Hai Mbak EsTi, Memang banyak faktor yang mempengaruhi kulaitas tidur bayi, misalkan: - apakah kebutuhan biologis si baby sudah terpenuhi [kenyang, ngempeng, ngemut jari, dsb] - bagaimana dengan suhu ruang? - posisi tidur seperti apa yang paling nyaman untuknya? karena tidak semua bayi nyaman dengan tidur tengkurap. - apakah pakaiannya terlalu tebal? - bagaimana situasi dan kondisi lingkungan sekitar? - apakah ada kebutuhan psikologis lainnya seperti harus di 'puk-puk', diayun2, didekap, disenandungkan, dsb? Untuk tahu bagaiman mengenali faktor tersebut di atas memang perlu try and error, dan rajin mencermati posisi ternyaman untuk si baby. Ini ada potongan artikel yang saya ambil dari penjelasan Dr. H. Yul Iskandar, DAJ., MBAP., MASRS., Ph.D.
AGAR TIDURNYA NYENYAK Biasanya ibu suka mengayun-ayun atau menepuk-nepuk lembut bokong bayi kala menidurkannya. Menurut Dr. Yul yang menyebut cara ini sebagai pemberian rangsangan monoton, dapat dilakukan agar bayi bisa cepat tidur nyenyak karena bayi amat menyukai rangsangan tersebut. Syarat lain yang harus dipenuhi ialah: 1. Kenyang. Tidur merupakan kegiatan SPP (susunan saraf pusat). Nah, salah satu yang mempengaruhi SPP adalah zat kimia yang diperoleh dari makanan. Jadi, kalau ingin si kecil bisa tidur nyenyak, salah satu syaratnya ialahnya makanan atau susu. Yang perlu diperhatikan, karena susu mengandung gula susu, maka bayi akan lebih sering BAK. Nah, ini, kan, bisa mengganggu kenyenyakan tidurnya.. Padahal, syarat lain agar bayi tidur nyenyak adalah kering. 2. Kering. Sebagaimana telah disinggung dalam syarat pertama, masalah yang paling mengganggu jam tidur bayi adalah basah karena BAK atau BAB. Soalnya, bayi seharusnya tidur sampai 4-5 jam. Kalau ia basah, bisa jadi tidurnya cuma 2 jam. Nah, ini, kan, tak baik karena mengakibatkan "waktu belajar"nya enggak tuntas. Jadi, Bu-Pak, sedapat mungkin bayi harus dalam keadaan kering ketika tidur, entah tidur malam maupun siang. Untuk mengatasinya, satu-satunya cara ialah segera mengganti popok atau celananya ketika ia BAK/BAB. 3. Hangat. Suhu dalam tubuh bayi adalah 37 derajat celcius. Jadi, usahakan suhu di ruangan atau kamar tidurnya mendekati suhu tubuhnya agar ia nyaman. Tapi karena Indonesia adalah negara tropis yang hangat, jadi kebanyakan tak ada masalah dengan suhu. Tentang posisi tidur, tak ada pengaruhnya dengan tidur nyenyak. Jadi, serahkan saja pada si bayi, mau tidur dengan posisi apa. Bila ia senang tengkurap, ia akan membalikkan badannya sendiri. Biarkanlah berjalan natural. Memang, beberapa ahli menganjurkan agar bayi tidur tengkurap, tapi posisi apapun sebenarnya bagus. Selama ia kenyang, kering, dan hangat, ia akan tidur untuk belajar dan memperbaiki metabolismenya. SIKLUS KEHIDUPAN BAYI BEDA DENGAN ORANG DEWASA Baik siang maupun malam, kualitas tidur bayi akan sama saja. Ia tetap bisa "belajar" ketika tidur siang maupun malam. Beda dengan orang dewasa, "jam tidur yang baik bagi mereka adalah pukul 10 malam hingga pukul 5 pagi," terang Dr. Yul. Soalnya, siklus kehidupan antara bayi dan orang dewasa itu berbeda. "Siklus bayi dalam sehari adalah setiap 4 jam, sedangkan orang dewasa 24 jam. Siklus ini membuat irama kehidupan. Bagi orang dewasa, siang merupakan saat matanya harus mengawasi dunia dan malam saatnya beristirahat. " BAYI TIDUR BERGERAK-GERAK Kalau bayi tidur bergerak-gerak apa itu tanda bahwa tidurnya tidak nyenyak? Ternyata menurut Yul tidak, karena tidur seperti juga manusia adalah unik. Jadi setiap orang bisa memiliki cara tidur yang berbeda-beda. "Ada orang yang tidurnya muter-muter, ada juga yang diam saja.. Tapi itu tidak jadi masalah. Kalau dilihat dari gelombang otak ketika tidur, gelombang otak manusia itu tidak datar saja tapi naik turun sesuai dengan zat kimia. Kalau zat kimianya sedang berkurang maka dia akan bergerak sedikit. Dan itu normal saja," katanya. Semoga bermanfaat. Salam maniez, -bundanya Razka- Widya D. Setyawati [email protected] [email protected] ph.: 021-31931935 http://oui-day.blogspot.com http://masrazka.multiply.com YM: widya.setyawati
