Terimaksih bu ceritanya  mengharukan sekaligus mengingatkan....
tapi terkadang kondisinya memang susah... kita selalu dihadapkan terhadap 
pilihan yang sulit untuk memilih ...


farida
www.cikobo.com

--- On Fri, 6/5/09, iis yuliany <[email protected]> wrote:

> From: iis yuliany <[email protected]>
> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Renungan Tentang Anak ---> Sedih, Patut 
> Dibaca Semua Orang Tua
> To: [email protected]
> Date: Friday, June 5, 2009, 8:20 AM
> Mba...cerita ini boleh aq share
> lagi ga?...
> Thx ya...
> 
> --- On Thu, 6/4/09, Galeria Anak
> <[email protected]> wrote:
> 
> 
> From: Galeria Anak <[email protected]>
> Subject: [Ayahbunda-Online] Renungan Tentang Anak --->
> Sedih, Patut Dibaca Semua Orang Tua
> To: [email protected]
> Date: Thursday, June 4, 2009, 12:14 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Teman2,
> 
> Aku jadi sedih banget baca cerita ini, tapi ini bisa jadi
> renungan kita semua.....
> 
> Thanks,
> Rika Fardani
> www.galeria-anak.blogspot.com
> Koleksi Busana si Kecil
> Baju Setelan Anak, bahan bagus, bisa dimix & match,
> harga murah
> 
> 
> Ayah
> yang Sibuk & Kerinduan Seorang Anak
> 
> Seperti biasa Dennis, Kepala Cabang di sebuah perusahaan
> swasta terkemuka
> 
> di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
> seperti biasanya,
> 
> Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
> membukakan pintu
> 
> untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
> 
> "Kok, belum tidur ?" sapa Dennis sambil mencium
> anaknya.
> 
> Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru
> terjaga ketika
> 
> ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
> 
> Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah
>  menjawab, "Aku
> 
> nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji
> Papa ?"
> 
> "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang
> lagi, ya ?"
> 
> "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah
> singkat.
> 
> "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa
> bekerja sekitar 10 jam
> 
> dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung
> 22 hari kerja.
> 
> Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
> Jadi, gaji Papa
> 
> dalam satu bulan berapa, hayo ?"
> 
> Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja
> belajar sementara
> 
> Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
> Dennis beranjak
> 
> menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
> mengikutinya. "Kalo
> 
> satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti
> satu jam Papa
> 
> digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
> 
> "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki,
> tidur" perintah Dennis
> 
> Tetapi Sarah tidak beranjak.
>  Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
> 
> Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang
> Rp. 5.000,- enggak?"
> 
> "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta
> uang malam-malam
> 
> begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
> 
> "Tapi Papa..."
> 
> Kesabaran Dennis pun habis. "Papa bilang tidur !"
> hardiknya mengejutkan
> 
> Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
> 
> Usai mandi, Dennis nampak menyesali hardiknya. Ia pun
> menengok Sarah di
> 
> kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah
> didapati sedang
> 
> terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di
> tangannya.
> 
> Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
> Dennis berkata,
> 
> "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat
> apa sih minta uang
> 
> malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
> Jangankan Rp.
> 
> 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Dennis.
> 
> "Papa,
>  aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku
> kembalikan kalau
> 
> sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu
> ini".
> 
> "lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Dennis lembut.
> 
> "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main
> ular tangga. Tiga
> 
> puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu
> sangat berharga.
> 
> Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya
> ada
> 
> Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar
> Rp. 40.000,- maka
> 
> setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit
> tabunganku
> 
> kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa"
> kata Sarah polos.
> 
> Dennis pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya
> bocah kecil itu
> 
> erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari,
> ternyata limpahan
> 
> harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk
> "membeli" kebahagiaan
> 
> anaknya. 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       


      

Kirim email ke