Hai moms...
Nimbrung, ya...
Aku termasuk ibu yg tidak mengalami "syndrome anak susah makan".
Aku juga selalu merubah rasa makan pagi, makan siang dan makan malam utk anak 
sy saat dibawah usia 1thn.
Klu pagi menu buburnya pake daging ayam, siangnya aku buat dgn daging giling 
dan malamnya pakai ikan. Begitu jg utk sayuran.
Jd dulu....saya kayak main rumah2an. Masak dgn penggorengan kecil.

Saya juga bukan ibu yg "anti garam". Dlm bubur anak2, saya beri garam sedikit 
sebagai perasa dan pembangkit selera.
Jk dgn rasa netral (dgn sedikit garam), anak sdh mulai kehilangan 
selera....garam akan saya ganti dgn 1sdm mentega atau 10gr keju.
Klu sdh bosan juga....suatu saat saya beri bawang goreng atau daun seledri 
cincang atau dau bawang ata 1sdm kecap. Bahkan 1 sdm santanpun, saya berikan pd 
tiap porsinya sbg variasi.

Alhasil.....anak2 saya mudah diajak makan dan selalu "mengejar sendok" saat 
disuapi.
Dan sampai skrg.....apapun yg saya masak....akan dimakan habis....oleh mereka.
Jd....cape2 masak juga.....lgsg hilang saat melihat anak2 makan dgn lahap.


Regards,
YUSRI
email: [email protected]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Alkemy Alkemy <[email protected]>

Date: Thu, 28 May 2009 00:58:31 
To: ayah bunda<[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Variasi  menu anak (jawaban dari ibu Mayke 
-Psikolog & Terapis anak)


Halo Maimeil ricka,
Ibunya ingin makanan yang berbeda-beda buat sarapan, makan siang dan malam. 
Anak, bisa jadi punya keinginan yang sama, walaupun kadang-kadang , ada anak 
yang tidak ambil pusing  kalau makanan dalam satu hari itu sama menunya. 
Okay-okay sajalah selama anak menikmati makanannya. Tapi, kalau nafsu makan 
anak hilang gara-gara sepanjang hari menunya sama, nah, coba siasati lauk 
pauknya. Misalnya, untuk sarapan buat makanan ringan yang memenuhi gizi sesuai 
anjuran ahli. Untuk makan siang dan malam, masaklah satu atau dua macam 
masakan. Menurut hemat saya, tidak apa-apa anak belajar menerima makanan yang 
dimasak oleh orangtuanya untuk dikonsumsi pada siang dan malam hari, dia harus 
belajar menghargai apa yang sudah disediakan untuk dirinya. Hanya saja perlu 
diingat, jangan sampai orangtua memasak penganan  yang sama antara satu hari 
dengan hari lainnya sebab anak akan bosan dan mungkin saja dari sisi gizi 
kurang bervariasi kalau itu-itu lagi makanannya. .
Maimeil, sebagai ibu muda perlu menjadikan kegiatan membuat penganan sebagai 
sesuatu yang menyenangkan, demi kecintaan kamu pada sang buah hati. Lain deh 
hasilnya , kalau seseorang memasak dengan hati senang dan tidak merasa terpaksa 
sehingga tidak muncul tuh perasaan bahwa memasak itu sesuatu yang rutin dan 
membosankan. Ingat ya, icip-icip dulu rasanya, sudah pas atau belum agar sang 
buah hati berselera ketika makan dan sangat mendambakan masakan buatan ibunya. 
Bahagia dan bangga kan kalau anak sangat menikmati masakan ibunya yang lezat? 
Jadi anak merasa dirinya disayang dan diperhatikan, dan mau tidak mau hal ini 
ikut menyumbang terbentuknya tali kasih Ibu-anak.  Semoga jawaban sudah 
memuaskan keingintahuan kamu ya.

-Mayke S. Tedjasaputra, Psikolog dan Playtherapist-
 
Dari: maimeil ricka" [email protected]
Topik: [Ayahbunda-Online] Variasi menu anak
Kepada: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
 
aybund, minta saran untuk variasi menu anak itu apakah menjadi suatu hal yang 
penting.
kalo saya karena bekerja, pagi-pagi dah saya masakin sendiri untuk sarapan pagi 
suami dan saya serta makanan anak (rabina, 1y3m) biasanya masak sayur dan 
ikannya. nah makanan itu saya kasih ke ra sama menunya dari sarapan, mkn siang 
sampe mkn sore.
apakah dapat mengganggu pertumbuhannya? secara aku aja sebagai emaknya mo makan 
dengan menu yang berbeda-beda.
tenx sarannya.
 



Kirim email ke