hi mbak andi ...
sependek logika saya, Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang tidak bermanfaat 
dalam tubuh kita. apalagi asi.kalau lebih dari 2 tahun hanya asi tentunya tidak 
sehat. sebab setelah setahun saja kan dia sudah membutuhkan zat-zat lain untuk 
tumbuh kembangnya. okta mau makan dan sejauh ini 3 kali makan besar selain 
cemilan diantara jam makan plus susu uht. jumlahnya tergantung mood. saya 
berusaha tidak memaksa okta untuk menghabiskan makanannya dan berusaha membuat 
acara makan yang menyenangkan meskipun tidak selalu berhasil. hehehe.
okta memang masih asi tapi hanya kalau mau tidur. jadi tidak ada lagi adegan 
buka-bukaan diruang publik seperti dulu. dan okta sendiri sudah tahu malu. dia 
minta asi bahkan dirumah juga tidak akan didepan tamu. apalagi minta asi. minta 
gendong saja kalau ada orang lain yang dia kenal, dia malu kok. minta turun 
seketika. 
sebelum ulangtahun kedua sebenarnya saya dan suami sudah menggalakkan program 
menyapih. dengan membuat menu makan yang lebih menarik dan membuat okta minum 
susu uht lebih banyak. dengan asupan lain lebih banyak, kami berharap asupan 
asinya berkurang. tetapi sejauh ini kami baru berhasil menyapih okta kalau 
dalam perjalanan dan di siang hari. sebab okta hanya boleh asi kalau dirumah 
dan didalam kamar. jadi menjelang tidur pasti masih nyari asi.
kalau soal mandiri atau tidak, saya tidak tahu yah. okta sendiri belum mandiri. 
dia baru bisa buka celana terus pipis di kamar mandi sendiri. kalau sudah 
selesai dia masih manggil saya minta dicebokin. minum susu uht dia bisa 
sendiri. maksude ngambil sendiri dan buka sendiri sebab saya sengaja meletakkan 
susu uhtnya ditempat yang aman dan terjangkau oleh okta. baru bisa gosok gigi 
tapi belum berani saya lepaskan mandi sendiri.tetapi menurut saya siy, menjadi 
mandiri adalah latihan.
kalau okta yang belum bisa disapih, menurut saya karena okta masih membutuhkan 
rasa aman yang didapat dari pelukan mamanya. sebab okta hanya punya mama dan 
papanya saja disini. okta belum punya teman. jauh dari kakek neneknya. jauh 
dari saudara sepupu dan kerabatnya. jadi tidak ada tempat lain dimana okta 
merasa nyaman dan aman selain dipelukan mamanya. dari lahir masih bayi merah 
saya memandikan, menyusui, merawat dan mengasuh okta sendiri. hanya ada 
papanya. tidak ada kakek nenek, pengasuh, tante atau orang lain lagi. terutama 
saya yang 24 jam dirumah.
bahkan okta selalu minta gendong saya kalau kami sedang dalam perjalanan. 
jarang minta gendong papanya. itu sebabnya acara liburan berakhir dengan saya 
yang demam sebab terlalu lelah menggendong. bahkan saya jadi malas jalan jauh. 
karena okta hanya mau gendong saya. entah kenapa begitu. kalau ditanya, okta 
hanya bilang digendong papa tidak enak. mau siy tapi sebentar saja. sisanya 
saya.
kalau berdasarkan pengalaman mama saya yang ada 2 diantaranya anak laki-laki. 
semuanya disusui sampai lebih 2 tahun. mandiri atau tidak? adik laki-laki bisa 
dibilang mandiri sejak dia memutuskan tidak melanjutkan pendidikan dokternya. 
hanya sampai sarjana kedokteran. sejak itu dia sudah tidak pernah berkeluh 
kesah apalagi meminta bantuan keuangan dari orangtua. kalau saya tanya 
istrinya, sejauh ini dia sudah berusaha melakukan tugasnya sebagai ayah dan 
suami dengan sebaik-baiknya. 
sedangkan adik laki-laki satu lagi, dia sekarang tetap tinggal satu kota dengan 
orangtua. tetapi justru karena tinggal satu kota itu, orangtua saya punya anak 
yang masih diajak berbagi rasa dan membantu memecahkan masalah dalam rumah 
tangga maupun dalam usaha yang dijalankan orangtua saya. sejauh ini usahanya 
berpikir dan mendapatkan solusi sangat menolong. 
jadi panjang ceritanya yah. semoga membantu dan memberi inspirasi. menurut 
saya, hanya bunda yang tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. pengalaman orang 
lain hanya sebagai referensi saja. kan suasana kondisi dan keadaannya pasti 
berbeda satu sama lain. iya kan? 
 
salam,
mamanya okta
http://ulangtahunanakku.blogspot.com


      

Kirim email ke