Dear all Mom,
Benar spt yg Mom Ida dan Ayu katakan.. jadi memang issue negatif gampang 
menyebar, pdhl wkt itu hanya dugaan dan hanya berdasarkan data klinis yg 
melibatkan sedikit sekali org (kl ga slh <50 org), nah penelitian terbaru yg 
melibatkan 5000an org (sekali lg kl ga slh, pernah baca kisarannya segitu), 
hasilnya ga berkaitan tuh antara MMR sm autisme.

Lagipula MMR itu imunisasi yg DIWAJIBKAN oleh IDAI, bkn hanya dianjurkan lho.. 
dan mereka pasti uda mempertimbangkan berbagai hal mengenai hal itu.

So, jgn ragu deh.. ga usah tunggu2 smp anak bs ngomong...

Salam,
Regina

--- In [email protected], Ayu Husodo <ayu.hus...@...> wrote:
>
> Dear Moms,
> Sedikit OOT ya...
> 
> Saya baru baca artikel di Reader Digest Asia, dimana mengenai hubungan MMR
> dengan autisme ini dimulai th 1998 dari seorang dokter dr UK dan beberapa
> temannya, yang *menduga* adanya kaitan antara MMR dengan autisme.Dimana
> hipotesisnya menyatakan bahwa vaksin MMR menyebabkan radang yang menyebabkan
> kerusakan pada otak. Namun th 2008 sebuah penelitian mendalam menyatakan
> keraguannya atas kaitan tersebut. Pada awalnya, thimerosal -cairan berbahan
> dasar merkuri yang digunakan di dalam vaksin- diduga adalah pemicunya. Namun
> sejak tahun 2001 thimerosal sudah tidak digunakan lagi dalam produksi
> vaksinasi. Sehingga jika logikanya thimerosal tidak digunakan maka jumlah
> penderita austisme akan menurun. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Malah
> di Amerika Serikat, penyakit campak yang dulu bisa ditekan dengan
> diberikannya vaksinasi MMR kepada anak-anak, sekarang meningkat lagi
> penderitanya sebagai akibat dari orangtua yang memilih untuk tidak
> memberikan vaksinas MMR kepada anaknya.
> 
> Penelitian yang lain menyebutkan bahwa diduga autisme disebabkan oleh
> kelainan genetic, dimana makanan dan lingkungan menjadi salah satu pemicu
> dari berubahnya/mutasi gen yang akhirnya menjadikan seorang anak menderita
> autis. Kenapa MMR seringkali jadi 'tersangka' penyebab, karena kebetulan
> simptom dari autisme cenderung keluar disaat anak berusian 15-18bulan,
> kurang lebih waktu yang sama saat anak seharusnya mendapatkan vaksinasi MMR.
> 
> Saya pribadi dan suami, sama  seperti  mbak Ida sebutkan sebelumnya, memilih
> untuk memberikan imunisasi MMR kepada anakk-anak kami. Dengan pertimbangan,
> kami tidak mau apa yang menjadi keputusan kami -dengan tidak memberi vaksin
> MMR- akan dibayar mahal saat anak kena salah satu penyakit yang seharusnya
> bisa dihindari.
> Namun semua kembali kepada moms smua, kalau yakin, ya jalani saja. kalau
> tidak yakin, dengan alasan tertentu dan rasanya cukup kuat, ngga ada yang
> bisa memaksakan vaksinasi MMR diberikan kepada si anak.
> 
> Just my two cents, mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan ya.
> 
> 
> -- 
> Ayu HUSODO
> 
> For gifts and family products from around the globe,
> visit http://www.strawberrypatch.biz
> 
> Botanica for Art & Craft?
> http://www.botanicaindonesia.com
>


Kirim email ke