Hi Mama Khayra, Cuma mau nambahin dikit berdasarkan hasil anakku, dhafi 12m12d
Sama kaya mba Yusri, fpt ini juga nentuin "program" belajar buat anakku. Misalnya, Dhafi matematis dan logisnya kurang tetapi kemampuan pemahaman konseptual dia bagus. Jadi akan lebih mudah ngajarin dhafi matematika melalui konsep bagaimana matematika bekerja. Jadi sekarang ak pake dot cards ke dhafi sebelum ngenalin angka2nya. Terus, bagaimana kita mestimulasi "kelemahan" anak melalui "cara" yang sesuai. Dhafi kemampuan motoriknya sangat rendah. Jadi kita sebagai parents tahu itu, menerimanya dan menstimulasi dengan cara yang tepat. Karena dia berbakat di musik jadi yang ngerangsangnya pake yang berbau bau musik. Shape sorter yang ada soundnya kalau bener masukinnya, piano mat, diajakin nari2 sambil dititah (belum bisa jalan soalnya :p). Dan yang penting juga buat ngingetin ak, suami,eyang2nya (eyangnya rada demanding dan sangat akademik oriented soalnya) dhafi itu individu yang berbeda dari kami dan punya bakat minat yang berbeda juga. Kalau ak yang ngomong biasanya ga didengerin tapi kalau hasil fpt dan psikolognya masi mau dengerin :) Gitu d mba sharing dari ak untuk fpt, hope it helps :) Cheers -riri- Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "- Yusri -" <[email protected]> Date: Fri, 15 May 2009 23:59:20 To: <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] FPT Dear Mama Khayra Bantu dikit, ya.... Tapi kayaknya penjelasanku akan panjang. Krn klu sepotong2, pasti gak "nyambung". Mudah2an Mama Khayra gak bosen bacanya. FPT singkata dari Finger Print Test. Dimana dgn ilmu pengetahuan saat ini, kita bisa tahu "siapa" anak kita lewat tes itu. Berguna atau tidak nya FPT itu, kembali berpulang pada orang tua masing2. Bagi saya.....FPT itu sangat membantu saya dlm memilih sekolah anak2. Membantu saya juga dlm membimbing dan mengarahkan bakat anak2. Dalam FPT itu akan tergambar bagaimana karakter anak kita dlm belajar. Sehingga kita bisa lgsg memilih sekolah yg menerapkan system.... yg cocok dgn karakter belajar anak kita. Misalnya.....anak saya no 3 (laras, 3thn)....ternyata mempunya gaya belajar visual. Saat dilakukan FPT, laras baru sj berusia 2thn. Saat mengambil hasil FPT dan berkonsultasi dgn psikolognya.....dia me-wanti2 saya utk hati2 memilih sekolah utk anak dgn gaya belajar visual. Krn klu gak tepat memilihnya.....si anak tidak akan berkembang kemampuannya. Kesimpulan sang psikolog....anak dgn gaya belajar visual, harus belajar di sekolah international. Klu dimasukkan ke sekolah dgn system konvensional, anak tidak akan bisa menyerap pelajaran. Ujung2nya anak akan dicap "tidak mampu" dan yg bahaya jika si anak akhirnya mendpt "tekanan"....baik dari ortu atau dari gurunya. Krn hrs disuruh les ini les itu. Padalah......anak dengan gaya belajar visual sebenarnya adalah anak yg cerdas.....cepat menyerap pelajaran asal tepat penyampaiannya. Demikian juga dgn anak2 saya yg lain....bagas (11thn) dan sekar (9thn). Awalnya (sblm dilakukan FPT), anak2 saya sama2 les piano. Tp progress bagas lebih cepat daripada sekar. Tapi saat sekar menari, dia akan cepat menyerap dan cukup luwes utk seorang pemula. Dan benar....dari hasil FPT ternyata bagas memang berbakat dlm musik dan sekar berbakat dlm menari. Selain itu.....sejak dulu bagas dan sekar memang senang menggambar......dan ternyata hobbi dan bakat mereka itu tergambar dlm hasil FPT. Sehingga saran ke mana arah mereka ke depannya juga tergambar disitu. Intinya......di hasil FPT itu, kita akan mendapatkan gambaran ttg kelebihan dan kelemahan anak. Yg harus diperhatikan....jangan berkecil hati dgn "kelemahan" anak kita. Krn setiap anak adalah berbeda. Jika kelemahan itu sangat prinsip, dan berpengaruh pd masa depan dan kemudahan dia dlm menuntut ilmu....maka kita bisa segera menstimulasi nya. Tapi klu "kelemahan" anak kita tidak berpengaruh pd proses belajar mengajar secara keseluruhan........maka bisa kita "lupakan" supaya si anak tidak mendapat tekanan dlm menjalankannya. Oh, ya Mom.... Dlm memilih tempat utk melakukan FPT juga hrs hati2 dan selektif. Ada FPT yg cukup murah. Gak sampe 1jt. Tp ternyata hasilnya tidak serinci yg kita bayangkan. Bahkan berkonsultasi hasil FPT pun hanya via telpon. Menurut saya, itu tidak cukup efektif. Krn kepuasan kita menggali hasil FPT justru pd saat kita berkonsultasi dgn psikolognya. Kawan saya yg sdh membawa anaknya utk FPT di Pri**ga** juga gak puas. Apalagi stlh melihat hasil FPT anak2 saya. Dan ujung2nya......dia akan melakukan FPT ulang ditempat saya melakukan tes. Semoga penjelasan saya bisa membantu, dan Mama Khayra gak bingung ya...... Regards, YUSRI email: [email protected] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: [email protected] Date: Wed, 13 May 2009 16:27:13 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] FPT Dear mom, Mau tanya ya... Apa FPT perlu?banyak yang bilang itu hanya buang2 uang.. Memang bagaimana sih cara kerjanya ? Mama khayra Makan tahu pengen tempe, trus kenape??? Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------ Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] Info Belanja si Kecil: [email protected] Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] Info Belanja si Kecil: [email protected] Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] Info Belanja si Kecil: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
