SALUT BUAT IBU SILLY dan JUGA IBU IBU HEBAT LAINNYA. Mempunyai buah hati dengan 
kebutuhan khusus namun tetap legawa dan mensyukuri dengan dengan segenap hati. 
Melihat anak bukan dari 'kurang'nya namun dari 'lebih'nya... 
BRAVO Bu.. Ibu Hebat...

Salam manis,
Melly (mamanya Shania dan Rania)
bikin kaos anak bagus ada namanya,
klik di http://www.shasarara.blogspot.com


KENAPA SIH GAK BOLEH BECANDA PAKE KATA "AUTIS LO!!"??
(PLEASE READ & FORWARD, this is very IMPORTANT for those of you who has few 
knowledge about Autism)

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik.
Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa 
berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok 
untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama 
kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk 
tubuhnya,…  reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan 
menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama 
kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…

Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian,
 berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku 
malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia 
berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti 
bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway.  Kulirik sekali lagi food diarynya…
hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, 
karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur 
ayam ini.
Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak 
kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas 
lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena 
kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas 
punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!!  *panik*

Dari punggung
 tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. 
Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat 
melihatnya.  Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu…  :(( :(( :((
AAAAAARRRRGGGHHHH…
Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena 
ketakutan…  Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada
setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan…  Dan luka di 
tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((
Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku 
suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD 
Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif.  Begitu anakku segera
tertangani…  tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.
AKU PINGSAN!!!

* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya.
 Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena 
hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter…  porsi makanan yang masih bisa
ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi 
kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya 
kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.
Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dia 
menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur 
deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi 
merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk 
luka menganga yang ada dibelakang
 kepalanya.
Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku 
pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah 
menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk…
CEPATTTT!!!”
Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter 
yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit 
kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan 
setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh 
persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku…
PINGSAN.
* * *
Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. 
Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan 
hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan
 kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak 
pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk 
gagal Jadi ketika dia menciptakan
seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan 
KELEBIHAN pada anak ini.
So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… 
maribantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka. 
 
Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku 
autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis
berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang 
luar biasa.
Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 
mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2
dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang 
nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak 
nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang 
bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto 
terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain 
menegur begini…
“Tuh,… liat tuh sil… autis banget khan dia…?
 KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu 
nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”
Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…
Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta 
Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah 
merasakan dan  tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya 
terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” 
ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=
SiLLy

-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest al-Ra'd [13]: 28




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke