Emotional Wealth Coaching with Grace Sabarus Don't Give Cancer a Place to Stay
Dear Sahabat, Jangan beri kanker tempat tinggal di tubuhmu. How Grace? Bukankah kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari depan dengan kesehatan kita? Bukankah banyak orang begitu menjaga tubuhnya dengan berolah raga dan mengatur makanan, toh bisa juga terkena kanker? Teman, coba kita lihat satu sisi kehidupan lain yang perlu kita jaga selain olah tubuh dan menjaga makanan. Bagaimana dengan menjaga hati dan olah hati? Ada banyak bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa kemarahan, kebencian dan sakit hati maupun kesedihan yang terpendam adalah akar penyebab emosional yang mengarah kepada pengembangan kanker dalam tubuh. Perasaan diciptakan untuk diekspresikan. Bila perasaan negatif tidak diekspresikan, perasaan itu akan terjebak di dalam tubuh dan secara pelan-pelan menyebabkan penyakit. Hal ini disebabkan tekanan yang diterima oleh tubuh dan dapat pula disebabkan oleh rusaknya pusat refleks emosi di otak. Terjebaknya perasaan negative sangat berbahaya bagi tubuh dan meningkatkan hormon stress Cortisol - yang menurut penelitian di banyak negara, berhubungan langsung dengan fungsi kekebalan tubuh yang terbelenggu. Bila kekebalan tubuh tidak berfungsi normal, sel kanker, yang ada di tubuh setiap manusia, akan berkembang biak dan menjadi tempat tumor bertumbuh. Di samping itu, memendam kemarahan, kebencian, sakit hati dan kesedihan, yang biasanya diakibatkan peristiwa trauma, dapat merusak pusat refleks emosi di otak secara perlahan. Bila pusat ini rusak, akan mengirim informasi yang salah kepada organ tubuh yang dikontrolnya dan menyebabkan pembentukan sel kanker di organ tersebut. Yang terlebih penting untuk kita ketahui, tekanan emosi yang mendalam mengurangi cadangan Adrenalin - hormon yang memberi semangat dan gairah hidup. Rendahnya Adrenalin adalah lingkungan yang paling sempurna bagi kanker. Tetapi janganlah khawatir sahabatku. Kita tak berdaya melawan pertumbuhan kanker bila sel ini telah menggerogoti tubuh kita. Namun kita dapat membuatnya lumpuh dengan tidak memberikan kesempatan bertumbuh kepadanya. Dengan cara bagaimana? Dengan mengalami Kesembuhan Emosi. Bila emosi negative merusak pusat refleks emosi maka emosi positif akan memperkuatnya. Bila tekanan emosi menurunkan cadangan Adrenalin, hati yang gembira dan pikiran yang penuh pengharapan akan menggenjot cadangan Adrenalin. Pusat refleks emosi yang sehat akan memberi informasi yang mendukung kesehatan organ yang dikontrolnya. Begitu pula, mengerti arti kehidupan, berpikir antusias, penuh harapan kepada masa depan -membuat kanker tidak punya tempat bertumbuh. Tubuh kita bukan tempat yang ideal buat kanker. Kesembuhan Emosi adalah proses penyembuhan yang memberikan kesempatan kepada kita untuk relaksasi dan mengekspresikan perasaan negatif yang terjebak di dalam tubuh kita bertahun-tahun lamanya. Kita tidak pernah berpikir akan dampak pertumbuhan kanker dari perasaan negatif yang muncul sehari-hari. Banyak perasaan negatif yang telah kita abaikan, baik yang kita alami dalam pertikaian rumah tangga sehari-hari, maupun tekanan yang kita alami di tempat kerja. Umumnya wanita mengalami kanker rahim akibat memendam emosi negatif bertahun-tahun atas perilaku suami yang melukai hatinya. Kesembuhan Emosi dapat dilakukan melalui life coaching, therapy atau care group. Periksakan organ tubuh secara berkala, dibarengi gaya hidup sehat dan emosi yang positif. Asuransikan <mailto:[email protected]?subject=mohon%20kirimkan%20informa SI%20PROGRAM%20ASURANSI%20PROTEKSI%20KANKER> organ tubuh kita yang sangat berharga. Kita tidak mengerti sejauh mana tubuh kita, tanpa kita sadari, telah memberi lingkungan yang cocok buat kanker bertumbuh dan bertempat tinggal. Sembari kita kembalikan kekuatan pertahanan tubuh, kita telah memperoleh proteksi <mailto:[email protected]?subject=mohon%20kirimkan%20informa SI%20PROGRAM%20ASURANSI%20PROTEKSI%20KANKER> yang cukup. Jadilah sembuh - secara emosional, Grace Sabarus Life Purpose CoachR Emotional Wealth Centers - now as part of Life Purpose Coaching Centers | +62-21-9270.4690 | [email protected]
