Sangt menyentuh skligus inspiratif. Thnks sudah berbagi:) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: Tita Rostita <[email protected]> Date: Thu, 19 Nov 2009 01:00:19 To: milis ayahbunda<[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Mengambil Keputusan dan Menimbang Konsekuensinya Saya cuma mau membagi cerita ini yang saya dapat dari sebuah buku, ternyata kita bisa mengambill keputusan dan menimbang konsekuensinya dalam 10 hari, 10 bulan dan 10 tahun ... ini ceritanya: Namanya Lynne Scott, pakar pemasaran yang sudah 20 tahun bergulat di dunianya. Ia mendirikan perusahaan humas dengan pangsa pasar warga Afrika-Amerika. ”Impianku adalah membangun sesuatu yang sangat khusus. Sebuah perusahaan sukses yang dikelola seorang ibu pekerja dari keturunan budak.” Akan tetapi, seminggu sebelum Lyne dijawadwalkan berangkat ke Johanesburg untuk sebuah proyek konsultasi dengan klien besar pertamanya, kedua orang tuanya jatuh sakit. Bukan sakit parah, tetapi mereka menelpon sambil terisak-isak meminta Lynne menemani di Virginia saat itu juga. Naluri Lynne langsung mengambil alih. “Jangan pergi,” kata suara hatinya.” ”Urus keluargamu. Itu adalah hal yang benar.” Sebagai seorang pengguna 10-10-10 yang cukup fanatik, Lynne menggunakan proses itu untuk mencari masukan lain. Konsekuensi 10 menit, satu hal sudah pasti: Menunda perjalannya berarti menghilangkan perasaan bersalahnya. Di lain pihak, Lynne mengantisipasi bahwa menunda perjalanan akan memunculkan perasaan panik dan takut lebih dalam. Apakah klien baru akan membiarkannya menunda semuanya? Lynne ragu, dia takut membuat kesan pertama yang buruk. Kemudian Lynne menaksir situasi hidupnya 10 bulan ke depan. Kedua orang tuanya mungkin sudah akan kembali menjalani rutinitas mereka. Namun, jika dia tidak pergi ke Afrika Selatan, perusahaannya mungkin masih akan berjuang. Butuh hampir satu tahun untuk memperjuangkan proyek Afrika Selatan itu, dan bisa memakan berbulan-bulan untuk mendapatkan proyek lain. Akan tetapi pertimbangan 10 tahun memberikan gambaran berbeda. Dengan sedih Lynne mengaku, ayahnya mungkin akan sudah meninggal, dan ibunya yang lebih sehat mungkin masih hidup. Masalah-masalah kesehatan akan muncul sewaktu-waktu dan bahkan lebih parah. Apakah dia akan terus-menerus terbang ke Virginia setiap kali terjadi sesuatu? Meskipun langkah itu menghilangkan perasaan bersalahnya saat ini, Lynne berpikir, itu pasti akan menghapus peluangnya untuk mengembangkan sebuah perusahaan yang mapan. Keesokan harinya Lyyne terbang ke Virginia, tidak untuk tinggal, tapi untuk mencari perawat yang bisa memberikan perawatan jangka panjang untuk kedua orangtuanya. Dengan mempertimbangkan 3 kerangka waktu, mata Lynne terbuka untuk menemukan solusi yang tidak bisa dia bayangkan saat kondisi emosionalnya ”memanas.” Dia juga menelepon saudara lelakinya di California, yang sudah lama melupakan tanggung jawabnya merawat keluarga karena tugas militer. Saudara lelakinya setuju untuk datang minggu berikutnya. Lynne bisa berangkat ke Johannesburg sesuai rencana. ”Dengan membayangkan perasaanku di masa depan—dan perasaan seperti yang apa aku inginkan—kriris itu akhirnya mengubah hubunganku dengan orangtuaku menjadi lebih baik, menjadi lebih sehat. 10-10-10 memaksaku untuk merawat orangtuaku. Dia membuatku mengangkat telpon dan melibatkan saudara lelakiku. 10-10-10 membantuku mengatasi emosiku sendiri. Tanpa 10-10-10 untuk mengatasi dilemaku, hari ini aku mungkin masih di Virginia, menunggu, dengan sebuah kehidupan yang tidak benar-benar aku inginkan.” Sebaliknya, Lynne menjalani sebuah kehidupan yang dia ciptakan sendiri. Semoga bermanfaat Dari buku: The Power of 10-10-10, Metode Baru untuk Mengambil Keputusan dalam 10 menit, 10 bulan, dan 10 tahun (Kaifa, 2009) Salam, Tita
