lama pake2 sedotan  ) jd ya sekarang mulai doyan pake botol 
+ nipel nya. Nah sekarang aku yg binun kapan harus diganti dengan yg baru botol 
ma nipel nya ( berapa bulan / tahun ato tunggu butut / binun nich ).
Mohon pencerahan ya moms 
 
Tq b4
Oci - indung na Rafa 17 Bln
--- On Thu, 5/7/09, veronica harli <[email protected]> wrote:


From: veronica harli <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Untuk diingat KODE PLASTIK
To: [email protected]
Date: Thursday, May 7, 2009, 8:38 AM













trima kasih bunda rina tuk infonya.. masih berhubungan dengan plastik, apa 
botol susu anak memang harus direbus setelah dicuci bersih?? karna kakak saya 
tidak melakukan itu dan berapa lama kita harus mengganti botol tersebut dengan 
yang baru.. Bunda mohon sharingnya.. . trims
 
takut takut ternyata selama ini beli botol plastik yang salah

--- On Wed, 6/5/09, rina to <rina_...@yahoo. com> wrote:

From: rina to <rina_...@yahoo. com>
Subject: [Ayahbunda-Online] Untuk diingat KODE PLASTIK
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, 6 May, 2009, 1:13 PM









Untuk diingat KODE PLASTIK
Penulis : Bunda Zahra (Bunda za...@bundakreatif. com)


Bicara soal plastik sepertinya tidak bisa lepas dari kehidupan kita 
sehari-hari. Dari perabot rumah tangga, perangkat elektronik dan terutama 
plastik sebagai kemasan atau wadah makanan dan minuman. Pemberitaan soal 
plastik beberapa waktu lalu sempat ramai karena beberapa produk botol susu bayi 
terbuat dari plastik yang berbahaya. Ini sempat membuat saya shock juga lho, 
karena dengan alasan asi saya yang belum juga mencukupi sampai hari ketujuh 
setelah si kecil lahir, terpaksa diberi susu formula. Apa botol susu yang saya 
gunakan untuk si kecil aman? Karena ternyata dampaknya cukup serius, jika masuk 
ke dalam tubuh dan terakumulasi dapat mengakibatkan kanker, perubahan hormon, 
mempengaruhi saraf dan perkembangan janin di dalam rahim. 
Sejak saat itu saya memutuskan untuk selalu melihat kode plastik kemasan 
makanan dan minuman sebelum memutuskan membeli, terutama demi keamanan si kecil.

Sampai hari berikutnya di sebuah supermarket saya kebingungan menatap angka 1 
di dalam segitiga tanda panah melingkar di bawah kemasan juice yang ingin saya 
beli. Ini nomor yang aman gak ya?
Nomor berapa yang aman untuk makanan dan minuman?
Setelah hunting di internet dan diketik rapih, saya meminta suami juga si mbak 
yang bantu di rumah untuk menghapal kode - kode ini. Lalu saya tempel di pintu 
kulkas agar jika tetap lupa saat sedang di supermarket, bisa telp rumah dan 
minta orang rumah melihatnya.




Kode

Bahan baku plastik

Untuk mengemas




Polyethylene terephtalate (PTE atau PETE)
Aiir minum, minuman berkarbonasi, jus, saus, jeli, selai dan minyak goreng




High density polyethylene (HDPE)
Susu, yogurt dan galon air Sminum


#


Polyvinyl chloride (PVC) atau disebut vinil 
(Cling wrap), wadah kue kering atau cokelat.




Low density polyethylene (LDPE) 
Plastik kemasan rapat (cling wrap) roti, makanan beku dan botol plastik yang 
dapat ditekan




Polypropylene (PP)
Sup, saus tomat dan margarin


#


Polystyrene (PS)
Dikenal dalam bentuk kemasan stereofom 


#


Polycarbonate

mengandung bisphenol-A yg berbahaya & dpt bermigrasi. Plastik ini tahan suhu 
tinggi. Ada yg menggunakan sbg botol susu bayi & alat2 makan (sendok, garpu, 
pisau) plastik.

Catatan : # Berbahaya jika digunakan untuk makanan atau minuman. 
Untuk plastik kode 4 meskipun aman, sebaiknya jangan diisi ulang lebih dari 3 
kali.
Hal lain yang harus diingat tetap hindari memanaskan makanan dengan wadah atau 
bungkus yg terbuat dari plastik dalam microwave. Jangan pula menggunakan tempat 
dari plastik untuk menaruh makanan panas dan berminyak. Karena migrasi 
(perpindahan) komponen plastik ke dalam makanan selama pemanasan atau pada suhu 
tinggi semakin besar. kecuali untuk wadah plastik yang telah dijamin 
keamanannya atau food grade.
Jadi jika akan membeli makanan panas, berminyak, atau berkuah, sebaiknya 
membawa sendiri wadah plastik food grade dari rumah. Ehm, agak repot juga ya, 
kalau tiba-tiba di tengah perjalanan pulang kantor atau malling ngiler melihat 
sop konro dan ingin membungkusnya untuk dimakan di rumah bareng suami.
Dari berbagai sumber. (bz)



Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
















      

Kirim email ke