Dear Bunda Vero dan semua Bunda bekerja, baca deh Blog Redaksi www.ayahbuunda.co.id terbaru dan jadikan bahan renungan dan diskusi hangat dengan pasangan di akhir minggu ini. Berikut cuplikannya:
MERASA BERSALAH CINTA pada ANAK Lagi-lagi nih saya punya pandangan sedikit nyeleneh karena saya tidak percaya dengan paradigma, gMerasa bersalah adalah tanda kita sayang atau cinta seseorangh, dalam hal ini urusan anak. Kerapkali ibu bekerja yang baru saja melahirkan merasa bersalah kembali ngantor karena si bayi gterpaksah ditinggalkan kepada pengasuh atau orang yang Anda delegasikan mengurus anak selama Anda bekerja. gHabis, namanya juga ibu, kita kan sayang pada anak kita, mana masih bayi lagi, tidak tega rasanya. Tahu-tahu cuti melahirkan sudah habis, tiba waktunya bekerja kembali, duh, feeling guilty nih,h demikian curhat sahabat saya. Saya menjawab lagi-lagi dengan pandangan yang agak membuat sahabat saya ini mengangkat alis. gMemangnya ada ibu yang tidak sayang sama anak?! Ibu yang normal dan kondisinya sehat, pasti akan selalu menomorsatukan anak, dalam hal apa pun. Masalahnya, apakah merasa bersalah adalah tanda ibu sayang kepada anak? Atau, apakah ini adalah bentuk ekspresi cinta yang tepat? Atau, apakah benar tanpa rasa bersalah, berarti ibu tidak sayang anak?h Huuh, permainan kata-kata ini benar-benar mengingatkan saya kepada materi pelajaran di masa kuliah :D. Anda mungkin ingat dengan nasehat ibu-ibu kita setiap akan berangkat ke kantor, gSudah, lihat saja ke depan, jangan menengok ke anak lagi, nanti dia malah rewelh atau gMantapkan langkahmu, pun ketika ia menangis. Kalau kamu pikirkan anak terus, dia akan menangis semakin keraslh. Saya sudah melakukan riset pada diri sendiri dan beberapa orang, nasehat para nenek ini benar adanya. Setiap kali ibu melangkah keluar rumah dengan keraguan, cemas, sedih, apalagi merasa bersalah, ini akan berefek langsung kepada perilaku anak. Baik ketika ia masih bayi, begitu pula saat ia besar. Saya pun melakukan riset pada diri sendiri (wah, sudah seperti Carrie Bradshow yang melakukan riset untuk kolom gSex and The Cityh hihihihihi). Suatu hari ketika Keya masih berumur 6 - 7 bulan, dan untuk pertama kalinya mengalami gejala flu, karena saya telah memercayakan anak saya pada pengasuh yang sudah saya latih dan supervisi langsung dari ibu saya, dengan tenang saya berangkat ke kantor. Saya bersihkan diri saya dari rasa cemas, khawatir dan bertekad kuat menjaga agar tak sering telpon ke rumah. Ketika urusan kantor saya menjelang makan siang selesai, barulah saya telpon ke rumah untuk mengecek. Ternyata, anak saya baik-baik saja, tidak rewel dan karena ia dapat tidur tenang, menjelang makan siang kondisinya sudah pulih. Amazing! Baca lengkap, klik http://www.ayahbunda.co.id/profile/ProduserWebAyahbunda/blog Salam, Andi Maerzyda A. Th. (Bunda Keya) Web Producer www.ayahbunda.co.id FB: Andi Maerzyda Amalyah Thambas Twitter: @Maerzyda
