Sekedar sharing dapat email dari milis tetangga..
Supaya lebih berhati-hati terutama jika pulang kantor naik TAXI sendirian

 "Ingin mendapatkan penghasilan tambahan? ingin memiliki bisnis di rumah? hanya 
butuh waktu 2 jam sehari..
Tersedia fasilitas web replika dengan sistem autoresponder, e training, forum 
dan milis"
Info lengkap silahkan klik disini
http://www.facebook.com/zilah.kris





----- Forwarded Message ----
From: Maria aja <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Tuesday, June 16, 2009 11:53:47 AM
Subject: [H W] Perampokan di Taxi Family





Sekedar sharing, dapet forward email dari temen kantor.. yang boleh jadi 
WARNING bwat temen-temen yangs sering pulang malam dan sering naik TAXI.

Kamis, 04 Juni 2009,


At 17.45 pm


     Hari itu saya janjian dengan beberapa teman alumni KEP untuk menghadap 
Romo Agus, pastor Paroki kami untuk meminta ijin rencana retret alumni KEP tgl 
17-19 Juli2009. Saya janjian dengan adik saya yang kebetulan kantornya 
sama-sama di Sudirman. Jam 18.30 saya turun dari wisma BNI 46, adik saya 
telepon bahwa dia menunggu dengan taxi family warna biru logo merah di pintu 
gate barat tepat didepan tenda warung2 BNI 46.

Tanpa firasat apapun saya langsung naik taxi itu. Sepanjang jalan saya 
bercerita bahwa pekerjaan kantor saya belum selesai, dan semula kami akan 
langsung ke multiplus untuk mem-print proposal retret KEP. Tetapi karena 
jalanan macet saya putuskan tidak usah mem-print dan tidak membawa bahan 
apa-apa dulu untuk menghadap Romo Agus, nanti dibahas lisan saja. Sehingga rute 
perjalanan berubah, yang semula akan lewat tambak kemudian putar balik lewat 
stasiun Manggarai ke arah Matraman.

Sepanjang jalan dari putaran land mark, si supir taxi ini terus-menerus melihat 
ke spion diatas kepalanya dan dengan berlagak pilon dia bertanya jalan lurus 
atau belok kiri. Rani adik saya men-guide supir selama melewati Manggarai. 
Supir sempat mengeluh karena jalanan macet sembari matanya terus menerus 
melihat ke spion atas. Rupanya dibelakang taxi kami ada teman-teman si supir 
yang membuntuti.

Setelah putar balik di Tambak, si supir sempat tanya apakah ada POM Bensin? 
Kami katakan ada di Matraman. Tiba-tiba dekat PSKD sebelum bundaran SUN MOTOR 
taxi itu melambat lalu si sopir membuka pintu sebelah kiri. Saya kaget dan 
bilang : ”Loh kog berhenti.... ada apa pak! ” lalu hanya dalam durasi beberapa 
detik tiba-tiba ada 2 orang masuk ke dalam taxi dan dengan beringas memukuli 
kami. Saya histeris dan berteriak :

”Jesus...Jesus. ..Jesus” kemudian saya mendaraskan salam Maria dengan keras. 
Saya mendengar adik saya juga histeris dan schock. Pikiran saya mulai kalut dan 
takut ketika saya lihat sekilas satu penjahat mengangkang pas didepan adik 
saya, pikiran saya waktu itu adik saya akan diperkosa. Saya langsung ingat 
bahwa beberapa tahun lalu saya pernah menerima sharring di milis tentang kasus 
perampokan dan pemerkosaan.

Adik saya histeris dan panik, dia mencari tangan saya dan kami hanya bisa 
berpegangan dengan jari jemari kami. Saya berusaha menelikung tubuh adik saya 
agar terlindung, tetapi si penjahat itu terus menerus memukuli saya dibagian 
muka, pundak dan menginjak pungung saya. Segera setelah itu saya menyadari apa 
yang terjadi, maka saya mengambil posisi diam dan menuruti semua permintaan 
penjahatnya. Pandangan saya sudah gelap, berkunang-kunang, tetapi saya berdoa 
agar saya tidak pingsan, karena saya pikir kalau saya pingsan pasti adik saya 
akan kalut dan down dan itu membahayakan dirinya, bisa-bisa dia diperlakukan 
buruk   Seluruh isi tas saya digeledah, isi dompet dihamburkan.

Penjahat satunyanya memeriksa seluruh isi dompet, penjahat satu lagi memeriksa 
leher saya sampai 4 x untuk melihat saya pakai kalung atau tidak. Saya terus 
menerus berdoa, si penjahat yang mempreteli perhiasan saya tak berhasil 
menemukan kalung saya karena saya pakai baju turtle neck, tetapi karena 
penasaran dia mengulang untuk kelima kalinya. Lalu dia berhasil menarik kalung 
saya, berikut dengan cincin dan jam tangan saya. Dengan kasar penjahat satunya 
membongkar isi dompet adik saya dan memaksa minta nomor PIN BCA. Ketika adik 
saya mengatakan tidak ingat, dia ditampar berulang kali. Disangkanya bohong. 
Meski adik saya menjelaskan bahwa ATM itu milik saya, bukan milik adik saya , 
si penjahat tidak percaya.

