Mbak Mila, sharing pengalaman ya....
 
Kalau Oom dan tanteku saling memanggil mama-papa, tapi anak-anak mereka 
memanggil orang tuanya dengan sebuatan bapak-ibu. Ketika aku tanya "kok 
panggilannya beda-beda sih emak bapak gak kompak sama anak2nya?" tanteku 
menjawab sambil setengah berbisik "biar romantis" hehehehe.... idem dong dengan 
Mbak Mila.
 
Keponakanku lagi seneng panggil ortunya dengan mami papi karena sering 
mendengar teman-temannya di sekolah padahal kakakku membahasakan dengan bapak 
ibu. Anak adikku juga pernah punya masa panggil mother dan father padahal 
biasanya ayah bunda, itu juga karena baru belajar bahasa Inggris di sekolah.
 
Sekarang setelah aku menikah kalau lagi kangen suami manggilnya "Hun", suamiku 
panggil aku "Beb" tapi setelah ada Razka ya... ayah bunda aja, meski Razka 
manggil saya dan omanya dengan Maaaaa. Yah sudahlah nanti kalau Razka sudah 
lancar ngomong baru dibenerin, susah kali bilang bunda, kalau gak mau ya 
terserah anaknya aja :p
 
Sedangkan aku sendiri kalau lagi pengen manja sama ibuku manggil ibu dengan 
Mam, hehehehe..... mungkin mula-mula ibuku bingung juga ya... tapi sepertinya 
lama-lama terbiasa deh :)
 
Jadi kalau aku pikir masalah panggilan ini bisa jadi ada musimnya deh 
tergantung mood si anak juga, dan sah-sah juga kalau kita tetep keukeuh dengan 
panggilan yang kita inginkan. Misalnya setiap kita bicara dengan sang anak, 
kita tetap membahasakan diri kita sesuai panggilan yang kita inginkan, dan 
biarkan saja mereka berkreasi dengan panggilan yang mereka inginkan, kan jadi 
lebih seru tuh.....
 
Salam maniez,
-bundanya Razka-
  

Widya D. Setyawati 
[email protected] 
[email protected] 
ph.: 021-31931935
http://oui-day.blogspot.com
http://masrazka.multiply.com
YM: widya.setyawati 
 

--- On Wed, 5/20/09, Mila Dwi <[email protected]> wrote:



      

Kirim email ke