mama Febian
menyusui ketika hamil is OK, asal mom tidak punya riwayat keguguran. benar
kata dokter dapat menyebabkan kontraksi, tapi selama mom oke2 aja, ga
masalah menyusui ketika hamil.
yg kedua, mengenai kembali menyusui, bisa mom, namanya relaktasi. coba lagi
aja susui febian langsung atau mom perah ASInya.
ingat, rumus agar ASI melimpah kan supply and demand. semakin sering PD
kosong, semakin banyak produksi ASI. n yg ga kalah pentingya jauhi stres
atow berpikiran negatif ttg ASI. YAKIN YAKIN YAKIN n YAKIN kalo ASInya cukup
ya.
ini artikel ttg relaktsi dari website AIMI. moga2 bermanfaat ya mom

rgds
mega

*PANDUAN RELAKTASI*

* *

*Alasan*

Sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi, sebaiknya bertanyalah kepada
diri Anda sendiri, apa sesungguhnya yang mendorong Anda untuk melakukan hal
ini? Jujur pada diri sendiri mengenai motivasi untuk melakukan relaktasi,
ikut berperan besar dalam menentukan keberhasilan upaya yang akan Anda
lakukan untuk menyusui kembali bayi Anda.



*Persiapan Mental*

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda
sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi. Sebaiknya, diskusikan terlebih
dahulu alasan-alasan yang telah Anda kemukakan diatas, dan ajaklah keluarga
Anda, terutama suami, untuk membantu Anda dalam melakukan persiapan mental:

§         Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan Anda
alami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada
kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara Anda, atau bayi
akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang
mulai keluar.

§         Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di sekitar
Anda, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun
teman Anda yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi.

§         Mengatur *mind set* Anda. Sama halnya dengan ketika pertama kali
mulai menyusui setelah melahirkan bayi Anda, *CONFIDENCE* dan
*COMMITMENT*adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya
bahwa Anda akan
mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi Anda, dan walaupun awalnya
terasa sangat sulit, namun Anda yakin bahwa perjuangan Anda akan membuahkan
hasil yang manis, yaitu Air Susu Ibu.



*Persiapan Awal*

Jika Anda dan pasangan Anda telah dengan mantap memutuskan untuk melakukan
relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat Anda lakukan:

·        Pastikan Anda cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi
protein dan cairan ke dalam menu makan Anda sehari-hari untuk membantu
mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.

·        Mintalah kepada dokter Anda obat yang dapat membantu tubuh dalam
memproduksi ASI (misalnya moloco), atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun
jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.

·        BAnyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan
rumah yang sekiranya bisa Anda delegasikan, karena Anda akan menghabiskan
hampir seluruh waktu Anda bersama bayi Anda selama minggu-minggu pertama
program relaktasi.

·        Kurangi jadwal kegiatan Anda diluar rumah, dalam minggu-minggu
pertama masa relaktasi sedapat mungkin Anda menghabiskan waktu 24 jam dalam
sehari bersama bayi Anda.

·        Tingkatkan *skin to skin contact* dengan bayi Anda. Tidurlah
bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah buah
hati Anda sesering mungkin.  Katakan kepadanya bahwa Anda sangat
mencintainya, dan Anda ingin memberikan yang terbaik untuk bayi Anda, yaitu
ASI Anda.

·        Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi Anda
dikerjakan oleh Anda sendiri. Memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan
mengajaknya bermain.

·        Berlatih memposisikan bayi pada payudara Anda. Cobalah dengan
berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika Anda
mulai menyusui.

* *

*                **Cara Melakukan Relaktasi*

Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : *membiarkan bayi
Anda menyusu sesering mungkin pada payudara Anda.* Frekuensi menyusui ini
setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika memang bayi Anda
menginginkannya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda tempu untuk
meningkatkan frekuensi menyusui bayi Anda:

§         Cobalah untuk menyusui bayi Anda setiap 2 jam sekali.

§         Biarkan bayi Anda menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat
berminat.

