-----
--------------------
Subject: WHO : Flu Babi Tak Terhentikan

Ibunda Pertiwi semakin gundah gulana atas pemberitaan berikut. Semoga Tuhan YME 
selalu melindungi seluruh anak bangsa Indonesia.

Berita ini dikutip dari 
http://www.facebook.com/l/;www.antaranews.com/berita/1247580267/kata-who-flu-babi-tak-terhentikan

WHO : Flu Babi Tak Terhentikan
Selasa, 14 Juli 2009 21:04 WIB 

Washington (ANTARA News/Reuters) - Dengan menyatakan virus baru H1N1 "tidak 
bisa dihentikan," Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuka peluang kepada 
produsen farmasi untuk memproduksi vaksin anti pandemik influenza, seraya 
menyatakan para pekerja kesehatan harus menjadi prioritas pertama.

Setiap negara perlu memvaksinasi warganya dari virus flu babi dan harus 
menentukan siapa lagi yang diprioritaskan setelah perawat, dokter dan teknisi, 
kata Dr. Marie-Paule Kieny, Direktur Prakarsa Riset Vaksin, WHO.

Sejumlah laporan menunjukkan virus baru ini menyerang manusia dengan cara yang 
berbeda dari flu musiman, menimpa kalangan muda usia, orang-orang dewasa 
berperawakan gendut yang tampak sehat, dan membuat penyakit menyebar hingga ke 
paru-paru.

Kepada wartawan, Kieny mengungkapkan sejumlah penemuan dari Kelompok Penasehat 
Strategis Pakar Imunisasi WHO yang disingkat SAGE. 

"Komite ini telah memastikan pandemik H1N1 tak bisa dihentikan dan oleh karena 
itu semua negara memerlukan akses untuk mendapatkan vaksinnya," kata Kieney.

"SAGE menilai para pekerja kesehatan adalah yang harus pertama kali diimunisasi 
oleh semua negara, dalam upaya mencegah sistem kesehatan tetap berfungsi, 
begitu virus berkembang," tambahnya.

Setelah itu, setiap negara harus memutuskan siapa prioritas berikutnya, 
berdasarkan prilaku virus yang tidak biasa.

Flu musiman ini sendiri sudah cukup mematikan dimana setiap tahun 250.000 - 
500.000 orang mati karenanya di seluruh dunia. Tetapi yang meninggal dunia 
kebanyakan orang tua atau mereka yang sudah mengidap penyakit kronis yang 
membuat mereka lebih rentan dari serangan flu, seperti asma.

Namun, untuk virus H1N1, orang tua tampak memiliki kekebalan ekstra yang 
merupakan gabungan dua virus flu babi yang salah satu darinya mengandung materi 
genetis dari burung dan manusia. 

Virus ini adalah kerabat jauh dari virus H1N1 yang menyebabkan pandemik tahun 
1918 hingga membunuh 50 juta dari 100 juta orang penderitanya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, Senin, mengonfirmasikan 
bahwa darah orang yang dilahirkan sebelum tahun 1920 memiliki antibodi tahun 
1918 yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh mereka akan menjejak lagi infeksi 
semasa kecilnya.

Penelitian dari Dr. Yoshihiro Kawaoka juga mendukung studi lainnya bahwa virus 
H1N1 baru ini tidak berkembang dalam hidung atau tenggorokan, seperti 
kebanyakan virus flu biasa.

"Virus H1N1 secara signifikan menyesuaikan diri lebih dalam di paru-paru," kata 
Kawaoka. Sementara, sejumlah studi lainnya memperlihatkan virus ini dapat 
menyebabkan efek ke saluran pencernaan (gastrointestinal), dan menyasar orang 
yang mengira dirinya baik-baik saja.

"Kegemukan diteliti menjadi salah satu faktor risiko bagi reaksi yang lebih 
ganas dari virus H1N1 yang tiak pernah dirasakan sebelumnya ini," tambah Kieny.

Belum jelas apakah orang gemuk yang tidak didiagnosis menghadapi masalah 
kesehatan akan terlihat mudah terserang virus, atau apakah kegemukan itu 
sendiri termasuk risiko.

Hari Jumat, sebuah tim dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) 
dan Universitas Michigan melaporkan bahwa sembilan dari sepuluh pasien yang 
dirawat di ruang perawatan intensif adalah orang-orang gemuk. 

Mereka ini juga menderita gejala yang tidak biasa berupa menggumpalnya darah di 
paru-paru dan mengalami kegagalan organ yang kompleks.

Tak seorang pun dari kesembilan orang itu tersembuhan dimana tiga diantaranya 
meninggal dunia.

CDC menaksir di AS saja sekurang-kurangnya sejuta orang terinfeksi virus ini, 
namun klinik di seluruh pelosok negeri telah diimbau untuk tidak menguji pasien 
sehingga jumlah pasti kasus flu babi menjadi mustahil diperoleh.

AS telah mendokumentasikan 211 kematian, sementara awal pekan lalu WHO mencatat 
429 kematian.

Kieny mengatakan, WHO akan berupaya mendapatkan sampel virus yang lebih pantas 
untuk perusahaan-perusahaan farmasi pembuat vaksin.

Dia mengatakan virus yang telah terdistribusi ternyata tidak berkembang baik 
dalam telur ayam yang biasa menjadi bahan semua vaksin flu.

Satu kekecualian adalah MedImmune dari AstraZeneca yang berhasil mengembangkan 
vaksin hidup yang menyembur dari hidung dan lebih mudah diproduksi, kata Kieny.

WHO mengatakan semua negara harus melanjutkan program vaksinasi mereka guna 
melawan flu musiman. Kieny mengatakan virus musiman H3N2 kini juga menjadi 
sangat aktif di sepanjang musim dingin di bagian selatan Bumi.

Sanofi-Aventis, Novartis, Baxter, Nobilon dari Schering-Plough, 
GlaxoSmithKline, Solvay, CSL dan MedImmune adalah beberapa perusahaan yang 
sedang mengembangkan vaksin flu babi.


Mau kerja di rumah? sambil jaga anak?
check it out : www.penghasilan-extra.co.cc

Sembari online-sembari dapat komisi
 http://www.komisigratis.com/?id=vinashad

from the bottom of my heart 
Elen Halim-Putra



--------------------


      

Kirim email ke