Satu lagi ATM BCA milik adik saya sudah expired 3 tahun lalu, dan adik saya 
tidak ingat Pin nya. Sekali lagi karena disangka bohong, adik saya dicekik 
lehernya. Saya juga kena pukulan.

Padahal dia memang tak ingat sama sekali, untunglah penjahat yang paling 
temperamental bilang bahwa kalau nanti dicoba dalam ATM ternyata expired maka 
dengan sendirinya kartu ATM itu keluar. Pernyataan itu menolong kami untuk 
tidak dipukuli, tapi saya memaksa adik saya untuk menyebut nomor pin apa saja 
supaya penjahatnya tenang.

Mereka tanya berapa Jumlah Uang di ATM BCA saya, saya sebutkan hanya 1,6 juta, 
lalu dengan kasar dia memukul dan mengatakan kalau saya bohong menyebut nomor 
PIN , maka nyawa saya taruhannya. Dengan brutal dan berulang –ulang memukul 
mereka tanya PIN ATM saya yang lain sembari mengancam katanya : ”kami ini 
bekerja seperti ini sudah tahu resikonya, kalau ketangkap pasti penjara atau 
mati, maka jangan main-main,kalau tidak kerjasama,lu tau resikonya!!”. Suasana 
dalam taxi itu ribut arena penjahat satu dengan yang lain berebut tanya PIN 
ATM, setiap kali saya sebut, mereka tanya lagi... tanya lagi sampai 
berulang-ulang, rupanya mereka agak bodoh dan pendengarannya kurang.

Sehingga tak mudah menangkap ucapan saya. Setiap kali mereka tidak jelas mereka 
pukul saya. Mataku mulai bengkak, pipi, dagu dan dahi sakit sekali, rasanya 
panas dan baal.

Adik saya mulai mual, mau muntah, terus menerus batuk. Satu penjahat mulai 
kesal melihat adik saya. Rani mulai shock, dia memohon agar dikasihani dan 
dilepaskan, karena kami sudah jujur dengan nomor PIN ATM kami dan seluruh 
perhiasan kami sudah diambil. Penjahat yang temperamen marah dan dia mencekik 
sambil berkata kalau tidak diam akan diperlakukan lebih buruk.

Saya tidak bisa berbuat apa-apa, cuma melirik ke adik, saya hanya takut kalau   
adik saya tidak kuat, si penjahat bisa kehilangan kesabaran dan akan      
berbuat nekat. Penjahat satunya pindah ke jok depan, jadi hanya satu yang     
menjagai kami di Jok belakang dengan pisau stand by di perut kiri saya.

Pintu taxi sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar tidak bisa dibuka dari 
dalam. HP saya 2 buah sudah diambil. HP adik saya yang satu masih baru,      
karena baru beli hari Rabu-nya, karena chasingnya hitam, si penjahat tidak tahu 
kalau HP itu jatuh tepat dibawah paha adik saya. Sepanjang jalan HP  itu bunyi 
terus karena memang kami janjian dgn teman. Kakak saya juga sempat telepon 
karena firasatnya tak enak. Tapi anehnya bunyi HP itu tak      terdengar oleh 
mereka. Kami dibawa sampai Pasar Rebo, di pinggir jalan tiba-tiba dia membuang 
ATM dan pin yang sudah ditulis di kertas itu ke pinggir jalan. ATM dan pin itu 
dibungkus dengan tas plastik putih yang sudah mereka siapkan. Saya baru 
mengerti, ternyata ada komplotan berikutnya yang bertugas mengecek ATM BCA. 
Diantara 3 penjahat itu tidak saling kompak, mereka sempat bertengkar untuk 
mekanisme ambil uang di ATM. Mereka sengaja tidak memberi ke komplotan di Pasar 
Rebo karena isi ATM Mandiri lebih banyak.
 Maksimum penarikan dalam sehari hanya 10 juta.


Kami dibawa masuk Tol, tapi para penjahat ini takut juga karena bensin tinggal  
sedikit sekali. Di pintu Tol si penjahat merapatkan tubuhnya ke tubuh kami 
sembari menekan pisau di perut kiri saya. Rani tidak bisa lihat karena 
kacamatanya diambil oleh supirnya. Saya tidak tahu itu jalan mana, tahu-tahu 
sudah sampai di pondok rangon cibubur dekat makam-makam. Tempat itu sepi, 
dibawa ke perkampungan gelap, cuma ada pohon dikiri kanan jalan.