§         Anda harus membiarkan bayi Anda mengisap payudara sekitar 30 menit
setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat
ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit
pada saat menyusu.

§         Cobalah untuk selalu bersama bayi Anda - terutama pada malam hari
ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan -
sehingga dapat setiap saat menyusui bayi Anda.

Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan Anda, posisi badan dan posisi
pelekatan bayi Anda sudah benar, nyaman dan tepat.

Secara perlahan, kurangi dan hentikan pemberian makanan (susu formula) lewat
botol yang menggunakan dot bayi. Gantilah dengan metode pemberian melalui
cangkir, sendok, pipet ataupun dengan jari tangan. Sebaiknya Anda tidak
memberikan empeng pada bayi Anda. Gantilah kebiasaan *comfort sucking* bayi
Anda pada empeng dengan *comfort sucking* pada payudara Anda.

Jika bayi Anda menolak mengisap payudara yang ’kosong’, Anda dapat
memberikan susu (formula atau Asper) pada saat bayi Anda sedang mengisap
payudara Anda melalui cara berikut ini:









·        Gunakan *suplementer menyusui* sebagaimana yang telah ditunjukan
oleh Konsultan Laktasi Anda. Sebagai permulaan, Anda harus memberikan
seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi Anda,
atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.

·        Segera setelah ASI Anda mulai keluar sedikit, porsi susu (formula
atau Asper) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai
habis.

Selama masa relaktasi ini, periksalah secara teratur hal-hal sebagai berikut
untuk memastikan bahwa bayi Anda tidak kekurangan makanan: (a) kenaikan
berat badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan (2) frekuensi
harian BAK (5-6 kali) dan BAB (minimal 1 kali) bayi Anda.

* *

* *

* *

* *

*Jangka Waktu Relaktasi*

Jangka waktu yang dibutuhkan agar pasokan ASI seorang wanita meningkat
sangat bervariasi. Akan sangat membantu jiga Anda sangat termotivasi dan
bayi Anda sering menyusu sesuai dengan frekuensi yang telah disarankan.
Namun, sebaiknya Anda tidak perlu cemas apabila waktu yang diperlukan oleh
Anda untuk menghasilkan ASI kembali lebih lama dari yang diperkirakan.

Hal-hal berikut ini dapat dijadikan tolak ukur jangka waktu relaktasi, namun
sekali lagi ditegaskan bahwa setiap wanita membutuhkan durasi yang
berbeda-beda untuk meningkatkan atau menghasilkan pasokan ASI.

§         Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat
dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan
beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.

§         Lamanya Anda berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar
mengenai jangka waktu relatasi. Misalnya, jika Anda baru berhenti menyusui 2
hari, maka Anda akan membutuhkan 2 hari untuk menghasilkan kembali pasokan
ASI Anda. Namun, jika Anda telah berhenti menyusui selama 1 bulan, mungkin
akan dibutuhkan 1 bulan pula untuk menghasilkan ASI kembali.

§         Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan),
daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan
pada usia berapa saja.

§         Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu
dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun,
relaktasi dimungkinkan kapan saja.

* *

* *

*Kenyataan dan Harapan*

Yang terpenting bagi Anda adalah hindari segala perasaan negatif, terutama
perasaan kecewa, jika ternyata setelah berakhirnya masa relaktasi pasokan
ASI Anda tidak sebanyak sebelum Anda berhenti menyusui. Memberikan bayi Anda
ASI, berapapun jumlah, sangat jauh lebih bermanfaat daripada tidak
memberikan ASI sama sekali. Jadi, walaupun pada akhirnya Anda tetap harus
memberikan susu formula bersamaan dengan ASI Anda, Anda dan bayi Anda dapat
bersama-sama menikmati kembali kedekatan fisik dan batin, serta masa-masa
hangat kegiatan *breastfeeding*.

Fokuskan segala perasaan positif Anda pada bayi Anda, dan bukan pada
seberapa banyak ASI yang dapt Anda hasilkan. Selamat mencoba.

Kirim email ke