Dear Bunda,
saya sudah pernah post 1 atau 2 tahun lalu tentang menyapih dengan penuh cinta 
di milis ini. Belum lama juga saya pernah share link diskusi di 
www.ayahbunda.co.id/diskusi tentang Thread "Menyapih dengan Penuh Cinta", 
intinya ketika kita melalui proses menyapih, bukan didasarkan pada timing yang 
ditentukan Bunda. Pemikiran waktu yang tepat menyapih juga bukan ditentukan 
oleh omongan ibu atau mertua kita yang ... as you know suka nyebut, "Ya ampuunn 
sudah punya gigi kok masih mengempeng pada puting ibu ..." - saya tahu ini 
salah satu yang bikin ibu merasa "gerah" dan mengira "Inilah waktunya menyapih" 
:D. Tetapi, waktu tepat menyapih itu ditentukan anak bersama-sama ibu. Kegiatan 
menyusu awalnya 'kan dibangun berdasarkan kebutuhan ibu dan anak (sama-sama) 
... karena menyusui bukan saja bermanfaat untuk anak. Tanpa memberi ASI, 
pemulihan post partum depression akan lama bahkan sulit tuntas. Demikian pula, 
fisiologi ibu paska melahirkan akan sulit balik ke kondisi sebelum hamil. 

Jujur saja, ketika saya menyapih Keya (kini 4 tahun) saya merasa kehilangan 
sekali. Duh, masa-masa "mesra" bersama anak singkat betul? 
Saya bekerja, menyusui eksklusif 6 bulan dan ... tetap menyusui hingga Keya 
berusia 22 bulan. Mengapa berhenti? ... Karena si anak sendiri yang menentukan, 
ia sudah tak mau lagi menyusu. Berarti ini adalah cara alami menyapih ... yang 
mungkin tidak dialami semua orang. 
Tetapi saya yakin, ketika kita menyusui dengan tulus iklas lalu anak merasa 
tercukupi kasih sayangnya selama 2 tahun pertama kehidupannya, dengan 
sendirinya anak akan berhenti menyusu secara oral, melainkan beralih menjadi 
"menyusu" (baca: nursing) dengan cara lain. Ia semakin suka dipeluk-peluk, 
dibelai, diajak berbicara, bermain dan seterusnya. 

Saat ini, ketika anak saya sudah di TK, saya juga masih "nursing" tetapi dengan 
cara mendongeng, menemaninya tidur sambil mengobrol, atau bersama-sama 
berkreasi dengan adonan kue atau berkegiatan bersama lainnya. 

Seandainya Bunda-bunda tahu betapa getirnya rasa "kehilangan" para Bunda yang 
telah melalui masa menyapih ini ... beneran deh ... rasanya tidak kepingin 
buru-buru menyapih. Fokuskan saja pikiran Bunda untuk memberi yang terbaik 
selama masa menyusui tersebut. Semakin anak menjadi matang karena tercukupi 
kebutuhannya akan kasih sayang, semakin anak menjadi mandiri ....
Mudah-mudahan berkenan ya Bunda sekalian. Peace ....

Rgds,
Andi Maerzyda A. Th.
Web Producer Ayahbunda 

--- In [email protected], mungki_mun...@... wrote:
>
> Mungkin maksudnya hypnoparenting ya moms,,
> Waah..ampuh yaa??saya jg mau coba ah,, abisnya kasian jg klo harus pakai cara 
> tipu menipu, 
> 
> Thanks sarannya mom, saya mau coba jg, cyo udah hmpir 16bln dan makannya 
> susaaaah bgtt, senengnya cuma asi aja..
> 
> Mamacyo:)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 


Kirim email ke