Ide menyampaikan "dongeng" ini adalah karena adanya semacam "perang batin" di
dalam dada para ibu yang berkarir (dikantor/diluar rumah) dan merasa bersalah
terhadap anak2nya (segi pendidikan & kebersamaan) dan..merasa "tidak berpotensi
sukses" kalau tidak bekerja. Sering Nenda baca kalimat : Saya cuma ibu Rumah
Tangga. Saya benci membaca kalimat itu, karena "the best place for a woman is
at home"...Ini kalau kita hanya mempunyai tugas layaknya seorang Permaisuri,
yang hanya mengurus masalah "dalam negeri" sedangkan zaman sekarang ini masih
banyak (hampir semua kepala keluarga/suami masih perlu didukung dari segi
ekonomi rumah tangga walaupun bukanlah merupakan suatu keharusan)....
Ini pengulangan posting terdahulu, hanya karena Nenda lihat setiap hari
bermunculan members baru, ingin Nenda bagikan pula kepada members baru
tersebut. Semoga menikmati ceritanya dan mengambil hikmah darinya....amin
=========================================================================================
Anak2ku....ananda semua....
Waduh2 ini jadi ramai dan seru...baiklah Nenda yang sudah merasakan kehidupan
rumah tangga dan berkarir memberikan sedikit "dongeng" kepada Ananda semua,
dengan harapan setelah membaca dongeng ini semua pihak...(lho seperti akte
notaris..he he) menjadi tenang, dan masalah ini dapat di-closed....masih banyak
lagi hal yang memerlukan perhatian Ananda semua sebagai ibu2 yang masih muda.
"Dongeng" saya begini (true story)..
Kakak saya (alm) seorang ibu rumah tangga sejati. Dia selama hidupnya
berbahagia dengan melahirkan hampir setiap tahun (bahkan ada yang lahir ditahun
yang sama, Februari dan November) hingga 8 orang anak. Kebahagiaan hidupnya
adalah melahirkan, menyusui, membesarkan anak.....tanpa pembantu. Zaman
sekarang 8 anak is just unimaginable. tapi beliau laksanakan dengan happy, jam
11 malam masih setrika baju seragam, mulai yang warna-warni anak TK, putih
merah, putih biru dan putih abu2....setelah disterika tidak masuk ke lemari
pakaian anak2 tetapi digantung persis seperti laundry....alhamdulillah anak2
semua mengerti kerja keras mama mereka, mereka belajar dengan tekun, lulus
universitas dalam berbagai jurusan. Padahal keadaan ekonomi mereka pas2an,
suaminya (alm) dulu pegawai biasa di PLN....tidak ada dana tambahan atau
sampingan.
Kebahagiaan dan sukses yang diraih kakakku tersebut adalah ditengah anak2nya.
bayangkan 8, setahun 1...ada adik yang pis di meja makan, padahal beliau sedang
menyuapi sang kakak yang berusia 3 tahun....
Kebahagiaan beliau tanpa mengetahui bahwa Julio Iglesias sedang manggung di
JCC....tidak tahu bahwa ada show American Idol di TV..kebahagiaannya adalah
menerima raport anak2 dengan nilai tinggi, anak2 sehat, dia tenang dipeluk
suaminya karena kelelahan sampai hampir tertidur didekat meja cuci
piring...Kebahagiaan adalah membersihkan meubel setiap hari anak2 sedang di
sekolah...sambil menyanyi lagu2 everly brothers dia merapikan kamar2, mengepel
dll......
6 anaknya sarjana , dan si bungsu, sekarang 26, baru saja menikah hari minggu
y.l. Sayang beliau sudah tidak ada untuk menyaksikan akad nikahnya.(Saya
menundukkan kepala sebentar, semoga kakak alm /bersama suaminya diterima disisi
Allah, amiiin)
Itu dongeng pertama, untuk dibandingkan atau disejajarkan dengan dongeng
kedua...
Ini saya pribadi sebagai adik alm. Kita berdua berbeda 2 tahun...jadi saya
(Nenda) kini berusia 64, kalau beliau masih ada pastinya sekarang 66...
Nah hanya berpaut dua tahun, tapi cara kita melihat kehidupan dan kebahagiaan
berbeda.
Saya wanita karir, sampai hari ini masih memberi training/seminar/guest
speaker/apalah itu namanya terserah ananda membacanya.....kemarin dari bandung
setelah dua hari memberi inhouse training (pelatihan ingriya) untuk para
sekretaris perusahaan swasta ...itulah kebahagiaan saya, berkarir dan membagi
ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada para profesional muda yang
memerlukannya. Karir Nenda mencapai orang ketiga di lapisan
pimpinan....subhanallah...
Juga memberikan sarasehan kepada kaum ibu/istri2 yang ingin mengetahui betapa
life is so wonderful and colorful....
Kalau kita lihat anak2 kakak alm. berhasil karena doa, kerja keras ayah dan
mamanya. bagaimana anak2ku yang seharian ditinggal kerja? terkadang rapat
direksi dimulai pukul 6 sore? jam 10 malam baru sampai dirumah? kapan mengurus
anak2 dan suami? mana kebahagiaan bersama keluarga? nah disini diperlukan time
management yang "luar biasa"....alhamdulillah, berkat karunia Alah SWT, suamiku
sebagai pensiunan A.L. Jerman, berada disampingku diusia senja ini. Kami
tinggal berdua dirumah, anak2 sudah keluar dari "nest" mereka...berkeluarga 3
orang, yang sudah memberi cucu 2 orang (masing2 dua, berarticucu nenda sudah
4), seorang masih single (bungsu) di London...keasyikan bekerja, belum mau
berumah tangga....tetapi dia happy dengan cara hidup yang alhamdulillah masih
dalam lindungan ALlah SWT...amin.
Dari "dongeng" tersebut diatas, mari kita akhiri email2 mengenai hal ini.
bekerja dirumah merupakan karir yang terhormat, apabila ananda mengetahui
bagaimana mengisi hari2 ananda ,bagaimana membagi diri kita kedalam waktu yang
tersedia (semua ibu mempunyai waktu 24 jam sehari.... hingga menikmati bahwa
life is wonderful and so colorful.....Catatan: Time Management bukan memanage
waktu, tetapi memanage diri kita di "plot" kan pada waktu 24 jam
tersebut...Tidak ada lagi excuse: saya tidak punya waktu untuk
berolahraga....padahal semua orang mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam...
Jadilah Ibu yang Luarrr Biasa......
(Tararengkyu para Mods)
Best regards,
"Nenda"...continuously give, continuously gain.....
Enny Hasan Koehler
Tel: 021-98850643 and 0818 0805 4656
email: [email protected]
http://www.bisnis5milyar.com/?id=edelweiss
http://www.asiakita.com/edelweiss
http://ennyhasankoehler.blogspot.com
http://healthyslimhappy.multiply.com
http://klubpulsa.com/?id=ennyhasankoehler
________________________________