Mamanya Rasha, Waduh, rada ngeri nih? Kalau PRT ku di rumah manggil kami memang ayah dan bunda. Tapi karena kelakukan mereka gak neko-neko dan saya tidak merasakan ada yang ganjil, jadi fine aja buat saya, malah terkadang terdengar santun. Tapi memang perlu dilihat juga sikapnya ya... kalau gesture-nya sengaja mengundang, dan dari intonasi suaranya agak mesra, sepertinya perlu diwaspadai ya.... karena saat ini kejadian hubungan majikan dengan pekerja dalam tanda kutip banyak terjadi maaf lho mom bukan bermaksud suu'dzon dan menakut2i. Untuk sementara ini coba cermati lebih baik lagi. Biasanya para suami memang suka gak peduli dengan hal-hal seperti itu. Selama tidak ada perubahan sikap suami terhadap Mbak Asti, dan sikap suami terhadap sang PRT juga tidak berlebihan saya rasa disabarin dulu mengingat pekerjaannya baik. Tapi kalau menimbulkan kecemasan --biasanya feeling perempuan/istri tuh kuat ya...-- yach ada baiknya juga keberadaannya di rumah perlu diwaskat alias pengawasan ketat, kalau sudah membuat Mbak Asti gak tenang dan terganggu, apalagi kalau kecemasan Mbak mempengaruhi hubungan suami istri, ya sudah mbak dikeluarkan saja. Yang paling penting kan adalah kenyamanan kita tho, suu'dzon juga kan gak enak. Ini pandangan pribadi saya ya mom, mungkin bunda lain punya pandangan yang lebih bijak. Paling gak enak kalau cemas ya.. Salam maniez, -bundanya Razka-
Widya D. Setyawati [email protected] [email protected] ph.: 021-31931935 http://oui-day.blogspot.com http://masrazka.multiply.com YM: widya.setyawati
