Aduh mbak...aku jadi ikut sedih dengernya....Hiks....hiks... Aku setuju anak2nya perlu dibawa ke psikolog Semoga temen mbak yusri n anak2nya bisa diberi kekuatan dan perlindungan dari Allah SWT. Amin...
Shinta Syabil's mom --- On Tue, 7/14/09, - Yusri - <[email protected]> wrote: From: - Yusri - <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] kisah kasus KDRT. To: [email protected] Date: Tuesday, July 14, 2009, 4:41 PM Moms Aku punya cerita dan aku rasanya ingin sharing dgn moms semua. Mungkin dgn sharing, beban perasaan ku akan berkurang. Rasa sedihku jg akan berkurang. Ceritanya begini : Aku punya kawan akrab. Dia FTM. Tiap hari mengantar anak sklh dan waktu luang di sore hari rajin membuat kue utk mrk sendiri atau pesanan kawan2 dekat. Kuenya enak sekali. Intinya....dia adalah ibu RT yg baik, wlu blm menjd istri yg mendekati sempurna. Setiap hari kami bertemu di sklh anak2 dan kami sering menhabiskan wkt bersama sampai anak2 pulang sklh. Bbrp hari lalu, dia pamit mau pergi jauh ke ujung paling timur Indonesia krn akan bercerai dgn suaminya. Saya kaget. Krn tidak ada tanda2 bhw dia bermasalah dlm RT nya. Tapi ternyata.... selama ini dia menyimpan duka. Selama 5thn perkawinan, dia kerap menerima KDRT dari suaminya baik fisik maupun verbal. Selama 4thn pertama perkawinan, anak dan istrinya sama sekali gak boleh bergaul dgn lingkungan sekitar dan keluar rumah (saat anak pertamanya berusia 5thn, barulah dia bisa keluar rumah utk mengantarkan anak ke sklh dan barulah dia bisa bergaul dgn ibu2 lain). Diseret....ditonjok .....dipukul kepalanya sampe bocok, itu sdh jd makanan sehari2 jk dia dianggap *salah* oleh sang suami. Saat hamil anak ke 2, dia tetap diperlakukan seperti itu. Malah.....satu hari dia disiram dgn air mineral 1 galon, hy karena dia minta tlg pengantar air mineral utk menaikkan galon itu keatas dispenser. Suami menuduh istrinya sudah tidur dgn pengantar air mineral itu. Ternyata.... .sang suami itu adalah *hasil produk dari sebuah KDRT ayahnya*. Bahkan saat kawan saya mengadu pada ibu mertua, sang ibu mertua malah mengata2i kawanku sbg *istri yg gak bener dan cengeng*. Kawanku dianggap tidak sama dgn dirinya yg *kuat* menanggung KDRT yg dia terima dari suaminya dulu dan minta cerai. Padahal keluarga suaminya adalah keluarga muslim taat. Dan kawan saya sangat terkecoh oleh penampakan sang suami. Yang saya tekankan pd kawan saya saat dia curhat adalah.....harus segera membawa anak2nya ke psikolog utk diterapi. Krn semua perlakuan dan kata2 kasar suami selalu didengar dan dilihat oleh si anak pertamanya (perempuan). Bahkan jk sang ayah sdg *kesetanan*, dia bisa lgsg menyangsikan keabsahan sang anak lgsg dpn anak tsb. Pantesan.... .selama ini saya lihat, si anak seperti anak yg tertekan, tertutup, tidak punya rasa percaya diri dan tidak seceria anak seusianya. Bahkan si anak terlihat sangat dewasa. Duh....ceritanya jd sangat panjang, ya.... Thx, moms....yg sudah mau membuag waktu membaca posting saya. Saya senang bisa sharing disini. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah kawan saya ini. Dan semoga....kawan saya beserta ke 2 anaknya bisa hidup tegar walau tanpa seorang ayah/suami disisi mrk. Dan bisa melanjutkan hidup yg lebih baik. Amin. Regards, YUSRI email: yusr...@yahoo. co.id YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless deviceFrom: novie Date: Mon, 13 Jul 2009 00:09:04 -0700 (PDT) To: <Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] marahin anak ?...boleh nggak ya?.. Jujur.., aku kadang kelepasan juga marahin anak dengan nada tinggi...hehehe. . Biasanya kalau anakku dah mulai rewel dan aku capek banget dan bawaannya pingin marah, aku pasti DIAM. Nggak ngomong apa-apa sampil ngempet dan membereskan semua kekacauan yang ada. Kalau nggak ya..., masuk kamar, tutup pintu, trus mukul2 bantal (daripada mukulin anak?) sampai puas. Anak nangis di luar kamar, biarin aja dulu sampai akunya tenang dan baru deh keluar lagi dan membereskan semuanya. Menurutku, marah ke anak sih, boleh2 aja asal dalam batas kewajaran aja (nggak sampe main fisik atau teriak keras2 ampe tetangga satu RT dengar semua). Marah juga bisa dengan nada yang tidak tinggi tapi tetap terlihat tegas kok. Biasanya anakku dah tau, kalau aku diam pasti ibunya lagi marah..hehehe. .. Tapi...namanya juga anak-anak, mereka sbnrnya cuma nggak ngerti aja melakukan hal itu...ya...kita kasih tau lah... Semoga bermanfaat! NoVie +6231.6050.4228www.SecondPoSSibili ty.comwww.Viemale. Blogspot. com --- On Sun, 7/12/09, ibej29 <ibe...@yahoo. co.id> wrote: From: ibej29 <ibe...@yahoo. co.id> Subject: [Ayahbunda-Online] marahin anak ?...boleh nggak ya?.. To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com Date: Sunday, July 12, 2009, 10:48 PM si kecil kadang bikin kita kesel, apalagi kalo kita lagi capek, bawaannya pengen mara-mara aja...alhamdulillah , sampe sekarang masih bisa terkontrol, tapi kadang kelepasan marahnya..hehe ( gk sampe main tangan sih...paling nada suara yg jadi tinggi...) mohon sharingnya ya moms...bgm, mengendalikan emosi saat kita bersitegang dengan si kecil, dan batasan antara tegas dan marah yg edukatif... thanks ya... bunda cinta http://cibeningart. wordpress. com