Dalam hati saya terus menerus berdoa, agar kami tidak diperkosa. Saya memohon 
kekuatan Allah. Adik saya mulai tenang, dia diam saja, saya mulai sedih karena 
saya tahu dia lapar dan sakit. Setelah berputar-putar kurang lebih 2 jam, 
mereka mendapat konfirmasi dari komplotannya di pasar Rebo bahwa ATM BCA sudah 
diambil semua.

Saya lega, berarti sebentar lagi dilepas setelah ada ATM Mandiri. Tapi dugaan 
saya keliru, mereka masih belum puas berkeliling, mereka sendiri      bingung, 
ke arah mana jalan keluar untuk cari ATM Mandiri. Satu penjahat sudah mulai 
boring dan capek. Dia memaksa teman-temannya untuk cepat cari jalan menuju kota 
karena di desa tidak ada ATM. Setelah masuk ke Cibubur, ternyata sulit cari ATM 
Mandiri. Ketika menemukan ternyata banyak orang yang antri atau didepan ATM 
banyak tukang ojek yang mangkal, mereka takut ketahuan.

Lalu ada Atm di Alfa Mart cabang Villa Nusa II sekitar bekasi arah ke cibubur,  
mereka berhasil menarik sebesar Rp. 10 juta. Supirnya berencana menahan kami 
sampai hari berikutnya agar bisa menarik 10 juta lagi, tapi 2 penjahat lainnya 
mengatakan tidak, karena takut ada razia polisi,
biasanya malam hari banyak razia dan takut ditangkap. Saya sempat dengar di 
supir berbisik ke temannya bahwa besok mereka akan tarik lagi 10 juta.

Puji Tuhan saya mendengar mereka akan membuang kami, lalu selama 1 jam kami 
diputar-putar untuk cari lokasi yang tepat. Setiap kali menemukan tempat gelap 
mereka mengancam dan memberitahukan aturan main : ”Nanti kamu saya turunkan di 
gang, disana ada 4 teman kami menunggu, tapi jangan lakukan apa-apa, jalan aja 
terus selama 15 menit tanpa menoleh, kalau kalian bertindak bodoh,maka kamu 
akan ketemu teman kami yang memperlakukan kamu lebih jahat dari kami!!” dengar 
itu!!!” Hei babi dengar tidak kamu! sambil memukul dengkul dan paha saya.

Mereka terus berputar karena setiap putaran ada polisi, jadi mereka tidak jadi 
menurunkan kami. Kami disuruh menyiapkan tas kami yang berantakan, itu 
kesempatan rani memasukkan HP ke dalam tas. Kemudian saya tanya bisakah minta 
simcard Hp saya? Mereka mulai lunak, simcard saya dicopot dan
diberikan ke adik. Lalu mereka dengan manis meminta maaf atas perlakuaan mereka 
dan anggaplah ini apes. Kira-kira jam 10.53 akhirnya kami diturunkan di gang 
sepi dan gelap didaerah Nagrek, Cikeas, Bogor.

Kami berdua digiring sampai jarak 10 meter dari jalan raya, supir menunggu di 
dalam taxi.kami berjalan dengan gemetar,lurus kedepan, tidak menoleh, tapi kami 
tak ketemu dengan 4 teman yang katanya teman mereka. Sampai di satu tikungan, 
saya lihat ada sebuah rumah didepannya banyak motor. Saya mengandeng adik saya 
menuju kesana tetapi saya takut jangan-jangan itu komplotan teman mereka, 
kebetulan ada 4 orang. Tapi keraguan saya pupus karena melihat tulisan ”POS 
SECURITY TRISAKTI” dan mereka berseragam. Akhirnya kami minta tolong mereka dan 
dengan pinjam telepon mereka saya berhasil blokir ATM MANDIRI yang masih ada 
sisanya. Komandan securitynya kemudian menghubungi polsek Cikeas. Tak lama 
kemudian, kami dijemput 2 armada polisi ke Cikeas.

Sampai disana pertahanan saya luluh, saya menangis terus menerus sampai menuju 
pulang. Kakak-kakak saya menjemput kami di kepolisian, setelah membuat berita 
acara di polisi, kami baru pulang jam 02.00 WIB dini hari.

Teman-teman semoga kejadian ini tidak terjadi pada anda, keluarga anda, atau 
orang yang anda kenal , peristiwa ini sering terjadi di kawasan Sudirman, 
Senayan, Gatot Subroto yang diincar rata-rata karyawati, pilihlah taxi blue 
bird atau express selain itu jangan! Untuk teman-teman perempuan lebih baik 
mengunakan celana panjang dan blaser tertutup agar tidak mengundang libido para 
penjahat. Blazer saya kebetulan 2 lapis, sehingga pisau tidak bisa menembus ke 
kulit. Itu cukup membantu Bila peristiwa ini menimpa anda, jangan sekali-sekali 
melawan, harta hilang tidak apa-apa, nanti bisa cari lagi, tetapi yang penting 
keselamatan anda yang utama.


Salam
Rani dan Tres

--
Regards,
Maria Serang






      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke