Mama Cyo, Biasanya hal seperti ini terjadi karena memang belum terbentuk komunikasi yang baik antara ibu dan anak. anak belum dapat mengungkapkan keinginannya dengan baik dan si ibu belum mengerti dengan baik keinginannya. Jadi miscommunication dan serba salah deh ;'( Razka, 25bln juga punya karakter 'keras' dan sensitif, memang meng'gemaskan' dan menguras kesabaran. Awalnya saya ikutan kesal, rasanya ingin membekap mulutnya agar diam [duh kok sadis ya....]. Bunda kan juga manusia.... tapi saya juga tidak ingin permisif dengan diri saya sendiri supaya bisa kasar dengan si kecil dan ringan memberikan hukuman. Agar kekesalan sang bunda gak berdampak langsung ke anak, maka saya melakukan cara seperti ini: 1. Meninggalkan si buah hati di tempat yang aman seperti sofa atau tempat tidur sekitar 1 - 3 menit, biarkan dia menangis dan berteriak; 2. Tarik nafas dalam, dan melampiaskan kekesalan dengan menagis maupun merobek-robek kertas di tempat yang cukup tersembunyi dan tidak terlihat oleh sang anak. Kadang saya juga pukul2 telapak tangan saya dengan sendok makan [hihihi sakit deh]; 3. Bila sudah tenang, hampiri si kecil. Kalau dia minta gendong, saya gendong, dekap, dan mengusap-ngusap punggungnya tanpa berkata-kata; 4. Kalau tangisannya mulai reda, saya beri ciuman, dan mulai sedikit demi sedikit mengalihkan perhatiannya ke hal lain yang lebih positif; 5. Di saat si kecil sudah tenang dan ceria, sambil tiduran saya baru mulai memberi sedikit menasehati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik, dan membuat bunda sedih, serta memberi tahu bahwa besok tidak boleh diulang lagi. Meski si kecil tidak memperhatikan tapi saya tahu kata-kata sederhana yang saya ucapkan terekam di benaknya, apalagi bila saya diucapkan ketika si kecil mau tidur. Sepertinya mudah ya? gak kok karena saya juga baru bisa melakukan hal ini secara bertahap sejak Razka berusia 1 thn dan baru bisa sedikit lebih tenang sekarang, apalagi sampai saat ini Razka belum lancar bicara, jadi bundanya tambah semakin menduga-duga apa keinginannya. Secara pribadi saya juga bukan type ibu yang selalu mengabulkan keinginan sang anak kok. Saya juga ingin memberikan pelajaran disiplin kepada sang buah hati agar mengerti bahwa ada yang boleh dan tidak boleh, ada yang miliknya dan bukan, ada yang bahaya dan tidak, ada yang baik dan tidak. Yang penting buat saya adalah, anak tidak boleh melihat orang tua dalam keadaan labil, dan harus ada kepercayaan penuh dari si anak bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kebaikannya. Semoga sharing saya bermanfaat ya... Salam maniez, -bundanya Razka-
Widya D. Setyawati [email protected] [email protected] ph.: 021-31931935 http://oui-day.blogspot.com http://masrazka.multiply.com YM: widya.setyawati
